Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Application of Artificial Fish Apartments to Enhance Fish Communities in the Waters around Tanjungjati B Power Plant, Jepara, Central Java Munasik; Arbanto, Bonifacius; Nurrasyid Chamidy, Ardian; Nashihi Aufar, Syauqina; Wibawa NS, Ari; Agung Prabowo, Handoko; Mustagfirin; Azizah, Nur
ENVIBILITY: Journal of Environmental and Sustainability Studies Vol. 3 No. 1 (2025): March
Publisher : Prospect Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55381/envibility.v3i1.519

Abstract

The decline in fish stocks, resulting from habitat degradation and overfishing, has become a significant threat to the sustainability of fisheries in Indonesia. One of the efforts to support ecosystem recovery and improve fishermen’s catches is the application of artificial fish apartments. This study aims to analyse the implementation process and effectiveness of artificial fish apartments in the waters around the Tanjung Jati B Power Plant in Jepara. The programs were carried out through a participatory approach with local fishing communities, including socialization, scuba diving training, concrete module construction, installation, and evaluation. A total of five artificial fish apartment units were installed at two sites, namely Karang Pringitan (3 units) and Karang Ketapang (2 units). Evaluation three months after installation showed an increase in fish communities, with 16 species recorded at Karang Pringitan and 9 species at Karang Ketapang. These results confirm that artificial fish apartments can serve as new habitats for pelagic and target fish species and have the potential to support the sustainability of local fisheries.  
Dinamika Komunitas Ikan pada Habitat Buatan di Perairan Teluk Awur, Jepara, Jawa Tengah Munasik, Munasik; Arbanto, Bonifacius; Aufar, Syauqina Nashihi; Chamidy, Ardian Nurrasyid; Norma Saputra, Ari Wibawa; Prabowo, Handoko Agung; Mustagfirin, Mustagfirin; Azizah, Nur; Fuad, Noor Azharul
Jurnal Kelautan Tropis Vol 29, No 1 (2026): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v29i1.31507

Abstract

Degradasi ekosistem pesisir akibat tekanan aktivitas dari daratan sering kali mengakibatkan penurunan sumber daya ikan dan perubahan struktur komunitas biota laut. Pendekatan dengan menerapkan habitat buatan berbasis peningkatan komunitas ikan (fish enhancement) menjadi alternatif restorasi yang relevan untuk pesisir yang tergradasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kelimpahan ikan dan struktur komunitas ikan pada tahap awal kolonisasi pada habitat buatan BHUMI (Bangunan Hunian Buatan untuk Rumah Ikan) yang dipasang di perairan Teluk Awur, Jepara. Pengamatan komunitas ikan dilakukan secara berkala, yaitu 2 bulan dan 4 bulan setelah instalasi struktur, dengan menggunakan metode survei bawah air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instalasi habitat buatan telah meningkatkan kelimpahan ikan secara signifikan seiring waktu pengamatan (p<0,05). Sebanyak 18 famili dan 28 spesies ikan telah menempati habitat buatan dengan kelimpahan berkisar 144–238 individu pasca-instalasi. Hasil juga menunjukkan bahwa kelimpahan ikan yang berasosiasi dengan habitat buatan dipengaruhi oleh lokasi penempatan dan waktu pemantauannya (p<0,05). Perubahan kelimpahan ikan akibat waktu cenderung terjadi di lokasi dekat pantai (Teluk Awur); sebaliknya, perubahan kelimpahan ikan di lepas pantai (Karang Bokor) relatif stabil. Terdapat perubahan struktur komunitas ikan yang signifikan selama periode pemantauan (p<0,05) yang mengindikasikan terjadinya proses suksesi komunitas pada habitat baru. Tahap awal kolonisasi oleh spesies ikan oportunistik dan generalis, kemudian diikuti oleh peningkatan keanekaragaman komunitas ikan yang menunjukkan proses stabilisasi ekologi. Temuan ini memperlihatkan bahwa desain struktur habitat buatan efektif dalam menyediakan habitat perlindungan dan meningkatkan agregasi ikan pada perairan pesisir yang dipengaruhi oleh aktivitas daratan.