Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Gangguan Menstruasi Pada Perempuan Dengan Gangguan Jiwa Di Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan tahun 2020 Penny septiani; Fika Minata; Eka Afrika
Kesmas Indonesia Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2021.13.1.3269

Abstract

Kesehatan reproduksi menjadi titik awal perkembangan kesehatan ibu dan anak yang dapat dipersiapkan sejak dini, namun berdasarkan Riskesdas tahun 2012 didapatkan bahwa sebesar 68% perempuan Indonesia usia 10-59 tahun mengalami gangguan menstruasi. Gangguan menstruasi adalah kondisi siklus menstruasi yang mengalami anomali atau kelainan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gangguan menstruasi pada perempuan dengan gangguan jiwa di Rumah Sakit Ernaldi Bahar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kejadian gangguan menstruasi, sedangkan variabel independen, yaitu umur, pengetahuan, status gizi, stres dan terapi antipsikotik. Penelitian ini menggunakan data primer, dengan jumlah sampel sebanyak 234 orang. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami gangguan menstruasi, yaitu sebanyak 152 orang (65%), umur responden kategori risiko rendah 162 orang (69,2%), pengetahuan responden kategori baik 183 orang (78,2%), gizi responden kategori baik 176 orang (75,2%), tingkat stres responden kategori ringan 194 orang (82,9%), responden menjalani terapi antipsikotik kategori risiko tinggi 161 orang (68,8%). Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa ada hubungan antara umur, pengetahuan, status gizi, stres dan terapi antipsikotik secara simultan dan parsial dengan kejadian gangguan menstruasi.
Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Gangguan Menstruasi Pada Perempuan Dengan Gangguan Jiwa Di Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan tahun 2020 Penny septiani; Fika Minata; Eka Afrika
Kesmas Indonesia Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2021.13.1.3269

Abstract

Kesehatan reproduksi menjadi titik awal perkembangan kesehatan ibu dan anak yang dapat dipersiapkan sejak dini, namun berdasarkan Riskesdas tahun 2012 didapatkan bahwa sebesar 68% perempuan Indonesia usia 10-59 tahun mengalami gangguan menstruasi. Gangguan menstruasi adalah kondisi siklus menstruasi yang mengalami anomali atau kelainan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gangguan menstruasi pada perempuan dengan gangguan jiwa di Rumah Sakit Ernaldi Bahar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kejadian gangguan menstruasi, sedangkan variabel independen, yaitu umur, pengetahuan, status gizi, stres dan terapi antipsikotik. Penelitian ini menggunakan data primer, dengan jumlah sampel sebanyak 234 orang. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami gangguan menstruasi, yaitu sebanyak 152 orang (65%), umur responden kategori risiko rendah 162 orang (69,2%), pengetahuan responden kategori baik 183 orang (78,2%), gizi responden kategori baik 176 orang (75,2%), tingkat stres responden kategori ringan 194 orang (82,9%), responden menjalani terapi antipsikotik kategori risiko tinggi 161 orang (68,8%). Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa ada hubungan antara umur, pengetahuan, status gizi, stres dan terapi antipsikotik secara simultan dan parsial dengan kejadian gangguan menstruasi.
1035325 The Relationship between Menstrual Disorder and Stres in Pandemic Covid-19 : A Literatur Review Analysis Situation in Primary Health Care From Indonesia Titik Almujahidiani; Fika Minata; Penny Septiani
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.174 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v10i2.241

