Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS SENTIMEN ULASAN GAME MOBILE FIRST-PERSON SHOOTER DI GOOGLE PLAY STORE MENGGUNAKAN METODE PEMBOBOTAN TF-IDF Iriananda, Syahroni Wahyu; Putra, Rangga Pahlevi; Raihan, Anugrah Ahzul; Saputra, Deni Adi; Verdiansyah, Egi
Prosidia Widya Saintek Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paper ini membahas tentang analisis sentimen ulasan game mobile genre FPS menggunakan metode pembobotan TF-IDF. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan 2180 ulasan yang telah divalidasi dan dibersihkan, di mana 1258 ulasan diklasifikasikan sebagai positif dan 922 ulasan sebagai negatif. Dengan menggunakan pembobotan TF-IDF dan pengujian model klasifikasi, penelitian ini mencapai tingkat akurasi sebesar 76%, dengan presisi 75%, recall 74%, dan F1-score 75%. Hasil ini menunjukkan bahwa metode pembobotan TF-IDF dapat menghasilkan analisis sentimen yang efektif dan otomatis untuk ulasan game mobile genre FPS, memberikan kontribusi penting dalam pengembangan metode analisis sentimen dalam konteks tersebut.
DETEKSI CITRA SALIVA FERNING UNTUK MASA SUBUR MENGGUNAKAN METODE CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK Luruk, Alfrida Demetria; Putra, Rangga Pahlevi; Priyandoko, Gigih
Prosidia Widya Saintek Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ovulasi merupakan fase penting dalam siklus menstruasi yang menandai masa subur seorang wanita. Identifikasi masa subur umumnya dilakukan melalui metode kalender, pengujian hormon, maupun pemeriksaan lendir serviks. Namun, metode tersebut memiliki keterbatasan dalam hal akurasi, biaya, serta kenyamanan pengguna. Penelitian ini mengusulkan pengembangan sistem deteksi masa subur berbasis citra saliva ferning menggunakan Convolutional Neural Network (CNN). Data citra saliva dikumpulkan dari 10 wanita berusia 18–35 tahun dengan total 90 sampel, terdiri dari tiga kategori: infertile, intermediate, dan fertile. Setiap citra diproses melalui tahapan cropping, grayscale, dan augmentasi untuk meningkatkan kualitas serta variasi data. Arsitektur CNN dibangun menggunakan tiga lapisan konvolusi dan max-pooling, serta dioptimasi dengan Adam optimizer (learning rate = 0.001). Proses pelatihan dilakukan dengan batch size 60 dan 20 epoch menggunakan Google Colaboratory. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model CNN mampu mengklasifikasikan pola ferning saliva dengan akurasi yang tinggi, serta menghasilkan confusion matrix yang konsisten pada tiap kelas. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode CNN memiliki potensi tinggi sebagai pendekatan non-invasif dan efisien untuk mendeteksi masa subur wanita berdasarkan citra saliva.