Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

KONSTRUKSI SOSIAL KOMUNITAS TO BALO DENGAN MASYARAKAT LUAR DI DESA BULO-BULO KABUPATEN BARRU Nur, Irwan
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v3i2.40225

Abstract

Permasalahan yang penting untuk diperhatikan adalah bukan terbatas pada keunikan komunitas To Balo karena memiliki keadaan fisik dan penggunaan bahasa yang berbeda jauh dari masyarakat Sulawesi Selatan pada khususnya dan Indonesia pada umumnya, tetapi wilayah domisili mereka merupakan daerah yang sulit dijangkau, jauh dari sarana dan prasarana publik seperti balai kesehatan, sekolah, menyebabkan kondisi ekonominya untuk kelangsungan hidup anggota keluarga cukup memprihatinkan, dan terus menciptakan citra sosial “terasing” bagi komunitas tersebut. Tujuan penelitian ini adalah (i) Mengungkap persepsi masyarakat terhadap pencitraan To Balo sebagai komunitas terasing dalam hubungan interaksi sosialnnya (ii) Mengemukakan upaya-upaya yang dilakukan To Balo dalam mempertahankan eksistensi keberadaan komunitasnya di Desa Bulo-Bulo Kabupaten Barru, dan (iii) Mendeskripsikan berbagai faktor yang mendeterminasi keterasingan komunitas To Balo di Desa Bulo-Bulo Kabupaten Barru. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan dialektis interpretatif dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan kajian retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) dalam lingkaran dominasi budaya Bugis dan latar sejarah keberadaan To Balo sebagai akibat dari adanya hubungan terlarang seorang wanita petani dengan hewan di masa lampau mendorong masyarakat mencitrakan negatif komunitas tersebut, termasuk adanya belang disekujur tubuhnya sebagai penciri khusus To Balo yang berbeda dengan orang kebanyakan (ii) upaya mempertahankan eksistensi keberadaan komunitas To Balo dilakukan melalui jalinan relasi sosial dalam pertalian perkawinan dengan anggota masyarakat non To Balo, dan (iii) keterbukaan sosial To Balo dalam interaksi sosial masih terhalang oleh citra negatif masyarakat luas akibat latar sejarah keberadaannya.Kata kunci: konstruksi sosial, komunitas To Balo, Masyarakat Terasing 
POLA KEPEMIMPINAN KYAI DI PESANTREN NURIS, NEGARA, BANYUBIRU DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SOSIOLOGI DI MA Yanti, Dewi Kusuma; Mudana, I Wayan; Nur, Irwan
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v6i1.96092

Abstract

This study aims to find out (1) the pattern of leadership of the Kyai of the Nuris State Islamic Boarding School, Banyubiru (2) the policies and strategies of the Kyai in leading the Nuris Islamic Boarding School, Banyubiru (3) Aspects of leadership potential as a source of learning Sociology in MA/SMA. This study uses a descriptive qualitative approach. The methods used in collecting this data are observation, interviews, documentation and checking the validity of the data in the form of data collection triangulation and data source triangulation. As well as the methods and techniques of data analysis used in several stages such as data collection, data reduction, data presentation and verification/drawing conclusions. The results of the study show that the Kyai leadership pattern at the Nuris Negeri Banyubiru Islamic Boarding School has several leadership patterns such as the Kyai leadership pattern in the teachings of the prophet, the Kyai leadership pattern in accepting new students and the Kyai leadership pattern in the field of education. And carrying out policies, there are several policies that are used by Islamic boarding schools for rewards and punishments and strategies used by educational strategies and social strategies and aspects of leadership patterns that can be used as learning resources in sociology subjects in SMA/MA
Symbolic Motivation Behind the Branding of “Warung Muslim” as a Religious Identity in Singaraja Bali Idris, Muhammad; Nur, Irwan; Syahrin, Alif Alfi; Mahir Pradana
Jurnal Studi Agama dan Masyarakat Vol 21 No 1 (2025): JURNAL STUDI AGAMA DAN MASYARAKAT
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/jsam.v21i1.8990

Abstract

Muslim stalls serve as a symbol that the stalls sell products following Islamic principles and values. The entity of Muslim stalls in Singaraja has significance for Muslim consumers amidst the dominance of Balinese religious and cultural practices, including culinary culture. The study aimed to analyze the symbolic motivation behind the branding of Warung Muslims (Muslim stalls) in Singaraja, Bali. The approach used qualitative descriptive with a case study method. The study showed that the motives and intentions behind the branding of Muslim stalls in Singaraja are to create an identity, target Muslim consumers, fulfill market needs, and build trust. The significance of the symbolism of the entity of Muslim stalls is seen from the aspects of trust and the creation of halal assurance. The finding confirms that the branding of Muslim stalls serves as an identity strategy that represents religious values and answers the need for halal assurance for the Muslim minority in Singaraja, Bali.
POLA INTERAKSI PEDAGANG HINDU DAN ISLAM DI KECAMATAN SERIRIT BULELENG SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SOSIOLOGI DI SMA Abdurrahim, Habib; Yasa, I Wayan Putra; Nur, Irwan
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v7i2.100796