Abstract

Prevalensi angka kejadian Covid-19 di menurut WHO per tanggal 01 September 2020 sebanyak 25.118.689 terinfeksi Covid-19 dengan kasus kematian sebanyak 844.312 dengan persentase 3,4%. Data WHO pada tahun 2012 prevalensi gangguan menstruasi pada wanita yaitu 45%. Dari hasil yang diperoleh jumlah yang terpapar covid-19 di Indonesia masih cukup tinggi sebasar 141.370 kasus dan urutan ke dua dari 10 negara ASEAN lainnya. Di negara Arab menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stress dengan gangguan menstruasi. Kejadian gangguan menstruasi sebanyak 27%. Penelitian lain di China melalui survei online hal ini menunjukkan gejala depresi sedang hingga berat sebanyak 16,5%, memiliki gejala kecemasan sedang hingga berat sebanyak 28,8% dan dilaporkan mengalami tingkat stress sedang hingga berat sebanyak 8,1%. Penelitian di Amerika dalam regulasi emosi secara signifikan memoderasi hubungan antara fase menstruasi dan control yang dirasakan atas kejadian terkait kecemasan (B = -0,42, P<0,05). Penelitian lain di Afrika krisis covid-19 telah mengubah peningkatan risiko terjadinya dan keparahan gangguan menstruasi terkait stress. Penelitian ini diharapkan agar dapat memberikan pengetahuan mengenai penanganan psikologis yang dapat menyebebkan gangguan pada menstruasi selama masa covid-19.
Hubungan Lama Menstruasi, Gaya Hidup, dan Pola Makan dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMK Negeri 1 Lempuing Jaya Kabupaten Ogan Komering Ilir Tahun 2021 Arika Marlena; Fika Minata; Satra Yunola
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 23, No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v23i2.3146

Abstract

Adolescence is a transitional period characterized by physical, emotional and psychic changes. Adolescence, namely the period between 10-19 years, is a period of maturation of the human reproductive organs which is often called puberty, in puberty there are problems that are often faced by adolescents during menstruation. According to the World Health Organization (WHO) 2018 women aged 15–49 years who suffer from anemia in six countries namely Africa, America, Asia, Europe, Eastern Mediterranean, and the Western Pacific region amounted to 409 – 595 million people. The prevalence in Asia, anemia in women aged 15–45 years reaches 191 million people and Indonesia ranks 8th out of 11 countries in Asia after Sri Lanka with a prevalence of anemia of 7.5 million people at the age of 10–19 years. This study aims to find out the relationship between menstruation, lifestyle, and diet with the incidence of anemia in young women at SMK Negeri 1 Lempuing Jaya, Ogan Komering Ilir Regency in 2021. The method in this study used an analytical survey with a cross-secsional design approach so that the total sample was 81 respondents. Data collection is carried out with a questionnaire. The data were analyzed by the Chi-square test formula. Univariate analysis was obtained by students who experienced anemia as many as 35 respondents (43.2%). Normal mentruation duration 50 respondents (61.7%), unhealthy lifestyle 50 respondents (61.7%), irregular diet 44 resonden (54.3%). From the results of the Chi-square static test, the p-Value = 0.005 was obtained, this shows that there is a meaningful relationship between the duration of menstruation and anemia, p-Value = 0.018 which states that there is a lifestyle relationship with anemia in young women, p value Value = 0.013 means that there is a relationship between diet and anemia in young women. The conclusion in this study is that there is a relationship between the duration of menstruation, lifestyle, diet and anemia, in young women. It is hoped that midwives will further improve services and education to young women about reproductive health in adolescents, especially the impact of anemia on young women. 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMBER HARTA Pertiwi, Noren Esty; Ahmad Arif; Wahyu Ernawati; Fika Minata
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v14i2.282

