Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hepatoprotective Activity of Ethanol Extract of Dewa Leaves (Gynura pseudochina (L.) DC) in White Rats (Rattus norvegicus) Induced by Paracetamol Yelis Tria Monica; Listyawati, Shanti; Herawati, Elisa
Veterinary Biomedical and Clinical Journal Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.VetBioClinJ.2024.006.01.4

Abstract

The use of paracetamol in excessive doses can increase the hepatotoxicity effect, which causes acute hepatocellular injury. Dewa leaves (Gynura pseudochina (L.) DC) contain flavonoids, saponin, and tannin. This study aimed to determine the effect of ethanol extract from dewa leaves in reducing the impact of paracetamol induction on SGPT and SGOT levels and liver histology of white rats (Rattus norvegicus). The test was grouped into five treatment groups, namely: normal control; negative control with paracetamol induction 315mg/KgBW; Dewa leaf extract was administered with three variations in dosage, namely 3.15mg/KgBW, 3.50mg/KgBW and 3.85mg/KgBW and each treatment group consisted of 5 rats as replications. Dewa leaf extract was administered to the experimental animal, followed by the administration of paracetamol 8 hours after the extract was given orally; both treatments were given for 14 days. Measurement of SGPT and SGOT levels uses the photometric method. The hepatoprotective effect was further verified by histopathology of the liver. Liver histology was made using the paraffin method. SGPT levels, SGOT levels, and Hepatocyte Damage Scores were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA); if the results are significant, continue with the Least Significance Difference (LSD) test at a significance level of 5%. The results of this study show that the administration of dewa leaf extract was not able to significantly reduce SGPT and SGOT levels in rats. The administration of dewa leaf extract at doses of 3.50mg/KgBW and 3.85mg/KgBW significantly prevented histological damage to rat livers. 
KOLABORASI PRODI BIOLOGI FMIPA UNS DALAM PERKUATAN KOMPETENSI IPA BAGI SISWA SMP DJAMA’ATUL ICHWAN, SURAKARTA Avi, Salsabilla El; Nurrahmah, Alfhiya; Herawati, Elisa; Listyawati, Shanti; Widiyani, Tetri
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2380

Abstract

Praktikum menjadi salah satu sarana dalam peningkatan kompetensi IPA bagi siswa di sekolah. Implementasi dari praktikum dapat memberikan dampak positif dalam peningkatan kompetensi karena pembelajaran akan lebih berkesan dan mudah dipahami jika dilaksanakan dengan aksi yang dikerjakan langsung oleh siswa. Hal tersebut yang mendasari sekolah, baik di tingkat SMP maupun SMA, melakukan banyak praktikum untuk meningkatkan kompetensi IPA yang dimiliki muridnya. Berdasarkan dari hasil survei yang telah dilakukan, banyak implementasi praktikum yang selinier dengan pembelajaran IPA di jenjang SMP sehingga program kerja yang dilakukan berfokus pada kegiatan praktikum yang dapat menunjang peningkatan kompetensi siswa di SMP Djama’atul Ichwan, Surakarta. Program-program tersebut terdiri dari 5 program kerja yang satu di antaranya merupakan program kerja sama dengan dosen Grup Riset Biomaterial Hewan Prodi Biologi FMIPA UNS berupa pendampingan praktik mikroskopis. Kelima program kerja tersebut di antaranya, sosialisasi pengelolaan limbah organik melalui praktikum pembuatan eco-enzyme; praktikum pembuatan insektarium dalam upaya meningkatkan pembelajaran klasifikasi dan sistematika hewan; praktikum pengamatan morfologi dan anatomi hewan uji laboratorium; praktikum pembuatan preparat sederhana sebagai objek pengamatan dengan mikroskop; serta kegiatan mini project yang menekankan skill kerja sama dan kepemimpinan antarsiswa dengan mengimplementasikan pembelajaran IPA yang telah didapat.
Prospective Anti-Aging Benefits of Mackerel Scad Collagen Peptides Through Anti-Hyaluronidase Activity Herawati, Elisa; Agnesia, Pipin
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v12i2.56450

