Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kepribadian Anak dalam Novel Sesuk Karya Tere Liye: Analisis Psikologi Sastra Sigmund Freud Chamalah, Evi; Nuryyati, Reni
Jurnal Sastra Indonesia Vol 12 No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v12i2.70585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis novel Sesuk karya Tere Liye berdasarkan konsep psikologi sastra oleh Sigmund Freud yang berkaitan dengan kepribadian Id, Ego, dan Ego. Melalui analisis psikologi sastra, akan diketahui bentuk-bentuk perilaku, perasaan, dan pemikiran anak dalam interaksi di dalam keluarga. Penelitian ini juga dapat menggambarkan pribadi seseorang dalam masa perkembangan dan pengaruh-pengaruh lainnya yang secara tidak langsung terlibat dalam pembentukan kepribadian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah sebuah novel berjudul Sesuk karya Tere Liye. Data dalam penelitian ini adalah kata, frasa, dan klausa dalam novel Sesuk yang menggambarkan kepribadian tokoh anak di dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga unsur kepribadian ditemukan pada tokoh utama bernama Gadis. Tokoh Gadis memiliki unsur kepribadian Id yang tampak pada beberapa keinginannya yang kuat dalam menghadapi permasalahan sehari-hari. Unsur peribadian Ego terlihat pada tindakan tokoh Gadis kepada orang tua dan teman-temannya. Pada kepribadian Ego, tokoh Gadis melakukan tindakan-tindakan yang didasarkan pada pengetahuan norma-norma sosial dan norma kesopanan yang telah diajarkan orang-orang disekitarnya.
Critical discourse analysis of Fajriatun Nurhidayati’s Nyadran-Belajar Toleransi pada Tradisi Chamalah, Evi; Nuryyati, Reni; Azizah, Aida
EduLite: Journal of English Education, Literature and Culture Vol 8, No 2 (2023): August 2023
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/e.8.2.374-383

Abstract

Critical Discourse Analysis is a form of analysis that aims to reveal ideology, power, political attitudes, and gender. In this study, Critical Discourse Analysis is used to reveal the ideology and power contained in the language used by the author in Nyadran's book. Every discourse that discusses a topic of ideology and power always contains prejudice. This is what makes language expressions contain symbolic meanings. The critical discourse analysis that has been carried out in Nyadran-Belajar Toleransi pada Tradisi by Fajriyatun Nurhidayati can be concluded that to express ideology in a literary text, language cannot be placed in a closed manner. Nonetheless, the context within a literary text serves as a crucial factor in shaping discourse ideology. Furthermore, literary works are inherently intertwined with the author's creative circumstances, thereby rendering the interpretation of textual meaning inseparable from the employed language. Within this examination, it's evident that ideology in literary compositions and language itself defies rigid categorization, underscoring the significance of the contextual backdrop as a fundamental influencer on the ideology woven into the discourse.
METODE PEMBELAJARAN TWO STAY TO STRAY UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN UNSUR INTRINSIK CERPEN PADA SISWA SMP NEGERI 1 CANGKRINGAN Nuryyati, Reni
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 11, No 2 (2023): Juli - Desember 2023
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.11.2.30-39

Abstract

Pendidikan dianggap sebagai transformasi pengetahuan, nilai-nilai, dan keterampilan, serta diakui sebagai faktor krusial dalam kemajuan suatu bangsa. Dalam konteks pembelajaran, peran guru sangat ditekankan sebagai fasilitator yang mendorong keaktifan dan kreativitas peserta didik. Penelitian ini secara khusus membahas implementasi metode pembelajaran Two Stay Two Stray sebagai solusi untuk meningkatkan kemampuan menganalisis unsur intrinsik cerita pendek pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Cangkringan. Metode Two Stay Two Stray, yang dikembangkan oleh Spencer Kagan pada tahun 1992, menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Metode ini tidak hanya memungkinkan kelompok berbagi hasil diskusi, tetapi juga merangsang potensi peserta didik, meningkatkan kerja sama, tanggung jawab, dan prestasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain eksperimental, di mana siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Cangkringan menjadi subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, lembar kerja, dan tes evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Two Stay Two Stray efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta didik, sekaligus memacu minat dan kepercayaan diri mereka dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, metode ini diusulkan sebagai alternatif yang layak dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan kemungkinan dapat diterapkan dalam mata pelajaran lainnya. Penelitian ini memberikan landasan untuk penelitian lebih lanjut dengan variasi metode, indikator, dan variabel yang berbeda, dengan tujuan memperkaya pendekatan pembelajaran di lingkungan sekolah.
Religiosity in Tere Liye’s Janji novel (an Approach to the Sociology of Literature) Chamalah, Evi; Nuryyati, Reni
BAHASTRA Vol. 43 No. 1 (2023): BAHASTRA
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/bs.v43i1.355

Abstract

Novel Janji is one the novels that tell the story of the journey of a religious school child who is looking for a former religious school student decades ago. The author describes religious school children being able to search for someone who disappeared decades ago according to their teacher’s instructions. This study uses a literary sociological analysis approach. The results of the study show that the story in the novel Janji contains five dimensions of religiosity, namely the dimension of belief, the dimension of ritual, the dimension of experience, the dimension of knowledge, and the consequential dimension. In the dimension of belief, it can be seen in the character's belief in doing good, not committing acts of corruption, and the belief in using money to worship. In the ritual dimension, religiosity is seen in the implementation of the five daily prayers, ablution before prayer, Friday prayers, daily expressions, and Idul Fitri prayers. In addition, in the dimension of experience, religiosity is seen in the character's experience of doing bad things, the experience of the character studying at a religious school, and the experience of the character eating inappropriate food for five years. In the knowledge dimension, the value of religiosity can be seen in the concept of sin, the concept of halal and haram, the obligation to pray five times a day, treasures as entrusted in the world, and stories of prophets in the past. At the end, the consequential dimension appears in the actions of the characters in the present which are based on the experiences of the characters in the past.