Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Sains Modern: Kontemplasi dan Realitas Eki Baihaki
EDUCARE Vol. 1 No. 1, Juni 2002
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1344.176 KB)

Abstract

… dalam peperangan, ilmu menyebabkan kita saling meracun dan menjegal. Dalam perdamaian dia membuat kita dikejar waktu dan tak menentu. Mengapa ilmu yang indah ini, yang membuat hidup kita lebih mudah hanya membawa kebahagian yang sedikit sekali kepada kita.“ (Albert Einstein).Memasuki penghujung abad 20, sains modern yang diagung-agungkan banyak pihak dan dianggap nyaris tanpa cacat , mulai disadari memiliki banyak kelemahan-kelemahan sebagaimana yang dinyatakan, Einstein dalam refleksi kritisnya terhadap pemanfaatan ilmu bagi kehidupan umat manusia yang ternyata hanya memberikan kebahagian yang sedikit sekali, dibandingkan dampak kerusakan yang ditimbulkannya kepada umat manusia
ACCELERATED LEARNING: PENDEKATAN BARU PEMBELAJARAN Eki Baihaki
EDUCARE Vol. 1 No. 2, Agustus 2002
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.311 KB)

Abstract

Dave Meier, penulis buku The Accelerated Learning Handbook, yang diterbitkan oleh McGraw-Hill New York tahun 2000, mengajak kita untuk memperbarui pendekatan kita terhadap pembelajaran untuk memenuhi tuntutan adanya dinamika kebudayaan yang bermetabolisme tinggi ini. Dan perlu melakukan perubahan yang bersifat sistemis bukan bersifat kosmetik , organis bukan sekedar mekanis.
Proactive dan Entrepreurial Campus dalam Mengelola Perguruan Tinggi di Era Perubahan Eki Baihaki
EDUCARE Vol. 3 No. 1, Juli 2005
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1166.129 KB)

Abstract

Seorang pemimpin sejati, apalagi yang akan memimpin perguruan tinggi pada level apapun, ketika berjanji untuk mengawali suatu perubahan, menyadai bahwa ia sedang membuat komitmen pada prinsip, nilai-nilai, pengikut dan dirinya sendiri. Pada momentum awal memimpin perubahan, seorang pemimpin sering kali lupa, bahwa kadangkala kesibukan dengan pekerjaan rinci yang berjumlah besar, bisa jadi akan menjauhkan semangat perubahan dan transisi dari arah tujuan asalnya, maka perlu dilakukan evaluasi secara berkala dan berkelnjutan.
Membangun Karakter Bangsa Melalui Spritualisasi Pendidikan Eki Baihaki
EDUCARE Vol. 3 No. 2, Oktober 2005
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1467.611 KB)

Abstract

Kita semua meyakini agama memiliki energi sebagai sumber ruhaniah bagi umatnya untuk menggerakka ke arah sikap dan tindakan positif bagi kemaslahatan kehidupan di dunia dan akhirat. Namun ketika kita dihadapkan pada aktualitas hasil pendidikan yang dilaksanakan selama ini, kita masih menyaksikan adanya paradoks aktualiasi pendidikan, yang secara umum masih menggambarkan, bahwa pendidikan selama ini masih belum memberikan kontribusi yang bermakna dalam membangun karakter bangsa, yang beriman kuat. Kebijakan pendidikan ke depat perlu mengembangkan dan mengacu pada integrasi multi kecerdasan termasuk di dalamnya kecerdasan spritual (SQ) agar pendidikan mampu memberikan solusi yang bermakna dalam mengatasi permasalahan bangsa yang semakin kompleks.