Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

The Existence of the Unjung-Unjungan Tradition (A Study in Rambatan Kulon Village, Lohbener District, Indramayu Regency) Didik Himmawan; Abduloh; Sandy Kurniawan
Diplomasi : Jurnal Demokrasi, Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/dpl.v2i3.19

Abstract

Tradition and culture in Islam are the result of reason, reason, creativity, intention and human work which are based on human values. Islam really respects human reason, the results of reason, reason, taste and intention that have been selected by universal human values ​​to develop into a civilization. This article discusses the existence of the Ujung-unjungan tradition in Rambatan Kulon village, where the people still believe in and still apply good cultures. This article aims to obtain information about the existence of the Ujung-Ujungan Tradition (Study in Rambatan Kulon Village, Lohbener District, Indramayu Regency. The methodology in this article is qualitative, using an observation and interview approach. The results of this research are the Ujung-unjungan tradition in Rambatan Kulon Village, Lohbener District Indramayu Regency has been held since our ancestors, it is a good tradition when viewed from the perspective of humans as social creatures, because the series of events involve all elements in society, working together and connecting with all levels of society, which is a good tradition that needs to be preserved such as eating together, getting together, staying in touch, pilgrimage, tahlilan, and gathering with family to build closeness together, preserving traditions such as wayang kulit, plays, traditional Indramayu reog arts and other good traditions, because they contain elements of the spirit of mutual cooperation and strengthening solidarity between citizens. And bad things need to be avoided, such as the practice of gambling, drinking and other activities that violate Islamic law and the norms that apply in society.
Pelatihan Guru Sekolah Menengah dalam meningkatkan Kompetensi Pedagogik di Kota Makassar Rahim, Abd; Abduloh
SABAJAYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 02 (2025): SABAJAYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SABA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan guru sekolah menengah memiliki peran penting dalam meningkatkan kompetensi pedagogik yang mencakup pengelolaan pembelajaran, pemahaman karakteristik siswa, serta perancangan dan evaluasi pembelajaran. Kompetensi ini membantu guru menciptakan lingkungan belajar yang efektif. Pelatihan bertujuan untuk memperbarui pengetahuan dan keterampilan guru, yang dapat mengubah metode pengajaran tradisional menjadi lebih inovatif dan menarik. Sebuah pelatihan yang dirancang dengan baik dapat meningkatkan motivasi siswa melalui pembelajaran yang lebih relevan. Evaluasi pelatihan menggunakan pretest dan posttest membantu mengukur keberhasilan, sementara pendampingan berkelanjutan memperkuat penerapan strategi pembelajaran di lapangan. Kolaborasi antar guru melalui forum diskusi atau kelompok kerja sangat efektif dalam memperkuat kompetensi pedagogik. Pembaruan pelatihan yang terus menerus mendukung adaptasi guru terhadap perubahan kurikulum dan teknologi, menjadikan pelatihan ini tidak hanya untuk peningkatan keterampilan, tetapi juga untuk pengembangan profesionalisme berkelanjutan.
Science Laboratory Management and the Implications for Students’ Motivation and Learning Achievement Wasitoh, Evi; Ismaya, Bambang; Abduloh; Suryaman, Maman
Research Horizon Vol. 5 No. 6 (2025): Research Horizon - December 2025
Publisher : LifeSciFi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54518/rh.5.6.2025.955

Abstract

The management of science laboratories plays a strategic role in supporting experiment-based learning, which can enhance students’ motivation and academic achievement. However, many schools still face challenges related to limited equipment, inadequate maintenance, and the inconsistent implementation of laboratory activities. This study aims to explore in depth how science laboratories are managed in secondary schools and how such management influences students’ motivation and academic performance. A qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through observations, in-depth interviews with teachers, students, and laboratory personnel, and document analysis, including inventory records, practicum schedules, and laboratory SOPs. Data analysis followed Miles, Huberman, and Saldaña’s interactive model. The findings indicate that the laboratory management is functional but not optimal due to limited resources, the absence of laboratory assistants, and irregular practicum implementation. Both teachers and students express highly positive perceptions of laboratory activities, which are shown to significantly increase motivation through engaging and meaningful hands-on experiences. The results also reveal that students who actively participate in laboratory work demonstrate better conceptual understanding and higher academic achievement. The study concludes that science laboratories have substantial potential as pedagogical spaces that mediate improvements in motivation and learning outcomes.
Implementation of Classroom Management and Infrastructure Management in Improving Learning Achievement Raswati, Devi; Purnamaningsih, Ine Rahayu; Abduloh
Research Horizon Vol. 5 No. 6 (2025): Research Horizon - December 2025
Publisher : LifeSciFi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54518/rh.5.6.2025.962

