Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EDUKASI TENTANG PENTINGNYA SKRINING DAN KONTROL RUTIN TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA USIA PRODUKTIF Pobas, Sally; Sary, Dewi Antika; Hapsari, Fransiska Dwi; Wuladari, Wan Karmida
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Februari 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v2i2.964

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan tantangan kesehatan global dengan angka kematian tinggi, terutama pada usia produktif. Di Indonesia, prevalensi PTM meningkat akibat gaya hidup tidak sehat, termasuk di Kota Banjarmasin dengan hipertensi sebagai PTM dominan. Skrining dan kontrol rutin menjadi strategi utama dalam pencegahan PTM. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat usia produktif terhadap deteksi dini PTM, memberikan edukasi faktor risiko, serta mendorong pemeriksaan kesehatan rutin. Metode yang digunakan meliputi wawancara faktor risiko, pemeriksaan fisik (IMT, tekanan darah, gula darah), dan edukasi kesehatan. Dari 120 responden, mayoritas berusia dewasa (79,2%). Hasil menunjukkan 27,5% mengalami hipertensi, 7,5% diabetes melitus, dan 65% memiliki faktor risiko seperti kurang aktivitas fisik, merokok, obesitas, stres, serta pola makan tidak sehat. Edukasi berdampak positif terhadap pemahaman responden mengenai deteksi dini dan gaya hidup sehat. Kesimpulan menegaskan bahwa PTM merupakan ancaman serius bagi usia produktif dengan faktor risiko yang masih tinggi. Skrining rutin dan edukasi kesehatan perlu diperkuat untuk menekan angka PTM. Pemerintah dan tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan akses layanan preventif guna meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi dampak ekonomi akibat PTM.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG HIPERTENSI MELALUI EDUKASI DI MASYARAKAT WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKAUMAN Wulandari, Wan Karmida; Sary, Dewi Antika; Pobas, Sally; Hapsari, Fransiska Dwi
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Februari 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v2i2.965

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memiliki prevalensi tinggi dan menjadi penyebab utama komplikasi kardiovaskular. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara rutin serta kurangnya pengetahuan tentang faktor risiko hipertensi menjadi tantangan utama dalam upaya pencegahan penyakit ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai hipertensi melalui edukasi dan pemeriksaan tekanan darah di wilayah kerja Puskesmas Pekauman. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pre-test, edukasi mengenai hipertensi, diskusi interaktif, serta post-test untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat tentang hipertensi, faktor risikonya, serta langkah-langkah pencegahannya. Oleh karena itu, edukasi kesehatan perlu terus dilakukan secara berkelanjutan guna menekan angka kejadian hipertensi di masyarakat.
Pengaruh High Intensity Interval Training HIIT Zumba Terhadap Tingkat Stres dan Kualitas Tidur Wanita Pekerja Hapsari, Fransiska Dwi; Dhawo, Maria Silvana; Trifianingsih, Dyah; Aholiab, Joan Cintya Putri; Triayuni, Ester
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v10i2.1001

Abstract

Wanita pekerja rentan terhadap stress dan kualitas tidur buruk akibat gaya hidup sedentary dan tuntutan ganda. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit kronis dan menurunkan produktivitas kerja. Penelitian ini berfokus pada intervensi latihan fisik High Intensity Interval Training (HIIT):Zumba yang diiringi Musik Nusantara (Dangdut dan lagu daerah) dengan tempo 130-150 BPM sebagai solusi preventif. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji pengaruh HIIT:Zumba terhadap kualitas tidur dan Tingkat stress pada Wanita pekerja di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen one-group pretest-posttest design dengan pendekatan Preliminary Intervention Study. Sebanyak 30 wanita pekerja berusia produktif (15-64 tahun) dengan Tingkat stress sedang dan kualitas tidur buruk dipilih melalui purposive sampling. Intervensi berupa latihan HIIT: Zumba dilakukan selama 6 minggu. Kualitas tidur dan Tingkat stress diukur menggunakan kuesioner PSQI dan PSS Sebelum dan sesudah Intervensi. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Intervensi menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada kualitas tidur sebelum dan sesudah HIIT: Zumba dilakukan (p = 0.013) namun sebaliknya tidak ada perbedaan yang signifikan pada Tingkat stress sebelum dan sesudah intervensi (p = 0.166), kemungkinan karena beban eksternal yang kompleks (seperti tuntutan profesional dan domestik ganda) yang tidak sepenuhnya ditangani oleh intervensi fisik saja.   Working women are vulnerable to stress and poor sleep quality due to sedentary lifestyles and the burden of dual demands (professional and domestic). This condition increases the risk of chronic disease and reduces work productivity. This study focused on the physical exercise intervention of High Intensity Interval Training (HIIT): Zumba accompanied by  Nusantara Music (Dangdut and region song) with a tempo of 130-150 BPM  as a preventive solution. This research utilized a pre-experimental one-group pretest-posttest design and is presented as a Preliminary Intervention Study. A total of 30 working women of productive age (15-64 years) with moderate stress levels and poor sleep quality were selected through purposive sampling. The intervention, which involved HIIT Zumba Exercise was conducted for six weeks. Sleep quality and stress levels were measured using the PSQI and PSS. The data was analyzed by the Wilcoxon Signed-Rank Test. The intervention showed significant differences in sleep quality before and after HIIT: Zumba was performed (p = 0.013) however there was no significant difference in stress levels before and after the intervention (p = 0.166), likely due to complex external burdens (such as dual professional and domestic demands) that were not fully addressed by the physical intervention alone.