Rahayuni, Ni Wayan Sri
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Socialization of Lactation Massage to Postpartum Mother Dwiyanti, Ni Kadek Neza; Rahayuni, Ni Wayan Sri
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Abdimas ITEKES Bali September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v1i1.395

Abstract

Indonesia's health profile in 2016 shows that the coverage of infants who are breastfed for up to six months is only 29.5%. This figure is still far from the national target of 80%. Based on data from the profile of the Bali Provincial Health Office, the coverage rate of exclusive breastfeeding in Bali is 72.8%. By district or city, exclusive breastfeeding coverage in Badung Regency is 70.29%, Buleleng 61.95%, Gianyar is 80.02%, Jembrana is 84.7%, Karangasem is 69.68%. From these data, it can be seen that Gianyar Regency and Jembrana Regency have succeeded in achieving the national target (Bali Provincial Health Office, 2016). Meanwhile, the percentage of babies who received exclusive breastfeeding specifically at the age of 0 to 6 months in Bali Province was 30.1% (Kemenkes, 2016) The role of midwives in carrying out their profession must be in accordance with the existing midwifery concept in accordance with the results of the 2011 IBI National Work Meeting. One of the roles of the midwife during the postpartum period is to make home visits at least 3 times to monitor the condition of the mother and baby after giving birth and ensure that the baby is exclusively breastfed. In addition to home visits, the role of the midwife is also to provide counseling, counseling and socialization regarding proper breast care through lactation massage (Maternal and Child Health, 2016). The target of the program that will be carried out is to improve the health of mothers and babies by providing socialization about lactation massage to facilitate milk production. The output of the resulting program is an increase in the health status of mothers and babies.
Level Of Knowledge, Education, Income And Parenting Patterns Of Toddler Children On Stunting Incidents Rahayuni, Ni Wayan Sri; Indriana, Ni Putu Riza Kurnia; Dwiyanti, Ni Kadek Neza; Noriani, Ni Ketut
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i10.17923

Abstract

Latar Belakang : Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak dibawah lima tahun (balita) yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, sehingga menyebabkan anak gagal tumbuh (pendek) tidak sesuai dengan usianya. Stunting adalah ukuran yang tepat untuk mengidentifikasikan terjadinya kurang gizi jangka Panjang pada anak-anak. Anak balita dengan stunting bisa menjadi indikator kunci yang sensitive dari kesehatan ibu dan anak.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, pendidikan, penghasilan orang tua dan pola asuh anak balita terhadap kejadian stunting pada balita Usia 12-59 bulan.Metode : Jenis penelitian observasional dengan rancangan Cross sectional. dilakukan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kuta Selatan. Sample adalah seluruh ibu yang memiliki balita 12-59 bulan pada bulan 2 September 2022 sampai 31 Oktober 2022. Jumlah sampel  sebanyak 93 orang ibu yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner.Hasil : Berdasarkan analisis data dengan menggunakan uji Chi square menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan (0,037), Pendidikan (0,019), penghasilan orang tua (0,034), dan pola asuh anak balita (0,025)Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting karena nilai P value < 0,05.Saran : Bagi Puskesmas dapat merencanakan program pencegahan pada balita stunting dengan lebih meningkatkan pengarahan tentang masalah stunting, bagi responden untuk rutin memantau pertumbuhan balita diantaranya melalui penimbangan dan pengukuran tinggi badan pada balita agar mengurangi resiko terjadinya balita stunting dimasa mendatang. Kata Kunci : Pengetahuan, Pendidikan, Penghasilan, Pola asuh ABSTRACT Background: Stunting is a condition of failure to grow in children under five years (toddlers) which is caused by chronic malnutrition, causing the child to fail to grow (short) inappropriate for his age. Stunting is an appropriate measure to identify long-term malnutrition in children. Children under five with stunting can be a sensitive key indicator of maternal and child health. Objective: This study aims to determine the relationship between level of knowledge, education, parental income and parenting patterns of toddlers on the incidence of stunting in toddlers aged 12-59 months. Method: This type of observational research with a cross sectional design. carried out in the UPTD Work Area of the South Kuta Health Center. The sample was all mothers who had toddlers aged 12-59 months from 2 September 2022 to 31 October 2022. The total sample was 93 mothers who were selected using the purposive sampling method. Data was collected using a questionnaire. Results: Based on data analysis using the Chi square test, it shows that the level of knowledge (0.037), education (0.019), parents' income (0.034), and parenting patterns for children under five (0.025) Conclusion: There is a significant relationship with the incidence of stunting because the P value is <0.05. Suggestions: Community health centers can plan prevention programs for stunting toddlers by further increasing guidance on the problem of stunting, for respondents to routinely monitor toddler growth, including by weighing and measuring the height of toddlers in order to reduce the risk of stunting toddlers in the future. Keywords: Knowledge, Education, Income, Parenting style   
Kuesioner Pra Skrining Perkembangan: Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Perkembangan Balita Usia 1-3 Tahun Indriana, Ni Putu Riza Kurnia; Rahayuni, Ni Wayan Sri; Sagitha, I Gede Edy; Teja, Ni Made Ayu Yulia Raswati
Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 (2023): Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 Juli 2023
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v10i1.326

