Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

REFORMASI HUKUM ISLAM DAN HAK ASASI MANUSIA PERSPEKTIF ABDULLAH AHMAD AN- NA’IM Anis Hidayatul Imtihanah
IJoIS: Indonesian Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 01 (2020): IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article explores the thoughts of Abdullah Ahmad An-Na'im regarding Islamic law and human rights enforcement. How does Islam answer contemporary problems, especially in the field of human rights. The main topic in the study conducted by Abdullah Ahmad An-Na'im was more based on the need to balance rights the rights of Muslims and non-Muslims as well as upholding the principle of equality, without gender discrimination, and in accordance with the concept of universalism contained in Islamic teachings which basically shows great concern for the main elements of humanity (al-insaniyyah). This research uses the library research method by examining various reference sources related to the human rights research model. Based on the results of research from various kinds of literature, it is explained that Abdullah Ahmad An-Na'im is one of the many Islamic figures and intellectuals who have sprung up bringing various new ideas and thoughts related to the re-actualization of Islamic law in the packaging of the modern syari'ah concept. This modern syari'ah concept says that when the historical shari'ah is confronted with modern public law, it will be found that in fact modern public law is more humanist and universal and is closely related to efforts to uphold human rights (human rights).
Relasi Gender dalam Keluarga Jama'ah Tabligh Anis Hidayatul Imtihanah
Jurnal Hikmatuna Vol 3 No 1 (2017): HIKMATUNA: Journal for Integrative Islamic Studies, June 2017
Publisher : Postgraduate Program, Universitas Islam Negeri (UIN) K. H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.859 KB) | DOI: 10.28918/hikmatuna.v3i1.1050

Abstract

This article discusses the gender relations specifically observed within the marital lives of Tablighi Jama'at members. The research employed two methods to collect data: semi-structured interviews and in-depth interviews. The gender relations within Tablighi Jama'at are predominantly influenced by the neo-traditionalist concept, emphasizing gender complementarity. This concept maintains that men and women are fundamentally equal and possess equal rights. However, Tablighi Jama'at also promotes a clear division of roles between husbands and wives in their marital lives. The husband is considered the primary breadwinner in the public sphere, while the wife is expected to take on the role of housekeeper in the domestic sphere. As members of Tablighi Jama'at, individuals strive to deepen their understanding of their religion, focusing solely on their devotion to God and the Prophet.
Konsep Sejarah Islam Perspektif Marshall G. S. Hodgson Anis Hidayatul Imtihanah
Jurnal Hikmatuna Vol 4 No 2 (2018): HIKMATUNA: Journal for Integrative Islamic Studies, December 2018
Publisher : Postgraduate Program, Universitas Islam Negeri (UIN) K. H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.769 KB) | DOI: 10.28918/hikmatuna.v4i2.1545

Abstract

Sejarah adalah menyangkut hubungan dan keterkaitan antara satu peristiwa dengan peristiwa lain, dan hal ini menyangkut dua level waktu, pertama; masa lalu yang dialami manusia sebelumnya, dan kedua; masa kini dan juga masa yang akan datang. Sejarah merupakan satu bentuk pengetahuan yang mengkombinasi dan menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa mendatang. Artikel ini akan menelusuri konsep Marshall G. S Hodgson dalam menyajikan sebuah sejarah –khususnya dalam kajian sejarah Islam– serta usaha radikal yang ia lakukan untuk memberikan definisi baru tentang sejarah. Hodgson berusaha untuk menekankan pentingnya menyajikan sejarah dengan cara seobjektif mungkin meskipun ia adalah penganut Quaker. Seorang historian dituntut untuk berusaha mengupas sejarah sesuai dengan fakta yang ada. Karena bagi Hodgson, para historian masih sangat bersifat eksklusif dan subjektif yang merupakan wujud dari kecenderungan- kecenderungan pribadi dalam menafsirkan sejarah. Sehingga sering terjadi distorsi- distorsi dari sebuah peristiwa. Dengan menggunakan metode komparasi, besar kemungkinan akan terjalin suatu keakraban antara objek- objek berbeda yang menjadi fokus utama dalam kajian sejarah.
Nilai asmaul husna (al-quddus) dalam pendidikan Islam era society 5.0 Asep Syahrul Mubarok; Anis Hidayatul Imtihanah
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 11 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v11i2.5537

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk implementasi dari Asmaul Husna (Al Quddus) dalam kultur pendidikan di era 5.0. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif berupa studi kepustakaan. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah melalui pengumpulan data dari berbagai literatur yang kemudian dianalisa dan disimpulkan sebagai bentuk hasil kajian mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Asmaul Husna (Al-Quddus) dapat dimanifestasikan dalam Pendidikan Islam saat ini dalam bentuk Tazkiah al-Nafs. Pendidikan Islam di era Society 5.0 saat ini, hendaklah hadir untuk membina peserta didik agar menjauhkan diri dari sifat-sifat tercela dan menghadirkan sifat-sifat terpuji dalam kehidupan sehari-hari terutama kehidupan masa kini yang berbasis teknologi. Sehingga dengan demikian, akan terbentuk manusia yang berjiwa suci dan berakhlak mulia, baik terhadap Allah, sesama manusia dan lingkungan sekitar maupun diri sendiri. Kata kunci: Asmaul Husna, Pendidikan, Pendidikan Islam, Society 5.0