Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN ZEOLIT DAN BATUAN FOSFAT ALAM TERHADAP KETERSEDIAAN P LATOSOL DAN SERAPANNYA OLEH JAGUNG Irwanto, Didi; Saidi, Didi; Peniwiratri, Lelanti
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 19 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v19i2.9466

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian Zeolit dan Batuan Fosfat Alam terhadap ketersediaan P Latosol dan serapannya oleh Jagung (Zea Mays L). Penelitian dilakukan di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama dosis zeolit adalah Z0:0 ton/ha, Z1:1 ton/ha, faktor kedua dosis fosfat batuan P0:0 ton/Ha, P1 :0,4 ton/Ha, dan P2 : 0,8 ton /Ha sehingga kombinasi perlakuan menghasilkan 9 macam kombinasi dengan 3 ulangan akan diperoleh 27 pot percobaan. Parameter awal dan akhir analisis tanah meliputi P-tersedia dan P total pada latosol, P-jaringan, pH H2O latosol, KTK latosol, kandungan P2O5 dalam batuan fosfat, analisis tinggi, dan berat kering tanaman. Penentuan pengaruh perlakuan terhadap parameter digunakan ANOVA (Analisis of varians) taraf 5%, sedangkan untuk membandingkan antar perlakuan digunakan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian zeolit dan batuan fosfat alam berpengaruh nyata terhadap P-tersedia, berat basah tanaman jagung, berat kering tanaman jagung, dan serapan P tanaman jagung, akan tetapi kedua perlakuan ini tidak berpengaruh nyata terhadap pH H2O, KPK Latosol, tinggi tanaman jagung dan P tanaman jaringan jagung.
Analisis Kualitas Tanah Pada Lahan Sawah Dengan Irigasi Air Tercemar Limbah Industri di Kelurahan Tirtomartani Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman Prasetia, Arda Wahyu; Saidi, Didi; Peniwiratri, Lelanti
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 20 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v20i1.13212

Abstract

Pengairan sawah di Kelurahan Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman disuplai saluran irigasi Selokan Mataram. Pencemaran saluran irigasi selokan mataram dapat saja terjadi, karena adanya usaha rumah tangga serta pabrik industri disekitar saluran irigasi. Tanah sawah dikatakan tercemar bila mengalami penurunan kualitas tanah. Upaya peningkatan kualitas tanah dapat dilakukan pengelolaan lahan serta pemberian nutrisi pada tanah. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kualitas dari irigasi air tercemar limbah industri dan mengetahui indeks kualitas tanah pada lahan sawah dengan irigasi air tercemar limbah industri di Kelurahan Tirtomartani Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling serta pengklasifikasian kelas kualitas tanah menggunakan IKT (Indeks Kualitas Tanah) yang dihitung menggunakan metode Minimum Data Set dari Mausbach dan Seybold (1998) dilanjutkan penentuan kriteria kualitas tanah. Pengambilan sampel tanah terdapat empat lokasi antara lain sawah (SK) jarak 90 m dari pintu irigasi, sawah (SA) jarak 83,6 m, sawah (SB) jarak 139,6 m, dan sawah (SC) jarak 207 m dari pintu air irigasi serta setiap lokasi diulang tiga kali. Pengambilan sampel air terdapat dua lokasi yaitu (TA1) titik sumber pencemaran dan (TA2) titik pintu saluran irigasi. Hasil penelitian menunjukkan kualitas air irigasi memenuhi baku mutu air irigasi. Kualitas tanah ditentukan dengan Indeks Kualitas Tanah yang dihitung berdasarkan kriteria Mausbach dan Seybold (1998). Hasil indeks kualitas tanah sawah lokasi K sebesar 0,699 dengan kriteria baik, sawah lokasi A sebesar 0,537 dengan kriteria sedang, sawah lokasi B sebesar 0,593 dengan kriteria sedang, dan sawah lokasi C sebesar 0,624 dengan kriteria baik.
Landfill Leachate as A Soil Conditioner: Effects on Latosol Properties and Spinach (Amaranthus viridis) Growth: Lindi Tempat Pemrosesan Akhir Sebagai Bahan Pembenah Tanah: Dampak Terhadap Sifat Kimia Latosol Dan Pertumbuhan Bayam (Amaranthus viridis) Lutfia Nur Indriyani; Peniwiratri, Lelanti
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 22 No 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v22i2.15723

Abstract

Leachate from the Jetis landfill in Purworejo Regency poses a risk of environmental pollution, but it also contains plant nutrients such as nitrogen, potassium, and organic matter. The purpose of this study is to ascertain how different Jetis landfill leachate concentrations affect the chemical characteristics of Latosol and assess how leachate application affects the spinach growth. A non-factorial totally randomized design was employed in this investigation with 6 treatments and 3 replicates. The treatments consisted of applying leachate at several concentrations, specifically 0% (L0), 20% (L1), 40% (L2), 60% (L3), 80% (L4), and 100% (L5). The soil was incubated with leachate for 30 days and then planted with spinach until the maximum vegetative phase. Data analysis was performed using 5% ANOVA followed by 5% DMRT test. The findings demonstrated that the application of leachate significantly raised the pH, CEC, plant height, number of leaves, wet weight, and dry weight of spinach plants. However, it had no discernible on organic-C, total-N, available-P, and available-K. The application of 20% leachate (L1) produced the highest values for plant height, number of leaves, wet weight, and dry weight of plants, which were significantly different from the control (L0). This Jetis landfill leachate is not yet effective as a fertilizer substitute, but it has the potential to be used as a soil conditioner.
Landfill Leachate as A Soil Conditioner: Effects on Latosol Properties and Spinach (Amaranthus viridis) Growth: Lindi Tempat Pemrosesan Akhir Sebagai Bahan Pembenah Tanah: Dampak Terhadap Sifat Kimia Latosol Dan Pertumbuhan Bayam (Amaranthus viridis) Lutfia Nur Indriyani; Peniwiratri, Lelanti
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 22 No 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v22i2.15723

Abstract

Leachate from the Jetis landfill in Purworejo Regency poses a risk of environmental pollution, but it also contains plant nutrients such as nitrogen, potassium, and organic matter. The purpose of this study is to ascertain how different Jetis landfill leachate concentrations affect the chemical characteristics of Latosol and assess how leachate application affects the spinach growth. A non-factorial totally randomized design was employed in this investigation with 6 treatments and 3 replicates. The treatments consisted of applying leachate at several concentrations, specifically 0% (L0), 20% (L1), 40% (L2), 60% (L3), 80% (L4), and 100% (L5). The soil was incubated with leachate for 30 days and then planted with spinach until the maximum vegetative phase. Data analysis was performed using 5% ANOVA followed by 5% DMRT test. The findings demonstrated that the application of leachate significantly raised the pH, CEC, plant height, number of leaves, wet weight, and dry weight of spinach plants. However, it had no discernible on organic-C, total-N, available-P, and available-K. The application of 20% leachate (L1) produced the highest values for plant height, number of leaves, wet weight, and dry weight of plants, which were significantly different from the control (L0). This Jetis landfill leachate is not yet effective as a fertilizer substitute, but it has the potential to be used as a soil conditioner.