Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

HUBUNGAN OPTIMISME DENGAN TINGKAT KECEMASAN DAN DEPRESI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Pron Yogi; Dyah Trifianingsih; Dwi Martha Agustina
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i2.103

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang serius. Pengobatan yang umum untuk pasien dengan masalah kanker payudara yaitu kemoterapi. Data menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 48% wanita yang menjalani kemoterapi, mengalami kecemasan dan depresi. Optimisme merupakan salah satu faktor prediktor yang baik untuk berbagai penyakit somatik, termasuk pada berbagai jenis kanker. Optimisme dinilai sebagai salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kecemasan dan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan optimisme dengan tingkat kecemasan dan depresi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUD Ulin Banjarmasin. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dengan populasi yaitu pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di ruang Edelweis RSUD Ulin Banjarmasin dengan jumlah sampel 28 responden diambil dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner LOT-R dan HADS. Hasil: Optimisme responden berada pada kategori sedang sebanyak 23 (82,14%) orang, untuk tingkat kecemasan sedang sebanyak 18 (64,28%) orang dan dengan tingkat depresi ringan sebanyak 15 (53,57%) orang. Hasil analisis menunjukkan hasil correlation coefficient dan signifikansi = -0,531, p = 0,04 (optimisme dan kecemasan) dan = -0,569, p = 0,02 (optimisme dan depresi). Kesimpulan: Ada hubungan antara optimisme dengan tingkat kecemasan dan depresi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUD Ulin Banjarmasin.
PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TENTANG PELAKSANAAN ORAL HYGIENE PADA PASIEN TERPASANG VENTILATOR MEKANIK Ria Aryanti Putri; Dwi Martha Agustina; Dyah Trifianingsih
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i2.104

Abstract

Latar Belakang: Pasien kritis dengan ventilator mekanik merupakan isu penting, terutama pada risiko berbagai komplikasi dari pemakaian ventilator mekanik seperti komplikasi paru berupa pneumonia terkait ventilator (VAP). 16 ruang intensive rumah sakit di negara-negara asia termasuk Indonesia terdapat 1285 pasien pengguna ventilator dan kejadian VAP cukup tinggi dengan kisaran 9-28%. VAP dapat dicegah dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah tindakan, mengatur posisi pasien, suction dan terutama oral hygiene. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk Mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap perawat tentang pelaksanaan oral hygiene pada pasien terpasang ventilator di ruang ICU RSUD Ulin Banjarmasin. Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian deskriptif. Sampel perawat pelaksana berjumlah 35 responden. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan dan sikap perawat. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dengan analisis univariat. Hasil: Pengetahuan perawat tentang pelaksanaan oral hygiene pada pasien terpasang ventilator mekanik di ruang ICU RSUD Ulin Banjarmasin dominan terbanyak masuk dalam kategori cukup sebanyak 28 responden (80%) dan sikap perawat keseluruhan positif dari 35 responden (100%). Kesimpulan: Perawat ICU RSUD Ulin Banjarmasin sebagian besar memiliki pengetahuan yang cukup dan sikap yang positif tentang pelaksanaan oral hygiene pada pasien dengan ventilator mekanik.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SAFETY CULTURE TERHADAP PELAKSANAAN IDENTIFIKASI PASIEN SEBELUM PEMBERIAN OBAT Ferry Ronaldo; Septi Machelia Champaca Nursery; Dyah Trifianingsih
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i2.116

