Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENYULUHAN MENGGUNAKAN MEDIA WHATSAPP TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN PRAKTIK SADARI Anggraini, Arie; Nugraheny, Esti; Kasjono, Heru Subaris
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.18554

Abstract

Menurut WHO angka kematian disebabkan oleh kanker payudara yaitu sebesar 12,9%. DIY adalah provinsi dengan angka kejadian terbanyak di Indonesia sebesar 2,4%. Deteksi dini kanker payudara sangat berguna untuk mencegah penyakit kanker payudara, salah satunya dengan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Tujuan untuk menganalisis penyuluhan menggunakan media Whatsapp terhadap pengetahuan, sikap dan praktik SADARI pada remaja putri. Jenis penelitian quasi eksperimen, desain pretest- posttest with control group. Populasi 384 remaja putri, Sampel minimal 95 remaja putri, tekhnik sampel proportionate stratified random sampling. Kelompok eksperimen (Whatsapp) 98 responden dan kontrol (leaflet) 97 responden. Instrument penelitian, Whatsapp, kuesioner, SOP SADARI, leaflet. Analisis data dengan t-test dan Mancova. Sebagian besar responden berusia 14 tahun sebanyak 49 responden (50%), selisih pengetahuan pada kelompok Whatsapp 35,31±15,10 pada kelompok leaflet 22,06±14,71, t-hit=6,2, Lower=9,03 Upper=17,45 p-value=0,000. Selisih sikap pada kelompok Whatsapp 53,77±7,49 pada kelompok leaflet 12,18±7,05 t-hit=39,8, lower=39,53 Upper=43,64 p-value=0,000. Selisih praktik pada kelompok Whatsapp 63,94±10,60 pada kelompok leaflet 45,47±9,57 t-hit=12,7, lower=15,62 Upper=21,32 p-value=0,000. Tidak ada pengaruh variabel luar (pengaruh orang lain dan media massa) terhadap pengetahuan, sikap dan praktik SADARI p-value >0,000. Whatsapp lebih efektif mempengaruhi pengetahuan, sikap dan praktik SADARI dibandingkan leaflet.
Efektivitas model edukasi berbasis kelompok terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku kesehatan reproduksi pranikah Rohmi, Rohmi; Nugraheny, Esti; Suryantara, Bima
Avicenna : Journal of Health Research Vol 9, No 1 (2026): MARET
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/avicenna.v9i1.1754

Abstract

Latar Belakang: Angka kehamilan remaja di negara berpendapatan rendah dan menengah termasuk Indonesia masih tinggi. Berdasarkan data WHO, 39% remaja menikah sebelum berusia 18 tahun dan 12% sebelum berusia 15 tahun. Disisi lain diketahui 10% remaja setuju terhadap perilaku seksual pra nikah. Sehingga diperlukan upaya untuk mengedukasi remaja salah satunya dengan model edukasi berbasis kelompok. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas model edukasi berbasis kelompok terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku Kesehatan reproduksi pranikah di SMP Negeri Tangen Kabupaten Sragen. Metode: peneltian ini merupakan penelitian quasy eksperimen. 297 sampel remaja terpilih dari 1.147 remaja yang dipilih dengan Teknik Simple Random Sampling. Variabel independen dalam penelitian ini pengetahuan, sikap dan perilaku dengan variable dependen model edukasi (berbasis kelompok vs berbasis WA grup). Intervensi meliputi pemberian materi secara langsung 2 sesi edukasi kelompok teman sebaya dan 2 sesi edukasi klasikal. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dikembangkan oleh peneliti dan telah melalui uji validitas reliabilitas. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan mann whitney. Hasil: uji statistik menggunakan mann whitney, pengetahuan pada kelompok kontrol maupun pada kelompok perlakuan diperoleh nilai dengan signifikasi 0,000 (sig < 0,05), sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan pengetahuan seks pranikah remaja sebelum dan setelah diberikan edukasi. Simpulan: model edukasi berbasis kelompok dan grup WA dapat dijadikan alternatif model edukasi untuk meningkatkan pengetahuan remaja terhadap Kesehatan reproduksi pranikah. Diperlukan pengembangan model edukasi berbasis kelompok secara berkesinambungan untuk dapat mengoptimalkan peningkatan sikap dan perilaku remaja mengenai kesehatan reproduksi pranikah.