Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Effect of biocompost fermented by Trichoderma spp. on the growth of soybean (Glycine max L) Suhaili, Suhaili; Suryanto, Ribut; Wahyuni, Ida
Jurnal Agrotek Ummat Vol 10, No 4 (2023): Jurnal Agrotek Ummat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jau.v10i4.19333

Abstract

National soybean production is not enough to meet the national demand for soybeans so there is a need to increase the production of this commodity because it is needed as a raw material for various processed products. The utilisation of dry land as soybean cultivation land is still lacking. This is due to several factors, namely cultivation techniques, and limited fertilisation. So the use of cultivation techniques by applying biocompost fertiliser is one approach to improve soil nutrients and also the use of Trichoderma spp. bacteria helps soybean plants to avoid wilt disease.  This study aims to determine the growth response of several varieties of soybean on dry land by applying biocompost fermented by Trichoderma spp. The method used in this research is an experimental method carried out by manipulating the object of research and the existence of controls. The research was conducted on dry land in Giri Tembesi Village, Gerung Sub-district, West Lombok Regency, the soil type of the experimental site was regusol soil with a pH of 5.7 and organic matter moisture content of 0.77%. The results showed that the application of biocompost to several varieties of soybean has not been able to spur plant growth but in general can adapt to dry land. Differences in soybean varieties resulted in significantly different growth responses in plant height, number of leaves, number of branches, flowering age and weight of 100 soybean seeds. However, there is no significant difference in the application of biocompost on the vegetative and generative growth of soybean in dryland which is thought to be caused by the dose of biocompost given is not optimal. Therefore, further research is needed to obtain the optimal dose of biocompost.
Analisis Efisiensi Teknis dan Ekonomi Penggunaan Benih Biji (True shallot seed) Dalam Usaha Tani Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Suryanto, Ribut
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/3dcj4819

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi teknis dan ekonomi usaha tani bawang merah menggunakan benih biji (True Shallot Seed/TSS) dan benih umbi, serta menyusun kurikulum pelatihan teknis budidaya bawang merah menggunakan benih biji bagi Penyuluh Pertanian. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2025 – Januari 2026 di Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Metode analisis data menggunakan fungsi produksi stochastic frontier analysis (SFA) dan deskriptif. Jumlah sampel ditentukan secara purposive, terdiri dari 15 petani pengguna benih biji (TSS) dan 15 petani pengguna benih umbi, sehingga total responden adalah 30 petani. Responden untuk analisis kebutuhan pelatihan (TNA) adalah 8 orang Penyuluh Pertanian Lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tani bawang merah dengan benih biji dan benih umbi tidak memiliki faktor produksi (kecuali benih umbi) yang berpengaruh signifikan secara parsial terhadap produksi, sehingga variasi produksi lebih dipengaruhi oleh faktor teknis dan manajerial. Analisis efisiensi teknis menunjukkan nilai rata-rata sebesar 0,894 untuk benih biji dan 0,877 untuk benih umbi, dengan tingkat variasi masing-masing 0,089 dan 0,101. Nilai efisiensi ekonomi rata-rata adalah 0,89330 untuk benih biji dan 0,80330 untuk benih umbi, dengan tingkat variasi 0,08847 dan 0,09246. Hasil ini mengindikasikan bahwa usaha tani dengan benih biji lebih efisien secara ekonomi dibandingkan benih umbi, serta kinerja petani pengguna benih biji cenderung lebih homogen. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan pelatihan, tersusunlah Kurikulum Pelatihan Teknis Budidaya Bawang Merah Menggunakan Benih Biji (TSS) bagi Penyuluh Pertanian. Kurikulum ini diharapkan menjadi acuan bagi penyuluh dalam meningkatkan kompetensi dan kapasitasnya dalam mendampingi petani. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan program penyuluhan dan kebijakan pertanian di tingkat lokal.
Rendemen dan Fisiko-kimia Keripik Nangka (Arthocarpus sp) Berdasar Masa Masak Optimal Buah Suryanto, Ribut
Indonesian Green Technology Journal Vol. 7 No. 1 (2018)
Publisher : Graduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.igtj.2018.007.01.01

Abstract

Masa panen buah nangka yang gacorqq bersamaan seringkali menimbulkan masalah dalam penanganan pasca panen dan penentuan saat pengolahannya. Sesaat setelah dipanen buah nangka cepat mengalami penurunan mutu karena respirasi. Buah nangka dapat diolah menjadi keripik-nangka. Tujuan gacorqq penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan masa penggunaan bahan baku dari masak optimal menjadi keripik buah nangka terhadap rendemen dan fisikokimia keripik nangkanya. Buah nangka jenis salak masak optimal 0 hari dan masak 1, 2 dan 3 hari digunakan dan diolah menjadi keripik dengan penggoreng vakum. Parameter yang diamati pada keripik nangka adalah rendemen, warna, pengkerutan, dan tingkat kerapuhan. Warna keripik ditentukan berdasar nilai dE* , pengkerutan diukur berdasar rasio kehilangan kandungan air bahan, dan tingkat kerapuhan dengan texture analyzer. Data yang didapat dianalisis keragaman satu arah dan selang kepercayaan yang digunakan 5%. Hasil menunjukkan bahwa rendemen, warna, pengkerutan, dan kerapuhan keripik nangka yang didapat hanya diperoleh dari bahan baku buah nangka masak 1 hari dari masak optimal yang tidak berbeda nyata dengan bahan baku nangka masak optimal 0 hari. Kesimpulan bahwa masa penggunaan buah nangka masak 1 hari dari masak optimal untuk diolah menjadi keripik nangka memiliki rendemen, warna, pengkerutan dan kerapuhan yang serupa dengan masak optimal 0 hari. Kata kunci: fisikokimia, keripik nangka, masak optimal, penggoreng rendemen, vakum