Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN MINAT KONSUMEN MELALUI STRATEGI PEMASARAN: Peningkatan Minat Konsumen Melalui Strategi Pemasaran Nisfiyah Alviana; Ahmadi; Moh. Asra
Iltizam : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 2 No. 1 (2024): Iltizam : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
Publisher : Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/iltizam.v2i1.5504

Abstract

UMKM merupakan salah satu ikhtiar untuk memperoleh ridha Allah SWT. Sehingga UMKM sangat berperan dalam memajukan perkembangan perekonomian khususnya di Indonesia. Peran yang sangat strategis dalam membangun perekonomian nasional dapat dinilai dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat, penyerapan tenaga kerja juga dalam pendistribusian hasil-hasil produksi.Fokus masalah yang akan diteliti yaitu tentang bagaimana strategi pemasaran dalam peningkatan minat konsumen dalam pembelian telur asin, serta faktor-faktor apa saja yang menjadi pendukung dan kendala dalam penerapan strategi yang digunakan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa dengan memperhatikan dan menjaga perpaduan antara produk yang menggunakan produk yang berkualitas dari segi telur yang diproduksi menjadi telur asin, harga yang diberikan termasuk harga yang terjangkau dari semua kalangan, tempat usaha termasuk tempat yang mudah dijangkau oleh para konsumen, dan promosi yang digunakan melalui media sosial, mulut ke mulut, serta baner. Faktor pendukung diantaranya pelayanan yang ramah kepada konsumen dan menyediakan produk yang berkualitas untuk kepuasan konsumen serta memberikan harga yang standar untuk semua kalangan. Sedangkan faktor kendala di usaha telur asin adalah stok bebek mengurang jika di musim hujan dan kemarau dan banyaknya kompetitor, sehingga membuat konsumen kurang berminat terhadap produk yang dijual oleh usaha telur asin.
Pengelolaan Jasa Di Seven Dream Syariah Hotel Jember Moh. Asra; Nanda Hidayan Sono; Hayatun Nufus
Iltizam : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 1 No. 1 (2023): Iltizam : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
Publisher : Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/iltizam.v1i1.3432

Abstract

Seven Dream Syariah Hotel Jember merupakan bisnis penginapan satu-satunya penginapan yang mencantumkan label syariah pada usahanya. Tak heran karena bisnis berbasis syariah selalu basah disetiap tahunnya. Dengan begitu dalam melakukan bisnis yang mencantumkan label syariah pada bisnisnya haruslah mengikuti aturan-aturan yang berlaku dalam peraturan pemerintah hingga peraturan syariat Islam. Berkenaan dengan syariat Islam untuk menghindari hal-hal yang dilanggar, maka peneliti berfokus pada transaksi jasa dalam bisnis penginapan berbasis syariah yang telah di praktikkan oleh Seven Dream Syariah Hotel Jember Pembahasan dalam penelitian ini 1. Bagaimanakah transaksi jasa dalam penginapan berbasis syariah di Seven Dream Syariah Hotel Jember?. 2. Bagaimanakah transaksi jasa dalam penginapan berbasis syariah di Seven Dream Syariah Hotel Jember perspektif hukum ekonomi Islam?. Untuk menjawab fokus penelitian tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan. Data yang dikumpulkan peneliti meliputi data primer dan sekunder. Sedangkan sumber data yang diperoleh dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian data tersebut dianalisis secara deskriptif melalui, reduksi data, display dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa transaksi jasa dalam penginapan berbasis syariah perspektif hukum ekonomi Islam di Seven Dream Syariah Hotel Jember yakni: pertama adanya ‘aqidain, mu’jir dan musta’jir telah baligh. Objek dari transaksi ini yaitu sewa kamar tamu, ruang pertemuan dan jasa laundry. Dalam pentarifan tidak adanya wujudul tabaduli yang di karenakan kurangnya inforsmasi yang mengakibatkan ketidak jelasan. Praktik transaksi ini sah-sah saja apabila musta’jir tidak keberatan untuk membayar tarif sewa tersebut. Sebaliknya jika mu’jir tidak memberikan informasi lengkap dan keberatan maka hukumnya tidak sah.