Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Relationship Between Workload and Work Stress With Caring Behavior Of Nurses in Inpatient Rooms Rizkianti, Intan; Haryani, Ani
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2: December 2020
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.329 KB) | DOI: 10.30604/jika.v5i2.338

Abstract

The workload experienced by nurses in the inpatient room needs to be known so, the hospital management can determine the quality and quantity needs. Therefore, there is no excessive workload and will eventually result in work stress. If job stress is not handled, it will affect physical, psychological, and emotional health so that it can affect the caring behavior of nurses. This study aims to determine whether there is a significant relationship between workload and work stress with nurse caring behavior. This study used a correlation design with a cross-sectional approach. A sample of 63 nurses and 126 patients was selected using a simple random sampling technique. The data was collected through a questionnaire. The results of the univariate analysis showed that the average value of caring behavior was 73.47 (SD = 9.004), workload 33.60 (SD = 2.797) and work stress 28.87 (SD = 6.399). Bivariate analysis using the Pearson correlation test. The test results showed that there was no significant relationship between workload and nurse caring behavior (p = 0.067, more than 0.005). Then, there is no significant relationship between work stress and caring behavior (p = 0.545 more than 0.005). The efforts are needed to improve caring behavior through in-house training which includes soft skills and hard skills training. Abstrak: Beban kerja yang dialami oleh perawat di ruang rawat inap perlu diketahui agar pihak manajemen rumah sakit dapat menententukan kebutuhan kualitas dan kuantiatasnya sehingga tidak terjadi beban kerja yang berlebih dan pada akhirnya akan mengakibatkan stres kerja. Bila stres kerja tidak ditangani maka akan mempengaruhi terhadap kesehatan fisik, psikologis, dan emosional sehingga dapat mempengaruhi perilaku caring perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan yang signifikan antara beban kerja dan stres kerja dengan perilaku caring perawat. Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 63 perawat dan 126 pasien dipilih dengan menggunakan teknik simpel random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Hasil analisa univariat didapatkan nilai rata-rata perilaku caring yaitu 73,47 (SD=9,004), beban kerja 33,60 (SD=2,797) dan stres kerja 28,87 (SD=6,399). Analisa bivariat menggunakan uji pearson korelasi. Hasil uji menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara beban kerja dengan perilaku caring perawat (p=0,067 lebih dari 0,05). Dan tidak ada hubungan yang bermakna antara stres kerja dengan perilaku caring (p=0,545 lebih dari 0,05). Perlu upaya dalam meningkatkan perilaku caring melalui in house training yang meliputi pelatihan soft skills dan hard skills.
Description of community perceptions of nurse professionalism Siti Sonniya; Ani Haryani; Lukmanulhakim Lukmanulhakim; Intan Rizkianti
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i3.2023

Abstract

Background: Attention to the professionalism of nursing personnel is increasing in society because it has a close influence on the quality of health services. So it is important to apply the values of professionalism to nurses as a foundation to ensure the quality of nursing care. Purpose: This study was to determine the description of community perceptions of nurse professionalism. Methods: This study used a descriptive quantitative approach with a cross-sectional approach. The research sample was taken using purposive sampling technique involving 106 respondents. Data collection was carried out through the use of a nurse professionalism questionnaire that had been tested for validity and reliability to 30 residents in Serang City with a Cronbach's Alpha value of 0.884. Results: Showed that most respondents rated the professionalism of nurses in the low category (56.6%). In the sub-variables, most respondents rated humanity, justice, and humility in the high category. The percentage of respondents who rated the low and high categories on the altruism sub-variable was the same (50%). Meanwhile, on the sub-variables of integrity, advocacy, compassion, inclusiveness, autonomy, courage, and caring, respondents rated the category low. Judging from the hospital, the public gave a high assessment of nurse professionalism in Regional Public Hospitals (43.7%), Official Hospitals (43.3%), and Private Hospitals (43.2%). Conclusions: Efforts are needed to increase the value of nurses' professionalism by providing additional support through training, internal career development opportunities by moving to other units, and higher further education. Abstrak: Latar Belakang: Perhatian terhadap profesionalisme tenaga keperawatan meningkat di masyarakat karena memiliki pengaruh erat terhadap kualitas pelayanan kesehatan. Maka penting untuk menerapkan nilai-nilai profesionalisme pada perawat sebagai landasan untuk menjamin kualitas asuhan keperawatan. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran persepsi masyarakat terhadap profesionalisme perawat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan melibatkan 106 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui penggunaan kuesioner profesionalisme perawat yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas kepada 30 warga di Kota Serang dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,884. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai profesionalisme perawat dalam kategori rendah (56,6%). Pada sub-variabel, sebagian besar responden menilai kemanusiaan, keadilan, dan kerendahan hati dalam kategori tinggi. Persentase responden yang menilai kategori rendah dan tinggi pada sub-variabel altruisme adalah sama (50%). Sementara itu, pada sub-variabel integritas, advokasi, compassion, inklusifitas, otonomi, keberanian, dan caring, responden menilai kategori rendah. Dilihat dari rumah sakit, masyarakat memberikan penilaian tinggi terhadap profesionalisme perawat di RS Umum Daerah (43,7%), RS Kedinasan (43,3%), dan RS Swasta (43,2%). Kesimpulan: Diperlukan upaya untuk meningkatkan nilai profesionalisme perawat dengan memberi dukungan tambahan melalui pelatihan, kesempatan pengembangan karir internal dengan pindah ke unit lain, dan pendidikan lanjutan yang lebih tinggi.
Persepsi Perawat Tentang Profesionalisme Keperawatan Febriani, Putri; Haryani, Ani; Wulandari, Indah; Kamal, Musadad; Rizkianti, Intan
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 8 No 1 (2024): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v8i1.321

Abstract

Latar belakang: Profesionalisme keperawatan memiliki dampak dalam penyelenggaraan layanan keperawatan. Selain itu persepsi perawat terhadap profesionalisme juga dapat mempengaruhi kualitas pelayanan keperawatan. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengidentifikasi persepsi perawat tentang profesionalisme keperawatan. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif fenomologi dan jumlah sampel yang diambil 13 parisipan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi perawat tentang perawat professional adalah perawat yang dapat mengatasi permasalahan pasien melalui asuhan keperawatan yang dilandasi aspek pengetahuan, keterampilan, rasa empati dan caring sebagai aspek afektif, serta bekerja mengikuti aturan dan berintegritas. Kesimpulan Penelitian ini bisa dijadikan bahan evaluasi bagi lahan penelitian untuk meningkatkan pemahaman perawat tentang profesionalisme keperawatan, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan yang prima.