Abstract

Latar Belakang: Identifikasi pasien yang tepat merupakan salah satu sasaran internasional keselamatan pasien (International Patient Safety Goals). Kejadian tidak diharapkan (KTD) dapat terjadi apabila identifikasi pasien tidak dilakukan dengan benar sesuai dengan prosedur yang berlaku, kejadian yang tidak diharapkan tersebut salah satunya adalah kesalahan saat pemberian obat. Pelaksanaan identifikasi pasien dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah pengetahuan dan safety culture. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan safety culture, terhadap pelaksanaan identifikasi pasien sebelum pemberian obat. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, desain penelitian cross sectional, dengan jumlah sampel adalah 21 orang perawat pelaksana, teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan cluster sampling,. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan 13 item kuesioner pengetahuan, 39 item kuesioner safety culture dan lembar observasi 8 item pernyataan, analisis data menggunakan analisa bivariat dengan uji Spearman Rank. Hasil: Pengetahuan perawat pelaksana yang bekerja di Rumah Sakit mayoritas baik, dengan responden sebanyak 61,9%, safety culture perawat pelaksana yang bekerja di Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin mayoritas baik, dengan responden sebanyak 61,9%, dan pelaksanaan identifikasi pasien sebelum pemberian obat mayoritas baik, dengan responden sebanyak 100%. Hasil analisis bivariat didapatkan hasil, correlation coefficient dan signifikansi = -0,542, p = 0,209 (pengetahuan dan identifikasi pasien) dan = 0,757, p = 0,049 (safety culture dan identifikasi pasien). Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara, pengetahuan dan safety culture terhadap pelaksanaan identifikasi pasien sebelum pemberian obat di Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin.
GAMBARAN PRAKTIK SELF-MANAGEMENT PADA PASIEN PENDERITA ASMA Fatima Hawala; Dyah Trifianingsih; Yohana Gabrilinda Adang
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v4i1.168

Abstract

Latar belakang: Penyakit asma berdampak cukup besar dalam kehidupan penderitanya, dimana penyakit ini dapat meningkatkan angka morbiditas dan menurunkan kualitas hidup penderitanya. Meskipun tidak ada obat yang menyembuhkan asma secara total, namun dengan strategi manajemen diri yang efektif dapat membantu pasien untuk mengontrol penyakitnya dan mencegah gejala yang lebih buruk. Self-management diharapkan dapat meningkatkan dan mempertahankan kualitas hidup agar penderita asma dapat hidup normal tanpa hambatan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran self-management pada pasien penderita asma di wilayah kerja Puskesmas Kuin Raya Banjarmasin Tahun 2018. Metode: Penelian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien penderita asma yang berkunjung ke Puskesmas Kuin Raya Banjarmasin dengan pengambilan sampel menggunakan teknik accident sampling, jumlah sampel sebanyak 30. Alat ukur penelitian menggunakan kuesioner dengan menggunakan analisa data univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil: Karakteristik responden berdasarkan umur, pendidikan, dan pekerjaan di wilayah kerja Puskesmas Kuin Raya Banjarmasin Tahun 2018 di dapatkan mayoritas responden umur dewasa awal 26-35 tahun yaitu 19 orang (63,3%), berpendidikan SD/sederajat berjumlah 13 orang (43,3%) dan pekerjaan terbanyak yaitu swasta dengan jumlah 15 orang (50%). Praktik Self-Management pada Pasien Penderita Asma di Puskesmas Kuin Raya Banjarmasin mayoritas dalam kategori cukup sebanyak 18 responden (60%). Kesimpulan: Praktik self-managemt yang dilakukan oleh pasien penderita asma yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kuin Raya adalah cukup.
KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA KEBAKARAN DI KOTA BANJARMASIN (Community Preparedness to Prevent Fire Disaster in the City of Banjarmasin) Dyah Trifianingsih; Dwi Martha Agustina; Elisa Tara
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v7i1.301