Abstract

The increased activity of the hyaluronidase enzymes speeds up the degradation of hyaluronic acid in the skin, leading to reduced elasticity and the formation of fine wrinkles, eventually contributing to skin aging. Mackerel scad (Decapterus macarellus) is a promising candidate as a skin anti-aging substance due to its particular amino acid composition. Native collagen and collagen peptides from mackerel scad skin were extracted using pepsine soluble collagen and hydrolysis with collagenase II enzyme. The amino acid profile of collagen was determined using HPLC analysis. An anti-hyaluronidase activity test was done using the spectrophotometry assay to express the content of N-acetyl glucosaminoglycan, and IC50 was calculated. Results showed that mackerel scad collagen contains 17 amino acids, with the highest content of glutamic acid, 8.20%; aspartic acid, 6.70%; glycine, 5.37%; arginine, 4.24%; and proline, 3.84%. The collagen from the extraction results had relatively low anti-hyaluronidase activity (IC50 326.05 ± 6.77 ppm). However, when it was broken down into smaller collagen peptides, the anti-hyaluronidase activity increased to IC50 100.78 ± 0.17 ppm. This indicated that the hydrolysis of collagen into collagen peptides with a smaller molecular weight increased its capacity to inhibit hyaluronidase. These findings suggest that D. macarellus collagen peptides have the potential to inhibit skin aging by inhibiting hyaluronidase enzyme activity.
Persentase tumbuh dan laju pertumbuhan miselium jamur tiram coklat (Pleurotus cystidiosus l) pada media campuran jagung dan dedak dan media PDA Herawati, Elisa; Sadam, Muhamad; Kardika, Adelia Juli; Djatmiko, Rudi
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v6i2.9147

Abstract

Jamur tiram coklat (Pleurotus cystidiosus L) tudung buah berwarna coklat, teksturnya tebal, begizi tinggi, berkhasiat obat. Prospek yang baik untuk dikembangkan, namun ketersediaan bibit unggul susah didapatkan. Permasalahan dalam pembuatan biakan murni (F0) dengan media PDA adalah terkontaminasi dengan organisme lain. Penelitian ini membuat bibit biakan murni jamur P. cystidiosus L dengan media campuran jagung dan dedak dan dengan media PDA.  Tujuan penelitian ini untuk  mengetahui persentase tumbuh dan laju pertumbuhan miselium jamur P. cystidiosus L pada media campuran jagung dan dedak dan media PDA. Prosedur biakan murni (FO): penyiapan media, sterilisasi, inokulasi, inkubasi, pengumpulan dan perhitungan data. Hasil penelitian: (1) Persentase  tumbuh miselium jamur P. cystidiosus L dengan  media campuran jagung dan dedak sebesar 100%, media PDA sebesar 60% (2) Laju pertumbuhan miselium jamur P. cystidiosus L pada media campuran jagung dan dedak lebih rendah dari media PDA, namun demikian fakta ini dapat menjadi petunjuk bahwa tahapan pembuatan bibit biakan murni (F0) dapat ditumbuhkan langsung pada  media biji-bijian seperti campuran jagung dan dedak tanpa melalui media PDA.
PENGARUH EKSTRAK DAUN Jatropha multifida DAN Centella asiatica TERHADAP KEPADATAN KOLAGEN PADA PENYEMBUHAN LUKA EKSISI Risalah, Milda Islah; Listyawati, Shanti; Herawati, Elisa
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka eksisi dapat terjadi akibat kecelakaan, trauma, pembedahan, paparan bahan kimia, atau tekanan, dan bila tidak segera disembuhkan dapat menimbulkan infeksi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak daun Jatropha multifida dan Centella asiatica terhadap kepadatan kolagen pada penyembuhan luka eksisi. Hewan uji berupa mencit dibagi menjadi lima kelompok: kontrol negatif (basis gel), kontrol positif (povidone iodine 10%), ekstrak Jatropha multifida, ekstrak Centella asiatica, dan kombinasi keduanya (1:1). Luka dibuat dengan dermal puncher berdiameter 2 mm pada bagian dorsal mencit. Ekstrak diaplikasikan dalam bentuk gel dengan dosis 300 mg secara topikal dua kali sehari selama 14 hari. Sampel kulit diambil pada hari ke-14 lalu diproses dengan metode parafin dengan pewarnaan Masson’s trichrome. Kepadatan kolagen diukur menggunakan software ImageJ kemudian dianalasis statistik dengan one-way ANOVA (P<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan kolagen pada hari ke-14 tidak terdapat perbedaan signifikan (p>0,05) antar kelompok perlakuan. Hal ini menunjukkan bahwa gel perlakuan dan kontrol memberikan efek yang sama terhadap kepadatan kolagen luka eksisi. Penelitian ini memberikan peluang bagi pengembangan formulasi sediaan topikal berbasis bahan alami untuk mempercepat penyembuhan luka.
Peptida Kolagen Ikan Layang Biru (Decapterus macarellus) Mempercepat Penyembuhan Luka Pada Mencit Herawati, Elisa; Setyawan, Vicky Alvino; Listyawati, Shanti
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i2.74260

