Tujuan penelitian ini mengetahui kemampuan menulis puisi dengan tema pandemi Covid-19 pada siswa kelas X SMK Negeri 2 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini semua siswa kelas X SMK Negeri 2 Kota Bengkulu yang berjumlah 340 siswa. Sampel dalam penelitian ini menggunakan simple sampling purposive yaitu sampel berdasarkan pertimbangan kriteria-kriteria tertentu dengan jumlah sampel yaitu 52 orang siswa.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi berupa tes menulis puisi yang dikerjakan siswa. Kemampuan menulis puisi dengan tema pandemi Covid-19 ini dinilai dari lima aspek, yaitu kesesuaian tema dan isi puisi, pilihan kata atau diksi, imajinasi, gaya bahasa dan rima/ritma. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu statistik desktiftif dengan menghitung nilai rata-rata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan menulis puisi dengan pandemi Covid-19 pada siswa kelas X SMK Negeri 2 Kota Bengkulu adalah 62,52 dengan kategori cukup. Rata-rata kemampuan menulis puisi siswa dengan tema pandemi Covid-19 berdasarkan aspek kesesuaian tema dan isi puisi adalah 19,03 dengan kategori baik. Rata-rata kemampuan menulis puisi siswa dengan tema pandemi Covid-19 berdasarkan aspek pilihan kata atau diksi adalah 12,63 dengan kategori cukup. Rata-rata kemampuan menulis puisi siswa dengan tema pandemi Covid-19 berdasarkan aspek imaji adalah 13,19 dengan kategori baik. Rata-rata kemampuan menulis puisi siswa dengan tema pandemi Covid-19 berdasarkan aspek gaya bahasa adalah 11,31dengan kategori cukup. Rata-rata kemampuan menulis puisi siswa dengan tema pandemi Covid-19 berdasarkan aspek rima/ritma adalah 6,31 dengan kategori cukup. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikesimpulan bahwa kemampuan menulis puisim siswa termasuk pada kategori cukup dimana siswa masih mengalami kesulitan menulis puisi berdasarkan unsur-unsur pembangun puisi. Hal ini diharapkan perlu adanya peningkatan lagi supaya kedepannya keterampilan menulis puisi siswa dapat lebih maksimal karena hal tersebut menunjukkan bahwa siswa belum baik dalam menulis puisi berdarkan unsur-unsur pembangunnya. Kata kunci: kemampuan menulis, puisi, pandemi Covid-19