Sugiarti , Sugiarti
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor-faktor yang mempengaruhi Hiperemesis Gravidarum pada ibu hamil Trimester I Di TPMB N Kabupaten Tangerang Muninggar, Muninggar; Sugiarti , Sugiarti
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v6i1.9903

Abstract

Hiperemesis gravidarum apabila tidak segera ditangani secara medis dapat berpengaruh buruk pada kesehatan fisik dan psikologis pada ibu hamil,  serta pertumbuhan bayi di dalam kandungan. Beberapa faktor predisposisi yang dapat menimbulkan terjadinya hiperemesis gravidarum diantaranya umur, paritas, pendidikan dan pekerjaan ibu. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi hiperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di PMB N Kabupaten Tangerang tahun 2023. Metode penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ibu hamil yang mengalami hiperemesi gravidarum yang melakukan pemeriksaan pada bulan Januari-Desember 2023 di PMB N Kabupaten Tangerang sebanyak 63 responden dengan teknik total sampling. Data primer dianalisis menggunakan uji chi suare. Hasil Penelitian sebagian besar dengan hiperemesis gravidarum ringan/sedang 74,6%, umur tidak berisiko 76,2%, paritas multipara/grandemultipara 66,7%, pendidikan tinggi 60,3%, dan tidak bekerja 60,3%. Hasil analisis bivariat ada hubungan antara faktor umur (p value = 0,001), paritas (p value = 0,000), pendidikan (p value = 0,002) dan  pekerjaan (p value = 0,000) dengan hiperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Ada hubungan antara faktor umur, paritas, pendidikan dan  pekerjaan dengan hiperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Tenaga Kesehatan diharapkan agar dapat memberikan informasi diantaranya melalui penyuluhan demi meningkatkan pemahaman ibu hamil bahwa ada berbagai faktor yang berkorelasi dengan kejadian hiperemesis gravidarum.