Abstract

Breastfeeding as early and exclusively as possible is a major step to improving the survival of the baby. The purpose of this study is known to be the relationship between work, the role of health workers, and premature babies simultaneously with exclusive breastfeeding in the work area of the Sumber Harta Health Center, Musi Rawas Regency in 2023. The study used quantitative design with analytical survey methods and cross sectional approaches. The population in this study was all mothers in the working area of the Sumber Harta Health Center of Musi Rawas Regency who had babies aged more than 6-12 months totaling 192 people, with a sample size of 66 respondents, which was calculated using the minimum sample formula from Slovin. Samples were taken by purposive sampling technique. The data used are primary data collected using questionnaires. Then, the data was analyzed using the Chi Square test. The results of the study found that 44 (66.7%) mothers exclusively breastfed, 34 (66.7%) working mothers, 34 (51.5%) influential health worker roles and 4 (6.1%) premature births. Based on the results of bivariate analysis, it is known that there is a relationship between work (P value = 0.045), the role of health workers (P value = 0.045) and premature babies (P value = 0.010) with exclusive breastfeeding. Occupation, the role of health workers, and premature birth babies have a relationship with exclusive breastfeeding. Keywords— Exclusive breastfeeding, the role of health workers, occupation, and premature birth
Usia, Pengetahuan, Dan Pendapatan Berkorelasi Dengan Kejadian Kurang Energi Kronik (KEK) Pada Ibu Hamil Yopi Puspasari; Siti Aisyah; Eka Rahmawati; Fika Minata
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 9 No. 1 (2024): Cendekia Medika : Jurnal STIKes Al-Ma'arif Baturaja
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v9i1.269

Abstract

Ibu hamil mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) jika Lingkar Lengan Atas (LiLA) < 23,5 cm, kondisi ini berisiko melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), dan menjadi salah satu penyebab tidak langsung kematian ibu. Status gizi ibu hamil sangat menentukan perkembangan dan pertumbuhan janin yang juga akan memengaruhi kelancaran proses persalinan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan faktor usia, pengetahuan, dan penapatan dengan kejadian kurang energi kronik pada ibu hamil di Puskesmas Tanjung Enim. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel sebanyak 65 orang, analisis univariat dan analisis bivariat digunakan. Hasil uji statistik Chi–Square didapatkan p-value usia=0,019, p-value pengetahuan=0,004 dan  p-value pendapatan=0,007. Diperoleh kesimpulan ada hubungan antara usia ibu, pengetahuan dan pendapatan keluarga dengan kejadian kurang energi kronik (KEK) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Enim tahun 2023. Disarankan pentingnya penyuluhan di kelas ibu hamil untuk persiapan kehamilan ataupun konseling tentang kebutuhan gizi sebelum dan selama kehamilan, sehingga ibu dapat mempersiapkan kehamilannya dengan baik.
Determinan Faktor Risiko Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Minarti, Minarti; Nasution, Fitri Faridahtul Aulia Nasution; Dewi Ciselia; Rizki Amalia; Fika Minata
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35325/kebidanan.v13i2.401

Abstract

Balita pendek (stunting) kegagalan balita dalam mencapai pertumbuhan optimal. Pravelensi stunting di Kabupaten Banyuasin selama periode tahun 2020-2022, tahun 2020 sebanyak 5.419 dengan pravelensi 10,02 persen, tahun 2021 sebanyak 3.510 dengan pravelensi 6,31 persen, dan tahun 2022 sebanyak 2.167 dengan pravelensi 3,96. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey analitik yang bersifat kuantitatif Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah variabel dependen kejadian stunting pada balita dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan dengan pendekatan kohort reprospektif, yaitu suatu penelitian kohort yang berusaha melihat ke belakang (backward looking). Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Sukajadi Kabupaten Banyuasin dan dilaksanakan pada bulan Juni - Juli 2023. Sampel yang digunakan sebanyak 90 responden balita yang tercatat di Puskesmas Sukajadi Kelurahan Sukajadi Kabupaten Banyuasin. Analisis data univariat dan bivariat. Hasil penelitian pada kejadian stunting yang memiliki hubungan dengan sanitasi air bersih p-value = 0,000 dengan nilai OR 56,778. Prilaku orang tua perokok p-value = 0,001 dengan nilai OR 19,091. Ibu hamil dengan riwayat KEK p-value = 0,001 dengan nilai OR 17,857. Berdasarkan hasil penelitian ini masih terdapat hubungan bermakna antara sanitasi air bersih, Prilaku orang tua perokokdan Ibu hamil dengan riwayat KEK dengan kejadian stunting.