Prabowo, Handoko Agung
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDY OF THE IMPACT OF SEAWEED BUSINESS DEVELOPMENT ON COASTAL COMMUNITY EMPOWERMENT (CASE STUDY: CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PROGRAM OF PT. BHUMI JATI POWER IN JEPARA DISTRICT, CENTRAL JAVA PROVINCE) Cocon, Cocon; Saputra, Ari Wibawa Nurma; Prabowo, Handoko Agung; Azizah, Nur; Martha, Marlia Chandra; Fuad, Noor Azharul; Mustagfirin, Mustagfirin
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i3.1394

Abstract

The potential of fishery resources in Jepara Regency is quite large, especially for the development of fisheries cultivation, however the level of welfare of the coastal community of Jepara which is still minimal, in addition to the lack of development of cultivation development centers that are able to drive the local economy based on superior commodities. The objectives of this study are: (1) to conduct a study of the impact of seaweed business development through the CSR program on the empowerment of the coastal community of Jepara; (2) to assess the sustainability status of the seaweed business development program; and (3) to determine effective strategies for the sustainability of the seaweed business. The research method is carried out through a quantitative and qualitative descriptive approach. The impact study is carried out through scoring with a Likert scale approach to the variables of empowerment aspects, while the assessment of sustainability status is carried out through a multidimensional scaling (MDS) approach with the Rap-Fish ordination technique. The study was conducted in Bondo Village, Bangsri District, Jepara Regency from 2-14 December 2024. The results of the data analysis concluded that the CSR program for developing seaweed businesses had a positive impact on aspects of community empowerment, especially in aspects of production and the environment, economic aspects and social-institutional aspects. Meanwhile, the results of the sustainability analysis showed that this program has a sustainable category with an index value of 86.25. The strategy that needs to be intervened in the long term is an aggressive strategy, namely focusing more on optimization efforts in encouraging existing strengths and utilizing opportunities to boost business development performance
Dinamika Komunitas Ikan pada Habitat Buatan di Perairan Teluk Awur, Jepara, Jawa Tengah Munasik, Munasik; Arbanto, Bonifacius; Aufar, Syauqina Nashihi; Chamidy, Ardian Nurrasyid; Norma Saputra, Ari Wibawa; Prabowo, Handoko Agung; Mustagfirin, Mustagfirin; Azizah, Nur; Fuad, Noor Azharul
Jurnal Kelautan Tropis Vol 29, No 1 (2026): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v29i1.31507

Abstract

Degradasi ekosistem pesisir akibat tekanan aktivitas dari daratan sering kali mengakibatkan penurunan sumber daya ikan dan perubahan struktur komunitas biota laut. Pendekatan dengan menerapkan habitat buatan berbasis peningkatan komunitas ikan (fish enhancement) menjadi alternatif restorasi yang relevan untuk pesisir yang tergradasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kelimpahan ikan dan struktur komunitas ikan pada tahap awal kolonisasi pada habitat buatan BHUMI (Bangunan Hunian Buatan untuk Rumah Ikan) yang dipasang di perairan Teluk Awur, Jepara. Pengamatan komunitas ikan dilakukan secara berkala, yaitu 2 bulan dan 4 bulan setelah instalasi struktur, dengan menggunakan metode survei bawah air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instalasi habitat buatan telah meningkatkan kelimpahan ikan secara signifikan seiring waktu pengamatan (p<0,05). Sebanyak 18 famili dan 28 spesies ikan telah menempati habitat buatan dengan kelimpahan berkisar 144–238 individu pasca-instalasi. Hasil juga menunjukkan bahwa kelimpahan ikan yang berasosiasi dengan habitat buatan dipengaruhi oleh lokasi penempatan dan waktu pemantauannya (p<0,05). Perubahan kelimpahan ikan akibat waktu cenderung terjadi di lokasi dekat pantai (Teluk Awur); sebaliknya, perubahan kelimpahan ikan di lepas pantai (Karang Bokor) relatif stabil. Terdapat perubahan struktur komunitas ikan yang signifikan selama periode pemantauan (p<0,05) yang mengindikasikan terjadinya proses suksesi komunitas pada habitat baru. Tahap awal kolonisasi oleh spesies ikan oportunistik dan generalis, kemudian diikuti oleh peningkatan keanekaragaman komunitas ikan yang menunjukkan proses stabilisasi ekologi. Temuan ini memperlihatkan bahwa desain struktur habitat buatan efektif dalam menyediakan habitat perlindungan dan meningkatkan agregasi ikan pada perairan pesisir yang dipengaruhi oleh aktivitas daratan.