Abstract

Faktor yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak penting diketahui untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status perkembangan balita usia 1-3 tahun. Penelitian menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Posyandu lingkungan Kelurahan Panjer, pada bulan Agustus sampai Oktober 2022. Sampel penelitian ini adalah semua orang tua yang memiliki balita usia 1-3 tahun yang datang ke posyandu di Kelurahan Panjer dengan memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Hasilnya, Tidak terdapat hubungan signifikan antara berat badan lahir dan jumlah saudara dengan status perkembangan usia 1-3 tahun dengan nilai p-value > 0,05. Terdapat hubungan signifikan antara status gizi, penghasilan orang tua dan pendidikan orang tua dengan status perkembangan balita usia 1-3 tahun dengan p-value < 0,05. Status gizi merupakan faktor yang paling signifikan terhadap status perkembangan balita usia 1-3 tahun dengan nilai p-value 0,001. Terdapat hubungan signifikan antara status gizi, penghasilan orang tua dan pendidikan orang tua terhadap status perkembangan balita usia 1-3 tahun. Faktor status gizi adalah yang paling signifikan.   Factors that can affect children's growth and development are important to know to achieve optimal growth and development. This study aims to determine the factors associated with the developmental status of toddlers aged 1-3 years. The study used a cross sectional design. The research was conducted at the Posyandu in the Panjer Village neighborhood, from August to October 2022. The sample of this study were all parents who had toddlers aged 1-3 years who came to the posyandu in Panjer Village by meeting the inclusion and exclusion criteria. As results, there is no significant relationship between birth weight and the number of siblings with the developmental status of 1-3 years old with a p-value> 0.05. There is a significant relationship between nutritional status, parental income and parental education with the developmental status of toddlers aged 1-3 years with a p-value <0.05. Nutritional status is the most significant factor in the developmental status of toddlers aged 1-3 years with a p-value of 0.001.In Conclusion, there is a significant relationship between nutritional status, parental income and parental education on the developmental status of toddlers aged 1-3 years. The nutritional status factor is the most significant.
Monitoring Of Contraception Pill Consumption Based On Application To Improve Contraception Success In Contraception Pill Acceptors Noriani, Ni Ketut; Dwiyanti, Ni Kadek Neza; Rahayuni, Ni Wayan Sri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.20828

