Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Misiologi dalam Kisah Para Rasul 13:47 Sebagai Motivasi Penginjilan Masa Kini Arifianto, Yonatan Alex; Purnama, Ferry
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 1, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v1i2.39

Abstract

The concept of saving mankind in God's initiative continues to work to this day. Believers and the church must express the attitude that missionary activities to fulfill the Great Commission are an important part that cannot be separated from the lives of believers and God's church. The church or believers sometimes experience a lack of understanding of the concept of mission so they experience obstacles in evangelizing. The evangelistic motivation that is born from the missiological concept in Acts 13:47 will equip the believer today. The author describes this article using a descriptive qualitative approach, this research can be started with Paul's Call in Evangelism and then text analysis so as to produce findings, among others: first, Preographical and God's Will, Being Light for the Nation and Motivation to Bring the news of salvation.Konsep menyelamatkan manusia dalam inisiatif Allah terus bekerja sampai hari ini. Orang percaya dan gereja haraus menyatakan sikap bahwa kegiatan misi untuk memenuhi Amanat Agung merupakan bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan orang percaya maupun gereja Tuhan. Gereja atau orang percaya terkadang mengalami ketidak pahaman tentang konsep misi sehingga mengalami rintangan dalam menginjil. Motivasi penginjilan yang lahir dari konsep misiologi dalam Kisah Para Rasul 13:47 akan memperlengkapi orang percaya masa kini. Penulis mendeskripsikan artikel ini dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini dapat dimulai dengan Panggilan  Paulus dalam Penginjilan selanjutnya analisa teks sehingga menghasilkan hasil temuan antara lain: pertama,  Preogratif dan Kehendak Tuhan, Menjadi Terang bagi Bangsa dan Motivasi Membawa kabar keselamatan
Apakah Bahasa Roh Merupakan Tanda Awal Baptisan Roh Kudus? Purnama, Ferry
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 1, No 1 (2020): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v1i1.3

Abstract

Since the reappearance of the gifts of the Spirit, especially the use of the language of the Spirit in the middle of the church at the beginning of the 20th century, it has reaped the pros and cons among the church circles. This raises quite a serious problem especially for the Pentecostal and Charismatic congregations because they are considered heretical when they maintain the belief that speaking in tongues is a gift from God. This paper examines whether the use of tongues is currently biblical? This paper also examines the relationship of speaking in tongues with the baptism of the Holy Spirit. This paper is made using descriptive qualitative research methods. The data collection technique that I use is through literature study. To get conclusions in general, intact and thorough from the research that has been done, the writer will use inductive methods.Sejak kemunculan kembali penggunaan karunia-karunia Roh Kudus, terutama penggunaan bahasa Roh di dalam gereja pada awal abad ke-20, telah menuai pro dan kontra di kalangan gereja-gereja. Hal ini menimbulkan masalah yang cukup serius, terutama bagi jemaat Pentakosta dan Karismatik karena mereka dianggap sesat ketika mereka mempertahankan kepercayaan bahwa berbicara dalam bahasa Roh adalah karunia dari Allah sendiri. Tulisan ini meneliti apakah penggunaan bahasa Roh saat ini adalah alkitabiah. Tulisan ini juga membahas mengenai hubungan berbahasa Roh dengan baptisan Roh Kudus. Penelitian ini dibuat menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui studi literatur. Untuk mendapatkan kesimpulan secara umum, utuh, dan menyeluruh dari penelitian yang telah dilakukan, penulis akan menggunakan metode induktif.
Martir: Kesaksian Akhir Hidup Para Murid Yesus dalam Pemberitaan Injil pada Awal Kekristenan dan Implikasinya bagi Penginjil di Masa Kini Lenny; Purnama, Ferry
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 2 No. 2 (2024): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji kisah para martir awal Kekristenan dan esensinya bagi penginjil modern. Para murid Yesus mula-mula dianiaya karena iman dan kesaksian mereka, dan kematian dianggap sebagai kesaksian kebenaran pemberitaan Injil. Selama tiga abad pertama Kekristenan, para pengikut Yesus hidup di bawah tekanan besar untuk meninggalkan iman mereka. Sepanjang sejarah, umat Kristiani berulang kali berjuang melawan tantangan iman dan menjadi pengorbanan dan pembunuhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi perpustakaan untuk mengungkap dan memperoleh sumber-sumber sejarah gereja mula-mula tentang para martir, mendengarkan kesaksian hidup para murid Yesus tentang pemberitaan Injil pada masa awal Kekristenan. Meskipun menghadapi pertentangan, sia-sia, dan penangkapan terus-menerus, para pengikut Kristus menyebarkan Injil ke seluruh dunia dengan penuh semangat dan keberanian. Kisah mereka dalam Kisah Para Rasul dan sumber sejarah tradisi gereja menunjukkan bagaimana gereja mula-mula tetap teguh dalam iman meskipun menghadapi berbagai rintangan. Penelitian ini menunjukkan bahwa bukti para martir awal Kekristenan menjadi inspirasi bagi penginjil modern untuk berani memberitakan Injil dengan penuh iman dan keteguhan, meskipun menghadapi berbagai tantangan dan tantangan