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola interaksi sosial antara pedagang Hindu dan Islam di Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, serta menganalisis potensinya sebagai sumber belajar sosiologi ditingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Kecamatan Seririt dikenal sebagai wilayah multikultural dengan interaksi ekonomi yang intens di pasar tradisional dan pusat perdagangan, menjadikannya lahan yang subur untuk studi hubungan antarkelompok sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola interaksi antara pedagang Hindu dan Islam didominasi oleh pola kerja sama (assosiatif) dalam bentuk gotong royong, saling membantu dalam kegiatan perdagangan, dan toleransi dalam menjalankan ibadah masing-masing. Konflik yang terjadi bersifat laten dan jarang muncul ke permukaan, karena adanya nilai-nilai kearifan lokal dan norma sosial yang kuat. Potensi hasil penelitian ini sebagai sumber belajar Sosiologi sangat tinggi, khususnya pada materi interaksi sosial, nilai dan norma, serta integrasi sosial. Pengalaman nyata dari masyarakat lokal dapat diintegrasikan dalam pembelajaran berbasis kontekstual untuk meningkatkan pemahaman dan empati sosial siswa.
PERKAWINAN NYENTANA DALAM PERSPEKTIF SOSIO KULTURAL DI DESA MUNDEH, KECAMATAN SELEMADEG BARAT, TABANAN DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SOSIOLOGI DI SMA Kencana, Lidya; Pageh, I Made; Nur, Irwan
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v7i2.101072

Abstract

Perkawinan Nyentana merupakan praktik perkawinan unik di Bali yang bertolak belakang dengan sistem patrilineal dominan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan perkawinan Nyentana di Desa Mundeh, konflik internal yang ditimbulkan, serta potensi fenomena ini sebagai sumber belajar sosiologi di SMA. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkawinan Nyentana di Desa Mundeh masih tetap dilaksanakan karena alasan keberlanjutan garis keturunan, terutama bagi keluarga yang tidak memiliki anak laki-laki. Konflik yang timbul lebih banyak bersifat sosial dan kultural seperti pengakuan status gender dan hak waris. Namun demikian, nilai-nilai sosial, tanggung jawab, dan solidaritas dalam keluarga justru semakin diperkuat. Berdasarkan teori konflik Lewis A. Coser, konflik-konflik ini dapat bersifat fungsional dan memperkuat ikatan sosial. Fenomena ini juga memiliki potensi besar sebagai sumber belajar sosiologi karena mencerminkan dinamika nilai, norma, dan struktur sosial dalam masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Nyentana masih eksis meskipun mengalami tantangan sosial dan kultural seperti konflik hak waris, tekanan sosial, dan perubahan status gender. Konflik tersebut dapat diminimalkan melalui komunikasi keluarga, kesepakatan adat, serta peran aktif tokoh masyarakat. Aspek tradisi, konflik, dan integrasi sosial dalam perkawinan Nyentana dapat dijadikan sebagai sumber belajar kontekstual dalam pembelajaran sosiologi di SMA.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI POKOK BAHASAN PERUBAHAN SOSIAL (CONTRAVENTION) MELALUI METODE PEMBELAJARAN TEAM ACCELERATE DINTRUCTION PADA SISWA KELAS XII SMA NEGERI 1 BONTOMARANNU KABUPATEN GOWA Amir, Arfenti Amir; Nur, Irwan
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 1 No. 2 (2019): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v1i2.386

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini yaitu bagaimana meningkatkan hasil belajar sosiologi pokok bahasan perubahan sosial (Contravention) melalui metode pembelajaran Team Accelerated Intruction pada siswa kelas XII SMA Negeri 1 Bontomarannu Kabupaten Gowa. Penelitian ini bertujuan untuk peningkatan hasil belajar sosiologi pokok bahasan perubahan sosial (Contravention) melalui Metode pembelajaran Team Accelerated Intruction pada siswa kelas XII SMA Negeri 1 Bontomarannu Kabupaten GowaJenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus dengan 4 tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi yang dilakukan secara berulang. Guru sebagai salah satu komponen penting dalam kegiatan belajar mengajar, memiliki peran ganda yakni sebagai pengajar dan sebagai pendidik. Selain sebagai pengajar dan pendidik, guru juga memiliki peran yang sangat besar dalam pengelolaan kelas. Dengan pemaksimalan fungsi dan peran guru akan berimplikasi pada perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran yang salah satu indikatornya berupa peningkatan hasil belajar siswa.Salah satu kemampuan yang diharapkan dikuasai oleh pendidik dalam hal ini adalah bagaimana mengajarkan sosiologi dengan baik dan benar agar tujuan pengajaran dapat dicapai semaksimal mungkin. Pengajaran sosiologi di sekolah menengah berfungsi untuk meningkatkan kemampuan siswa mengaktualisasikan potensi-potensi diri mereka dalam memahami dan mengungkapkan berbagai perubahan sosial yang ada dewasa ini.Materi peubahan Sosial merupakan salah satu materi pelajaran sosiologi yang di ajarkan di kelas XII SMA/MAN sederajat.
Eksistensi Tradisi Nyegara Gunung sebagai Landasan Pendidikan dalam Membangun Solidaritas Sosial Masyarakat Multikultural Nyame Sasak dan Nyame Bali di Desa Bukit, Karangasem Sari, Yuyun Diah Kemuning; Mudana, I wayan; Nur, Irwan
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i2.2140