Abstract

Latar Belakang: Kontrasepsi adalah upaya mencegah kehamilan yang bersifat sementara atau menetap, yang dapat dilakukan tanpa menggunakan alat, secara mekanis, menggunakan alat/ obat, atau dengan operasi. Tujuan dari penggunaan kontrasepsi adalah menghindari atau mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat adanya pertemuan antara sel telur dengan sel sperma. Berdasarkan maksud dan tujuan kontrasepsi, maka yang membutuhkan kontrasepsi adalah pasangan yang aktif melakukan hubungan seks dan kedua-duanya memiliki kesuburan normal namun tidak menghendaki kehamilan. Kontrasepsi terbagi menjadi dua macam yaitu kontrasepsi hormonal dan kontrasepsi nonhormonal (Zettira & Nisa, 2015).Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan alat kontrasepsi pil KB terhadap kesehatan wanita.Metode Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional, melibatkan 100 subjek penelitian yang terdiri dari wanita yang sedang atau pernah menggunakan pil KB. Pemilihan subjek dilakukan melalui teknik non-probability sampling dengan metode accidental sampling. Hasil penelitian diharapkan memberikan wawasan mengenai efek penggunaan pil KB melalui penggunaan aplikasi KB. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program kesehatan reproduksi yang lebih baik penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan, kepuasan, dan kepatuhan pengguna terhadap aplikasi kontrasepsi pil KB. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan 100 subjek yang terdiri dari wanita yang sedang atau pernah menggunakan pil KB, penelitian ini menerapkan metode non-probability sampling melalui accidental sampling.Hasil: Hasil menunjukkan bahwa 60% responden memiliki pengetahuan tinggi, yang berkontribusi pada pengambilan keputusan yang lebih baik.Kesimpulan: Pendidikan dan penyuluhan yang efektif terbukti penting dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat. Tingkat kepuasan pengguna aplikasi juga tinggi, dengan 40% responden sangat puas, sementara 45% merasa puas. Kepuasan ini dapat meningkatkan loyalitas pengguna dan reputasi layanan. Sebanyak 60% responden menggunakan aplikasi setiap hari, menunjukkan bahwa layanan ini menjadi bagian penting dari rutinitas mereka.Saran: Penelitian ini menekankan perlunya program intervensi untuk kelompok dengan pengetahuan rendah serta strategi untuk meningkatkan pengalaman pengguna bagi mereka yang kurang puas dan jarang menggunakan layanan. Kata Kunci:Pengetahuan, Kepatuhan, Aplikasi KB pilABSTRACT Background: Contraception is an effort to prevent pregnancy that is temporary or permanent, which can be done without using tools, mechanically, using tools/drugs, or by surgery. The purpose of using contraception is to avoid or prevent pregnancy as a result of the meeting between the egg cell and the sperm cell. Based on the intent and purpose of contraception, those who need contraception are couples who are sexually active and both have normal fertility but do not want pregnancy. Contraception is divided into two types, namely hormonal contraception and non-hormonal contraception (Zettira & Nisa, 2015).Objective: This study aims to analyze the impact of the use of birth control pills on women's health.Method The method used is quantitative with a cross-sectional design, involving 100 research subjects consisting of women who are or have used birth control pills. Subject selection was carried out through a non-probability sampling technique with an accidental sampling method. The results of the study are expected to provide insight into the effects of using birth control pills through the use of the KB application. These findings are expected to be the basis for the development of better reproductive health programs. This study aims to evaluate the level of knowledge, satisfaction, and compliance of users with the birth control pill contraceptive application. This study uses a cross-sectional design with 100 subjects consisting of women who are or have used birth control pills, this study applies a non-probability sampling method through accidental sampling.Results: The results show that 60% of respondents have high knowledge, which contributes to better decision making.Conclusion: Effective education and counseling have proven important in increasing public knowledge. The level of satisfaction of the application users is also high, with 40% of respondents very satisfied, while 45% are satisfied. This satisfaction can increase user loyalty and service reputation. As many as 60% of respondents use the application every day, indicating that this service is an important part of their routine.Suggestion: This study emphasizes the need for intervention programs for groups with low knowledge as well as strategies to improve user experience for those who are less satisfied and rarely use the service. Keywords: Knowledge, Compliance, Birth control pill application 
Pengaruh Promosi Kesehatan terhadap Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Wanita Usia Subur terhadap Skrining Prakonsepsi untuk Merencanakan Kehamilan yang Sehat di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kuta Selatan Dwiyanti, Ni Kadek Neza; Dewi, Ni Wayan Erviana Puspita; Rahayuni, Ni Wayan Sri; Noriani, Ni Ketut
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.17659

Abstract

ABSTRACT Preconception health is an essential aspect as part of primary and preventive care efforts through health promotion, not only aimed at married women, but also for unmarried women including adolescents and young adults, to be able to create preconception health can be done through preconception screening.Preconception screening aims to ensure that women and their partners are in optimal physical and emotional health status and do not experience health problems at the start of pregnancy. Research design is pre-experimental design. The approach method is carried out using a one group pretest-posttest design approach. The sample is women of childbearing age (WUS) aged 20-30 years who are not married and who are married but do not have. The total sample of 96 WUS people was selected by purposive sampling method that met the inclusion and exclusion criteria. Data was collected using questionnaires. This study aims to determine the effect of health promotion on the knowledge, attitudes and behavior of women of childbearing age towards preconception screening to plan a healthy pregnancy. the results of the Wilcoxon Rank Test on knowledge variables show the results of the analysis that the p-value is 0.0001, on the attitude variable shows that the p-value is 0.0001, while on the behavioral variable shows that the p-value is 0.0001. Because the p-value shows p <0.05 so that H0 is rejected which means that there is an influence of health promotion on WUS knowledge, attitudes and behaviors about preconception screening to plan a healthy pregnancy at UPTD Puskesmas Kuta Selatan.  Keywords: Pregnancy Planning, Knowledge, Behavior, Attitude, Preconception Screening  ABSTRAK Kesehatan prakonsepsi merupakan aspek esensial sebagai bagian dari upaya asuhan primer dan preventif melalui promosi kesehatan, bukan hanya ditujukan pada perempuan yang sudah menikah saja, namun juga bagi perempuan yang belum menikah termasuk remaja dan dewasa muda, untuk dapat menciptakan kesehatan prakonsepsi dapat dilakukan melalui skrining prakonsepsi.Skrining prakonsepsi bertujuan untuk memastikan bahwa wanita dan pasangannya berada dalam status kesehatan fisik dan emosional yang optimal dan tidak mengalami masalah kesehatan saat dimulainya kehamilan. Desain penelitian yaitu pre-experimental design. Metode pendekatan yang dilakukan menggunakan pendekatan one group pretest-posttest design. Sample adalah wanita usia subur (WUS) usia 20-30 tahun  yang belum menikah dan yang sudah menikah namum belum memiliki. Jumlah sampel sebanyak 96 orang WUS yang dipilih dengan metode purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Promosi Kesehatan Terhadap Pengetahuan,Sikap dan Perilaku Wanita Usia Subur Terhadap Skrining Prakonsepsi Untuk Merencanakan Kehamilan Yang Sehat. Hasil uji Wilcoxon Rank Test pada variabel pengetahuan menunjukkan hasil analisis bahwa nilai p-value 0.0001, pada variabel sikap menunjukkan bahwa nilai p-value 0.0001, sedangkan pada variabel perilaku menunjukkan bahwa nilai p-value 0.0001. Karena nilai p-value menunjukkan p <0,05 sehingga H0 ditolak yang artinya ada pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku WUS tentang skrining prakonsepsi untuk merencanakan kehamilan yang sehat di UPTD Puskesmas Kuta Selatan. Kata Kunci: Perencanaan Kehamilan, Pengetahuan, Perilaku, Sikap, Skrining Prakonsepsi
Analisis Pendidikan dan Pengetahuan Wanita Usia Subur Terhadap Skrining Pranikah di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kuta Selatan Dwiyanti, Ni Kadek Neza; Dewi, Ni Wayan Erviana Puspita; Rahayuni, Ni Wayan Sri; Noriani, Ni Ketut
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i2.10859

