Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI DESA KALENA WANNO WILAYAH KERJA PUSKESMAS WATU KAWULA KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA Dondo, Lusia; Ndoen, Honey I.; Sakke, Deviarbi
Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/ejpazih.v12i2.249

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan suatu penyakit saluran pernapasan yang disebabkan faktor lingkungan dan faktor manusia yang dipengaruhi adanya virus dan bakteri. Penyakit tersebut menyebabkan kematian paling banyak pada anak di negara berkembang dan negara maju. Pada tahun 2020 ISPA menempati urutan pertama di Puskesmas Watu Kawula dengan jumlah 1.203 kasus ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi fisik rumah dan kebiasaan merokok dengan kejadian ISPA pada balita di Desa Kalena Wanno wilayah kerja Puskesmas Watu Kawula Kabupaten Sumba Barat Daya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah balita yang berada di wilayah kerja Puskesmas Watu Kawula pada tahun 2022 yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 103 orang yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis bivariat dengan metode uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0.05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis lantai (p= 0,016), jenis dinding (p= 0,027), luas ventilasi (p= 0,015), kepadatan hunian (p= 0,025), dan kebiasaan merokok (p= 0,040) ada hubungan dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Watu Kawula Kabupaten Sumba Barat Daya.
HUBUNGAN FAKTOR INTERNAL DENGAN PEMBERIAN MP-ASI DINI PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TARUS TAHUN 2018 Tatuin, Nomavindel Leu; Ndoen, Honey I.; Wahyuni, Maria M. Dwi
Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2019): Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/ejpazih.v8i1.19

Abstract

Makanan pendamping yang diberikan kepada bayi mulai usia 6 bulan disamping ASI eksklusif bertujuan untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang menunjukkan bahwa pada Oktober 2017, dari 26 puskesmas terdapat 11 puskesmas yang belum mencapai target pemberian ASI ekslusif. Puskesmas Tarus merupakan puskesmas dengan cakupan pemberian ASI ekslusif terendah ke-3 yaitu 65,51%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian makanan pendamping ASI dini pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tarus tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan berdasarkan data bulan Februari tahun 2018 sebanyak 344 orang dan sampel berjumlah 125 orang yang diambil secara simple random sampling. Hasil uji statistik menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan faktor internal yang meliputi pendidikan (ρ value = 0,002), pengetahuan (ρ value = 0,005), dan pendapatan keluarga (ρ value = 0,035) dengan pemberian MP-ASI dini sedangkan faktor internal yang meliputi usia (ρ value = 0,547), pekerjaan (ρ value = 0,570), dan status gizi ibu (ρ value = 1,000) tidak berhubungan dengan pemberian MP-ASI dini.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT JANTUNG KORONER DAN PENCEGAHANNYA MELALUI PROGRAM DETAK HARAPAN DI CAR FREE DAY KOTA KUPANG Ndoen, Honey I.; Riwu, Revalita; Makara, Reskita; Udin, Putri; Adang Djaha, Siti
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Edisi April 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i1.345

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan gangguan fungsi jantung akibat otot jantung kekurangan darah karena adanya penyumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah koroner akibat kerusakan pada dinding pembuluh darah (aterosklerosis). Penyakit jantung koroner disebabkan oleh faktor risiko yang tidak dapat diubah seperti usia, jenis kelamin, serta genetik. Penyakit jantung koroner juga dapat disebabkan oleh faktor risiko yang dapat diubah seperti kebiasaan merokok, dislipidemia, hipertensi, kurang aktifitas fisik, obesitas, diabetes mellitus, stress, konsumsi alkohol serta kebiasaan makan yang kurang baik. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah kelompok berisiko yang berumur >30 tahun di area car free day, Kota Kupang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kelompok berisiko mengenai faktor risiko dan pencegahan penyakit jantung koroner serta mendorong kelompok berisiko untuk dapat menghindari faktor risiko pemicu timbulnya penyakit jantung koroner dengan menerapkan perilaku hidup sehat. Kegiatan pengabdian yang dilakukan berupa penyuluhan dengan menggunakan metode tanya jawab, simulasi alat peraga jantung dan penjualan sago alpukat yang bermanfaat bagi jantung. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari 65,5% menjadi 93% setelah penyuluhan. kelompok sasaran juga menunjukkan kemauan yang kuat untuk memelihara kesehatan jantung mereka dengan menerapkan pola hidup yang sehat.