Abstract

ABSTRAK Bencana kebakaran memberikan dampak yang mempengaruhi kehidupan dan harta benda. Besarnya dampak semakin parah di tempat-tempat dengan tingkat kesiapsiagaan bencana kebakaran yang rendah. Kesiapsiagaan bencana salah satu elemen penting dalam pengurangan risiko bencana dan meliputi kesadaran masyarakat, kesiapan memberikan tanggapan yang tepat dan pemulihan yang cepat. Masyarakat memiliki peran dalam mengurangi resiko kebencanaan kebakaran. Komunitas dan masyarakat perlu memperkuat dan meningkatkan kemampuan dalam kesiapsiagaan bencana pada daerah dan tingkat komunitasnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesiapsiagaan masyarakat di Kelurahan Pekauman Banjarmasin dalam menghadapi bencana kebakaran. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif. Penggumpulan data menggunakan kuesioner. Sampel sebanyak 74 kepala keluarga di Kelurahan Pekauman RT.09 RW.01 yang diambil dengan total sampling. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi. Dari hasil penelitian diperoleh kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kebakaran mayoritas berada dalam kategori sangat siap sebanyak 44 (59,5%), dan paling sedikit berada di kategori hamper siap sebanyak 7 (9,5%). Pemberdayaan masyarakat dapat mencegah terjadinya bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan jika terjadi kebakaran. Kata kunci: kebakaran, kesiapsiagaan, komunitas. DAFTAR PUSTAKA Arismawati, M.D & Wijaya, O. (2019). Analisis Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Kebakaran Pada Kawasan Pemukiman Padat Penduduk (Studi Kasus Kelurahan Prawirodirjan Yogyakarta). Artikel Kesehatan Masyarakat, Universitas Ahmad Dahlan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2019). Daftar Bencana Informasi Indonesia (Dibi). Jakarta:BNPB Baker, L. R., & Cormier, L. A. (2012). Disaster Preparedness and Families of Children with Special Needs: A Geographic Comparison. Journal of Community Health, 38(1), 106–112. Chan, E. Y. Y., Kim, J. H., Lin, C., Cheung, E. Y. L., & Lee, P. P. Y. (2012). Is Previous Disaster Experience a Good Predictor for Disaster Preparedness in Extreme Poverty Households in Remote Muslim Minority Based Community in China?. Journal of Immigrant and Minority Health, 16(3), 466–472. Dantzler, D. (2013). Basic household disaster preparedness decisionalInfluences among male federal employees in the national Capital region. Dissertation Doctor of Philosophy Capella University. ProQuest LLC. UMI Number:3559889. Farisa, F.C. (2018). BNPB: Selama 2018, Ada 1.999 Kejadian Bencana Kebakaran. Kompas.com. Retrieved 5 November 2020 at 13:20 WITA From Https://Nasional.Kompas.Com/Read/2018/10/25/22572321/Bnpb-Selama-2018ada-1999-Kejadian-Bencana Gowing, J. R., Walker, K. N., Elmer, S. L., & Cummings, E. A. (2017). Disaster Preparedness among Health Professionals and Support Staff: What is Effective? An Integrative Literature Review. Prehospital and Disaster Medicine, 32(03), 321–328. Haswar, Andi. M. (2021). Ada 45 Kasus Kebakaran dalam 5 Bulan di Banjarmasin, 2 Orang Meninggal Dunia. Retrieved from https://regional.kompas.com/read/2021/05/20/215702278/ada-45-kasus-kebakaran-dalam-5-bulan-di-banjarmasin-2-orang-meninggal-dunia. Hermon, Dedi. (2015). Geografi Bencana Alam. Jakarta Jaslow, D., Ufberg, J., Yoon, R., McQueen, C., Zecher, D., & Jakubowski, G. (2005). Fire Safety Knowledge and Practices Among Residents of an Assisted Living Facility. Prehospital and Disaster Medicine, 20(02), 134–138. Kuntoro, C. (2017). Implementasi Manajemen Risiko Kebakaran Berdasarkan (Is) ISO 31000 PT Apac. Inti Corpora. HIGEIA, 1(4), pp. 109-119 Martanto, C., Aji, A., & Parman, S. (2017). Kajian Kesiapsiagaan Masyarakat dalam menghadapi Bencana Kebakaran di Kelurahan Kembangsari Kecamatan Semarang Tengah. Edu Geography,2LIPI-UNESCO/ISDR. (2006). Kajian Kesiapsiagaan Masyarakat dalam mengantisipasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami. Nakao, R., Kawasaki, R., & Ohnishi, M. (2019). Disaster preparedness of hillside residential area in Nagasaki city, Japan: evaluations regarding experiences related to a fire. Journal of Rural Medicine, 14(1), 95–102. National Fire Protection Association (NFPA). (2018). Standar for Portable Fire Extinguisherts. USA Nugroho. (2015). Preparedness Assessment Tools For Indonesia. Jakarta: Humanitarian Forum Indonesia & MDM. Pahriannoor, Fauzan, A., & Hadi, Z. (2020). Relationship Of Knowlage And Nurse Attitude With Fire Prevention And Management Of Fire Ar RSUD Ulin Banjarmasin In 2020. Artikel Kesehatan Masyarakat. pdf Thomas, Tracy N., Griffith, Michelle Leander ., Harp, Victoria., Joan P. Cioffi. (2015). Influences of Preparedness Knowledge and Beliefs on Household Disaster Preparedness. 64(35); 965-971 Yulia, F. C. (2020). Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Kebakaran di Kampung Pelangi Kota Semarang Tahun 2020. Retrived 7 Mei 2021, from http://lib.unnes.ac.id/41191/1/3201416048.
CORRELATION OF FAMILY EMOTIONAL SUPPORT AND LEVEL OF PAIN IN CHILDREN ACUTE LYMPHOBLASTIC LEUKEMIA DUE TO CHEMOTHERAPY Safariah Anggraini; Dyah Trifianingsih
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 8, No 2 (2017): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.353 KB)

