Trimuliana, Ifina
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Development Of Religious Behavior In Early Childhood Trimuliana, Ifina; Hapidin, Hapidin; Supena , Asep
Exploration in Early Childhood Research Vol. 1 No. 1 (2024): Exploration in Early Childhood Research
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teachers have an important role in education, in fact their role is not just to transfer knowledge, but also to play a role in the process of developing religious behavior so that children grow into religious individuals. This research aims to determine the role of teachers in developing the religious behavior of children aged 5-6 years using a qualitative approach with the case study method. The research results found that the teacher's role consists of: 1) Pedagogy, related to the teacher's methods/strategies during the learning process, by applying various interesting learning methods and also special methods provided outside the learning process such as familiarization and collaboration with parents. 2) Understanding, namely having an understanding/view of the importance of religious behavior and the impact on children in the future when religious behavior is not strong in the child. 3) Facilities, providing supporting facilities including facilities and infrastructure at schools, such as places of worship, and various educational games
Pola Pengasuhan Orang Tua Pengganti dalam Mengembangkan Kemandirian Anak Usia 5–6 Tahun Latriani, Latriani; Trimuliana, Ifina
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2026

Abstract

Kemandirian merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang berpengaruh terhadap kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Dalam konteks masyarakat perkotaan, penggunaan jasa pengasuh atau asisten rumah tangga sebagai orang tua pengganti menjadi fenomena yang berpotensi memengaruhi perkembangan kemandirian anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pola pengasuhan orang tua pengganti dalam mengembangkan kemandirian anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah seorang anak usia 5–6 tahun berinisial K yang bersekolah di RA Aliyah dan diasuh oleh pengasuh sejak usia dini. Informan penelitian meliputi pengasuh, orang tua, dan guru kelas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengasuhan yang cenderung terlalu melayani dan protektif berdampak pada rendahnya kemandirian anak. Anak mengalami keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri, seperti makan, berpakaian, dan berinteraksi sosial. Temuan penelitian juga mengungkap bahwa kurangnya pemahaman pengasuh tentang stimulasi perkembangan, lemahnya komunikasi antara orang tua dan pengasuh, serta minimnya kerja sama dengan lembaga pendidikan menjadi faktor penghambat perkembangan kemandirian anak.
Eksplorasi Pemahaman Batasan Tubuh pada Anak Usia 5-6 Tahun Putri Safa, Nabila; Trimuliana, Ifina
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2031

Abstract

Pendidikan seksual pada anak usia dini berperan penting dalam membantu anak mengenali tubuh, memahami privasi, serta melindungi diri dari risiko perilaku tidak pantas, namun pemahaman yang dimiliki anak sering kali belum tercermin dalam perilaku nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pemahaman dan proses internalisasi pendidikan seksual pada anak usia 5–6 tahun, khususnya terkait batasan tubuh dan konsep privasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus tunggal, melibatkan satu anak usia 5–6 tahun sebagai partisipan utama, dengan guru dan lingkungan keluarga sebagai konteks pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur dengan guru, serta dokumentasi pembelajaran, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak telah memiliki pengetahuan verbal awal mengenai batasan tubuh, namun pemahaman tersebut belum sepenuhnya terinternalisasi dalam perilaku sehari-hari. Faktor emosional seperti rasa malu, keterbatasan pendampingan reflektif, serta pendekatan pembelajaran yang belum konsisten menjadi hambatan utama dalam penerapan konsep batasan tubuh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan seksual pada anak usia dini perlu diarahkan tidak hanya pada penguasaan pengetahuan verbal, tetapi juga pada penguatan internalisasi melalui strategi pembelajaran yang berkelanjutan, penggunaan media visual yang reflektif, serta kolaborasi aktif antara guru dan orang tua.