Abstract

Suplemen peptida memainkan peran penting dalam proses penyembuhan luka karena memiliki bioaktivitas yang bekerja pada fase-fase luka sehingga luka cepat menutup. Bahan aktif ini dapat diekstrak dari organisme laut seperti ikan, hanya saja, kajian mengenai aplikasi suplemen berbahan ikan sebagai produk perawatan luka masih terbatas jumlahnya. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas pemberian peptida kolagen ikan Decapterus macarellus secara oral dalam mempercepat penyembuhan luka kulit pada mencit. Dosis yang digunakan adalah 0,3 g/kgBB dan 1,3 g/kgBB per hari. Pengujian dilakukan dengan mengamati struktur morfologis dan histologis proses regenerasi jaringan kulit pasca luka selama 21 hari. Peptida kolagen diperoleh dari kulit ikan melalui ekstraksi menggunakan kombinasi asam asetat dan pepsin, kemudian dilanjutkan hidrolisis dengan enzim kolagenase. Mencit yang mendapat suplementasi oral peptida kolagen menunjukkan akselerasi proses penyembuhan luka yang signifikan dibandingkan kelompok mencit kontrol. Pada hari ke-11 hingga 14 pasca luka, mencit yang diberi perlakuan peptida kolagen (dosis 1,3 g/kgBB) menunjukkan presentase penurunan diameter luka yang lebih tinggi, diferensiasi jaringan neo-epidermis yang lebih cepat, serta deposisi berkas kolagen yang lebih banyak. Berkas kolagen dengan struktur retikuler juga terlihat pada kelompok perlakuan yang mengindikasikan adanya maturasi jaringan pengikat. Hasil penelitian ini membuktikan peran positif peptida kolagen D. macarellus terutama pada fase maturasi, dimana jaringan pengikat baru mengalami reorganisasi untuk memberikan kekuatan tarik. Informasi ini bisa menjadi referensi efektivitas peptida kolagen yang bersumber dari ikan laut sebagai bahan produk perawatan luka.
Pendampingan dan peningkatan kompetensi praktek biologi mikroskopis bagi siswa SMP Djama’atul Ichwan, Surakarta Herawati, Elisa; Listyawati, Shanti; Widiyani, Tetri; Budiharjo, Agung; Astirin, Okid Parama
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 2 (2024): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i2.87836

Abstract

Biologi mikroskopis mempelajari organisme pada level seluler dan menjadi bagian tak terpisahkan dari pengetahuan IPA modern. Di SMP Djama’atul Ichwan Surakarta, keterbatasan fasilitas membuat pembelajaran konsep-konsep biologi mikroskopis sulit dibarengi dengan pengalaman praktek di laboratorium sekolah. Mitra mengharapkan ada pendampingan untuk meningkatkan kompetensi praktek pada mata pelajaran biologi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi praktek dan wawasan umum siswa mengenai biologi mikroskopis yang tercakup dalam materi IPA di SMP. Kompetensi praktek biologi mikroskopis yang belum maksimal pada mitra berakar dari tidak adanya laboratorium IPA, media praktikum, dan mikroskop. Tim PKM UNS menghadirkan solusi berupa program pendampingan kepada siswa selama satu semester yaitu, 1) pengenalan mikroskop dan aplikasinya; 2) praktek membuat preparat mikroskopis sederhana sesuai materi SMP; 3) pengadaan mikroskop cahaya; modul praktikum; foldscope untuk mitra; 4) komunikasi selama semester berjalan dan umpan balik mengenai aktivitas praktikum dengan mikroskop di SMP. Keberhasilan kegiatan dapat dilihat dari indikator skor pre-/post-test, aktivitas praktikum, dan pengadaan mikroskop untuk SMP. Siswa menjadi paham prinsip kerja dan aplikasi mikroskop untuk visualisasi struktur seluler dan jaringan, hal ini tampak dari peningkatan skor post-test (>25% kenaikan skor) pada 72% siswa. Pada sesi praktikum, siswa mampu membuat dua preparat berbeda untuk diamati dengan mikroskop dan diidentifikasi bagian-bagiannya. Selanjutnya, siswa dapat melakukan praktek mandiri di SMP menggunakan mikroskop dari investasi kegiatan pengabdian ini Kata kunci: kompetensi praktik, biologi mikroskopis