Abstract

Background : Acute Lymphoblastic Leukemia is a malignant disease in blood-forming organs and is the most common type of cancer in children. In Hemato Oncology Room Tulip III A Ulin Hospital Banjarmasin in 2016 there are 88 children with Acute Lymphoblastic Leukemia. The phenomenon that occurs is the child feels pain due to side effects of chemotherapy. Emotional support of the family to the child is needed, because the positive feeling or energy provided to make children feel safe, peaceful, and loved, so as to reduce or minimize the pain felt by the child.Objective : To know the relation of emotional support of family with level of pain in child Acute Lymphoblastic Leukemia due to chemotherapy in Hemato Oncology Room Tulip III A Ulin Hospital Banjarmasin. Method : This research is a quantitative research with cross sectional design. The research population is family and children Acute Lymphoblastic Leukemia who experience pain due to chemotherapy at Hemato Oncology Room Tulip III A Ulin Hospital Banjarmasin. The sample was taken using purposive sampling technique that is 30 respondents. Data collection used questionnaire method and observation sheet. Data analysis used Spearman Rank test analysis at α = 0,05.Results : From the 30 respondents who provided emotional support to the acute lymphoblastic leukemia family, 18 respondents (60.0%) often gave emotional support to their families. Level of pain in children Acute Lymphoblastic Leukemia due to chemotherapy of 30 respondents / children who showed moderate pain is 19 respondents (63.3%). Spearman Rank correlation coefficient shows 0,380 significance 0,038 with () 0,05.Conclusion : There is a correlation between the emotional support of the family and the level of pain in children Acute Lymphoblastic Leukemia due to chemotherapy (p = 0.038). Keywords : Child, Acute Lymphoblastic Leukemia, Family Emotional Support, Pain Rate
TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG TRIASE EMERGENCY SEVERITY INDEX (ESI) DI UGD RSUD HADJI BOEJASIN PELAIHARI (The Level of Nurses Knowledge about Triase Emergency Severity Index (ESI) at Emergency Room RSUD Hadji Boejasin Pelaihari) Dyah Trifianingsih; Ermeisi Er Unja; Agiarti Agiarti
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v7i2.359