Abstract

ABSTRACT In today's era, the issue of divorce is an important concern, where the number of divorces is higher than the number of marriages and the fact that the divorce and talak rates reach 60% to 70%. This phenomenon occurs due to the lack of knowledge and readiness of the bride-to-be to build a healthy household. The purpose of this study was to analyze the education and knowledge of women of childbearing age against premarital screening. The research design used a cross-sectional approach with a total sample of 96 Women of Childbearing Age (WUS) with WUS criteria aged 15-30 years selected by the purposive sampling method. The results of the study were tested with Non Parametric Correlation(Spearman Rank) which showed that education has a significant value, known from the Sig.(2-tailed) value of 0.005, because the value of Sig. (2-tailed) <0.05 which means that there is a significant correlation between the education of women of childbearing age and premarital screening. While knowledge has a significant known value from the value of Sig. (2-tailed) of 0.002, due to the value of Sig. (2-tailed) <0.05 which means that there is a significant correlation between the knowledge of women of childbearing age and premarital screening. It can be concluded that WUS education and knowledge have a significant correlation to premarital screening. So that good education will make it easier for someone to get the right information and knowledge, especially premarital screening.  Keywords: Knowledge, Education, WUS, Premarital Screening  ABSTRAK Di era sekarang ini, masalah perceraian menjadi perhatian yang penting, dimana tingginya   jumlah   perceraian dibandingkan   jumlah   pernikahan dan di temukan fakta  bahwa  angka  perceraian  dan  talak mencapai  60%  sampai  70%. Fenomena ini terjadi karena masih kurangnya pengetahuan serta kesiapan dari calon pengantin untuk membangun rumah tangga yang sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pendidikan dan pengetahuan wanita usia subur terhadap skrining pranikah. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional  dengan jumlah sampel sebanyak 96 orang Wanita Usia Subur (WUS) dengan kriteria WUS usia 15-30 tahun yang dipilih dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian diuji dengan Non Parametric Correlation (Rank Spearman) yang menunjukkan bahwa pendidikan memiliki nilai yang signifikan, diketahui dari nilai Sig.(2-tailed) sebesar 0.005, karena nilai Sig. (2-tailed) <0.05 yang artinya ada korelasi signifikan antara pendidikan wanita usia subur terhadap skrining pranikah. Sedangkam pengetahuan memiliki nilai yang signifikan diketahui dari nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0.002, karena nilai Sig. (2-tailed) <0.05 yang artinya ada korelasi signifikan antara pengetahuan wanita usia subur terhadap skrining pranikah. Dapat disimpulkan bahwa pendidikan dan pengetahuan WUS memiliki korelasi yang signifikan  terhadap skrining pranikah. Sehingga pendidikan yang baik akan mempermudah seseorang untuk mendapatkan suatu informasi maupun pengetahuan yang benar khususnya skrining pranikah. Kata Kunci: Pengetahuan, Pendidikan, WUS, Skrining Pranikah