Abstract

This study is motivated by the importance of classroom management and the management of educational facilities and infrastructure in creating an effective learning environment that supports the improvement of elementary school students’ academic achievement. Well-managed learning conditions are believed to enhance student engagement, motivation, and learning outcomes. Therefore, this research aims to describe the implementation of classroom management and facilities management, as well as their contribution to improving students’ academic achievement in elementary schools in Pangkalan District. The study employs a qualitative approach with a case study design, involving teachers, school principals, and students as the main informants. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model. The findings indicate that teachers have implemented classroom management through lesson planning, initial classroom conditioning, rule setting, and varied instructional strategies that support student engagement. School facilities are considered adequate, although unevenly distributed, and their utilization has been shown to increase students’ motivation and understanding. In conclusion, effective classroom management combined with supportive facilities significantly contributes to improving students’ academic achievement.
Peningkatan Literasi Digital Masyarakat Desa dalam Mendukung Digital Society Menuju Desa Cerdas Melalui Pendidikan Karakter pada Anak dan Remaja Desa Hamdiah; Abduloh; Ismaya3 , Bambang
SABAJAYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 01 (2026): SABAJAYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SABA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya tingkat literasi digital di kalangan anak dan remaja desa menjadi tantangan utama dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era digital. Minimnya pemahaman terkait keamanan, etika, dan pemanfaatan teknologi secara produktif menyebabkan masyarakat desa lebih banyak bersifat konsumtif serta rentan terhadap penyalahgunaan media digital. Penelitian ini bertujuan meningkatkan literasi digital masyarakat desa untuk mendukung terwujudnya digital society menuju desa cerdas melalui penguatan pendidikan karakter pada anak dan remaja. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang menekankan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahap penelitian, mulai dari identifikasi masalah, perencanaan, implementasi program edukasi literasi digital, hingga evaluasi dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, kuesioner pre-test dan post-test, wawancara, serta diskusi kelompok terarah (FGD), dan dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek literasi digital, meliputi kemampuan akses informasi, keamanan digital, serta penerapan etika dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi. Pendidikan karakter yang diintegrasikan ke dalam program terbukti membentuk perilaku digital yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan produktif. Dengan keterlibatan aktif anak, remaja, orang tua, dan perangkat desa, tercipta komunitas literasi digital yang berkelanjutan, yang mendukung transformasi menuju desa cerdas yang adaptif dan berdaya saing di era digital.
Digitalisasi Manajemen Keuangan dan Implikasinya terhadap Keberlanjutan Usaha Koperasi Tani Utomo, Haryadi; Abduloh
SABAJAYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 01 (2026): SABAJAYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SABA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong berbagai sektor, termasuk koperasi, untuk bertransformasi secara digital guna meningkatkan efisiensi dan transparansi. Penelitian pengabdian ini bertujuan untuk menerapkan digitalisasi manajemen keuangan pada koperasi tani sebagai upaya strategis dalam memperkuat keberlanjutan usaha koperasi di era ekonomi digital. Metode pelaksanaan terdiri dari empat tahapan, yakni identifikasi kebutuhan, pelatihan dan implementasi sistem digital, pendampingan penggunaan aplikasi keuangan, serta evaluasi hasil. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner pre- dan post-test, serta dokumentasi aktivitas. Hasil menunjukkan bahwa penerapan sistem digital seperti aplikasi pencatatan keuangan mampu menurunkan kesalahan pencatatan transaksi hingga 70%, mempercepat penyusunan laporan dari tiga minggu menjadi tiga hari, dan meningkatkan pemahaman pengurus koperasi terhadap pentingnya transparansi dan akuntabilitas keuangan. Diskusi juga mengungkap bahwa partisipasi anggota meningkat seiring dengan keterbukaan laporan dan kemudahan akses informasi. Kesimpulannya, digitalisasi manajemen keuangan terbukti memberikan dampak positif terhadap kinerja, efisiensi, dan keberlanjutan koperasi tani. Model pelaksanaan ini dapat direplikasi pada koperasi lain sebagai bentuk modernisasi kelembagaan ekonomi rakyat menuju kemandirian yang berkelanjutan.