Abstract

AbstrakPelayanan tindakan di Unit gawat Darurat (UGD) harus diupayakan seoptimal mungkin dan dengan cepat-tepat dneganmenerapkan triase. Emergency Severity Index (ESI) merupakan salah satu instrument triase yang menggunakan 5 leveltingkat prioritas penanganan pasien. Ketidakakuratan triase dapat mengakibatkan hasil klinis yang jelek bagi pasien,memanjangnya waktu pasien untuk mendapatkan perawatan, ketidakefisienan pada penggunaan sumber daya dan fasilitas,dan bahkan meningkatkan angka mortalitas dan morbiditas pasien. Dalam melakukan pemilahan triase, hal yang sangatdiperlukan adalah pengetahuan dan keterampilan perawat untuk mengambil keputusan klinis agar dalam menangani pasien,bisa lebih optimal dan terarah. Pengetahuan menjadi faktor utama dalam mendukung pengambilan keputusan prioritastriase pasien. Selain itu, diperlukan juga pola pikir kritis yang diperoleh dengan bekal pengetahuan, pelatihan sertapengalaman. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan gambaran kemampuan pengetahuan perawat tentang triase ESI.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan sampel yang diteliti adalah seluruh perawat di UGDRSUD Hadji Boejasin Pelaihari berjumlah 25 responden, yang diambil dengan tekhnik total sampling. Pengambilan datamenggunakan kuesioner, dan data dianalisis dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkanmayoritas sebanyak 72% responden memiliki pengetahuan yang baik tentang triase ESI. Terjaminnya pelaksanaan triaseyang optimal berfokus pada keselamatan pasien, diikuti dengan penyebaran informasi, sosialisasi, pelaksanaan seminarataupun pelatihan triase kepada perawat gawat darurat sangatlah diperlukan sebagai bentuk tindak lanjut.Kata kunci: emergency severity indeks (ESI), pengetahuan, triase.
TANGGAP BAHAYA TERSEDAK DAN PENATALAKSANAANYA PADA ANAK Dyah Trifianingsih; Sapariah Anggraini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11571

Abstract

ABSTRAKSalah satu kegawatdaruratan yang sering menimpa anak usia dini adalah tersedak sehingga perlu kesiapan dalam penanganan secara cepat dan tepat pada kasus tersedak yang dapat meningkatkan keberhasilan dan tingkat kelangsungan hidup. Tujuan pengabdian masyarakat ini bertujuan melakukan pemberdayaan masyarakat terutama pada guru dan orang tua yang memiliki anak usia dini dalam penanganan kasus tersedak pada anak. Metode pendekatan yang dilakukan berupa pendidikan kesehatan dengan ceramah, diskusi, dan demonstrasi penatalaksanaan tersedak pada bayi dan anak. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada tanggal 7 Desember 2021 bertempat di TK Pembina Banjarmasin. Peserta terdiri dari guru dan orang tua siswa sebanyak 18 orang yang terdiri 7 guru dan 11 orang tua siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan secara bertahap, yaitu penyuluhan terkait tersedak melalui ceramah dan diskusi, dilanjutkan pemutaran video dan mendemonstrasikan teknik penanganan tersedak, evaluasi dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada peserta di awal (pre-test) dan di akhir (post-test). Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat yang tim lakukan didapatkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan guru dan orang tua dalam penanganan tersedak dilihat dari perubahan nilai rata-rata yang diperoleh, yaitu sebelum diberikan edukasi sebesar 8,44 dan setelah pemberian edukasi meningkat sebesar 9,67. Saran dari hasil pengabdian masyarakat ini perlunya pertimbangan pihak sekolah untuk menciptakan kesadaran guru dan memasukkan kursus pertolongan pertama darurat tersedak dalam kurikulum. Kata kunci: pengetahuan; tanggap darurat; tersedak; taman kanak-kanak One of the emergencies that often afflicts early childhood is choking, so it is necessary to be prepared for quick and appropriate treatment in cases of choking which can increase success and survival rates. The purpose of this community service is to empower the community, especially teachers and parents who have early childhood in handling cases of choking in children. The approach method used is in the form of health education with lectures, discussions, and demonstrations on the management of choking in infants and children. The implementation of this community service was carried out on December 7, 2021 at the TK Pembina Banjarmasin. Participants consisted of 18 teachers and parents consisting of 7 teachers and 11 students' parents. Community service activities are carried out in stages, namely counseling related to choking through lectures and discussions, followed by video playback and demonstration of choking handling techniques, evaluation is carried out by giving questionnaires to participants at the beginning (pre-test) and at the end (post-test). Based on the results of the community service that the team did, it was found that there was an increase in the knowledge of teachers and parents in handling choking seen from the change in the average value obtained, namely before being given education it was 8.44 and after giving education it increased by 9.67. Suggestions from the results of this community service need consideration from the school to create teacher awareness and include choking emergency first aid courses in the curriculum. Keywords: knowledge; emergency response; choking; kindergarten
Knowledge And Self-Efficacy Of Teachers And Parents In Giving First Aid To Children When Choking In Paud Banjarmasin Dyah Trifianingsih; Sapariah Anggaraini
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal eduHealth, Periode Januari-Maret, 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.715 KB)

