Hutagaol, Nia Maylani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH SERVICE QUALITY, PATIENT SATISFACTION, TRUST, COMMITMENT TERHADAP REVISIT INTENTION OUTPATIENT BPJS DI RUMAH SAKIT SUMBER WARAS Hutagaol, Nia Maylani; Ardi, Ardi; Wuisan, Dewi Sri Surya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38351

Abstract

Pelayanan kesehatan yang berkualitas menjadi kunci dalam meningkatkan kepuasan dan loyalitas pasien, terutama di era Jaminan Kesehatan Nasional (BPJS) di Indonesia. Rumah Sakit Sumber Waras sebagai rumah sakit rujukan BPJS menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas layanan untuk memenuhi harapan pasien, termasuk menangani berbagai kendala seperti waktu tunggu panjang dan transparansi pelayanan. Fokus penelitian ini adalah memahami pengaruh kualitas layanan, kepuasan, dan faktor lain terhadap niat kunjungan ulang pasien rawat jalan BPJS. Penelitian ini dilakukan di RS Sumber Waras dengan melibatkan 3 poli utama yaitu 3 poli yaitu IPD, Bedah, atau Obgyn dengan melibatkan 375 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner berisi 51 pertanyaan dengan skala likert berdasarkan metode purposive sampling Data dianalisis dengan metode SEM berbasiskan PLS. Hasil penelitian ini menyatakan reliability dan responsiveness terbukti memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pasien BPJS rawat jalan di RS Sumber Waras, yang kemudian berdampak pada peningkatan Trust, Commitment, dan Revisit Intention. Trust dan Commitment juga berperan sebagai mediator dalam hubungan antara kepuasan pasien dengan niat kunjungan ulang. Rumah sakit perlu meningkatkan pelayanan pasien BPJS dengan memperbaiki sistem informasi, responsivitas, dan fasilitas, serta memberikan edukasi dan komunikasi yang jelas untuk meningkatkan kepuasan dan kepercayaan pasien. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan lebih banyak poli, jenis pasien, serta menggunakan pendekatan kombinasi kuantitatif dan kualitatif untuk hasil yang lebih komprehensif.
PENDEKATAN DIAGNOSIS SIROSIS HEPATIS : LAPORAN KASUS Hutagaol, Nia Maylani; Tarigan, Cristina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30578

Abstract

Sirosis hepatis merupakan penyakit hati kronik yang dikarakteristikan dengan terbentuknya jaringan parut (fibrosis) yang akan menggantikan jaringan hati yang normal. Proses tersebut terjadi akibat kerusakan yang disebabkan oleh berbagai penyakit hati seperti infeksi virus kronik, penyakit liver alkoholik, dan fatty liver non-alkoholik. Sirosis hepatis adalah kondisi kompleks dan beragam yang memerlukan penatalaksanaan dan perawatan yang komprehensif. Diagnosa sedini mungkin sangat menentukan tatalaksana dan prognosis pasien sirosis hepatis. Pendekatan diagnosis sirosis hepatis meliputi anamesis, pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang meliputi pemeriksaan laboratorium dan pencitraan. Penatalaksaan sirosis hepatis melibatkan pendekatan komprehensif untuk mencegah terjadinya komplikasi, mengelola gejala dan memperlambat perkembangan penyakit. Terdapat skoring berupa Child Pugh Score untuk menilai tingkat kelangsungan hidup dan memprediksi kemungkinan berkembangnya komplikasi serta prognosis pasien sirosis hepatis dalam 1 tahun. Telah disajikan kasus sirosis hepatis dalam laporan kasus ini pada pasien berusia 69 tahun dengan keluhan kuning pada seluruh tubuh yang memberat sejak 1 minggu terakhir disertai mual, muntah setiap kali makan, perut membesar dan bengkak pada kedua kaki. Pemeriksaan fisik didapatkan ikterik, perut distensi dan nyeri tekan pada seluruh lapang abdomen serta edema pada kedua ekstremitas inferior. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan hiperbilirubinemia, peningkatan fungsi hati, leukositosis, peningkatan INR, hipoalbuminemia dan hiponatremia serta HbSAg reaktif. Hasil USG abdomen hanya menunjukkan adanya peradangan pada gallbladder. Skoring child pugh sebesar 10 poin dimana menunjukkan tingkat kelangsungan hidup pasien dalam 1 tahun ~ 45%.