Abstract

Choking causes children to have difficulty breathing, which, if left too long, the body can experience a lack of oxygen, resulting in death. Knowledge and skills are needed for teachers and parents, especially those with early childhood, in the proper handling of choking to increase success and survival rates. Good knowledge makes individuals more confident in the actions they will take. Self-efficacy influences the steps a person will take. This study aimed to determine the relationship between teachers' and parents' knowledge and self-efficacy in providing children first aid when they choke at Kindergarten Pembina Banjarmasin. This study used an observational research method with a cross-sectional approach. Data collection tool in the form of a questionnaire. The sample used in this study was 83 respondents (consisting of 12 teachers and 71 parents of students). Data analysis will be carried out using univariate analysis with a frequency distribution to see the demographics of respondents and bivariate analysis with chi-square. The results obtained were that the majority of 78.3% of respondents had good knowledge, 80.7% of the majority of respondents had high self-efficacy, and there was a significant relationship between Knowledge and Self-efficacy of teachers and parents in providing first aid for children when choking (p-value 0.000; α 0.05). It is vital to increase knowledge which can later increase self-efficacy for teachers and parents in providing choking treatment for children.
HIDUP SEHAT BEBAS DARI ASAP ROKOK BAGI MASYARAKAT WILAYAH SAKA PERMAI BELITUNG SELATAN KOTA BANJARMASIN Warjiman Warjiman; Ermeisi Er Unja; Dyah Trifianingsih
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v1i1.138

Abstract

Warjiman 1*, Unja, Ermeisi Er2, Trifianingsih, Dyah3 1,2,3Program Studi Sarjana Keperawatan dan Ners STIKES Suaka Insan *Email : warjiman99@gmail.com ABSTRAK Mewujudkan masyarakat sehat dengan lingkungan yang bersih tanpa asap rokok bukanlah hal yang mudah. Tidak akan optimal jika dilaksanakan sebagian kecil dari masyarakat dan butuh upaya dari setiap orang. Data yang didapatkan dari 100 orang laki-laki di Wilayah Saka Permai, terdapat 53 orang (53%) kepala keluarga yang merupakan perokok aktiv setiap hari, 9 orang (9%) merokok hanya kadang-kadang, dan 48 orang (48%) mengaku tidak merokok atau sudah berhenti dari merokok. Data pengetahuan tentang merokok, yaitu 58 orang (58%) memperlihatkan tingkat pengetahuan yang rendah tentang bahaya rokok, 15 orang (15%) memiliki pengetahuan yang cukup sedangkan 27 orang (27%) memiliki pengetahuan yang baik tentang bahaya merokok, sehingga mereka berhenti merokok atau menghindari rokok. Oleh sebab itu perlu dilakukan upaya pencegahan di lingkungan masyarakat. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah kegiatan penyuluhan untuk memberikan penjelasan dan pengetahuan kepada masyarakat dan menyadarkan mereka tentang bahaya rokok. Metode yang digunakan dalam pemecahan masalah ini adalah dengan 1) metode penyuluhan tatap muka dan 2) FGD (Focus Group Discussion). Hasil yang dicapai adalah terjadi peningkatan pengetahuan menjadi lebih baik yaitu 95%. Penyuluhan yang dilakukan melalui metode tatap muka dan Focus Group Discussion sangat membantu dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya rokok. Kata Kunci : Bahaya Rokok, Bebas Asap Rokok, Perokok Aktiv, Penyuluhan Kesehatan