Abstract

Dalam arus modernisasi yang semakin kuat, munculnya sifat individualisme dalam masyarakat menjadi tidak terbendung lagi, bahkan menyebabkan terjadinya khasus intoleran di dalam masyarakat heterogen. Namun, desa Bukit yang dikenal sebagai desa multikultur masih tetap mampu menjaga persatuan dan kesatuan masyarakatnya meskipun dihadapkan dengan perubahan zaman yang semakin cepat dan dinamis. Hal tersebut dikarenakan oleh tradisi Nyegara Gunung yang dilakukan setiap 1 tahun sekali dengan melibatkan seluruh masyarakat Hindu dan Islam yang berada di desa Bukit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keberadan tradisi Nyegara Gunung di desa Bukit, Karangsem, mengkaji bentuk-bentuk solidaritas sosial yang muncul dari pelaksanaan tradisi tersebut, serta potensinya sebagai bahan ajar pendidikan multikuktur di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan melalui tahapan observasi, wawancara, dan studi dukumen. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan triangulasi data baik dari tehnik ataupun sumber yang didapatkan. Dalam menentukan informan, peneliti juga menggunakan tehnik Purpose Sampling yakni menentukan narasumber berdasarkan keilmuan atau keahliannya, serta menggunakan metode Snowball Sampling dalam menentukan informan selanjutnya berdasarkan rekomendasi dari informan sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian, keberadaan dari tradisi Nyegara Gunung merupakan tradisi yang dilakukan oleh umat Hindu (Nyame Bali) dan Islam (Nyame Sasak), yang mempunyai makna Ngaturang Sari Taun sebagai ungkapan rasa syukur atas anugrah Sang Pencipta terhadap segala hasil bumi di desa Bukit. Bentuk-bentuk solidaritas yang terbangun dari tradisi ini meliputi gotong royong, kerjasama lintas kelompok, rasa toleransi, bahkan rasa kebersamaan yang dipadukan dengan identitas kolektif. Hal ini menegaskan bahwa desa Bukit menjadi desa multikultur yang mampu membangun nilai harmonisasi dan solidaritas ditengah keberagaman, sehingga sangat relevan nilai-nilainya dijadikan sebagai bahan ajar dalam pendidikan multikultur di sekolah.
Dinamika Politik Elektoral Calon Legislatif Muslim di Tengah Dominasi Kantong Politik Non-Muslim Idris, Muhammad; Nur, Irwan; Syahrin, Alif Alfi; Zulmi, Nizar
Politika: Jurnal Ilmu Politik Vol 16, No 2 (2025)
Publisher : Magister Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/politika.16.2.2025.180-200

Abstract

Hasil rekapitulasi untuk anggota DPRD Buleleng periode 2024-2029 telah ditetapkan, diantara ke 45 kursi yang ditentukan berdasarkan perolehan suara partai, secara elektoral wakil caleg muslim untuk Dapil Buleleng 1 tidak ada sama sekali yang memenuhi syarat secara elektoral. Bila didata secara populasi, kantong politik dapil Buleleng 1 memiliki modal tersendiri dalam menentukan kandidasi yang dipercayakan mewakilkan masyarakat muslim Singaraja di DPRD Buleleng. Merujuk pada data BPS 2024 yang bertajuk Buleleng dalam angka menunjukkan bahwa tercatat 21.917 penduduk muslim di dapil Buleleng 1. Berdasarkan pada data tersebut menunjukkan adanya dinamika politik elektoral yang masih perlu untuk digali secara lebih mendalam tentang sebab tidak lolosnya wakil dari muslim di parlemen serta bagaimana strategi programatik caleg muslim terhadap konstituen muslim di Singaraja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika politik elektoral caleg muslim dan strategi programatik terhadap konstituen muslim Singaraja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini menggambarkan dinamika politik elektoral calon legislatif muslim dalam upaya untuk mendapatkan suara dari kalangan muslim. Selain itu, rumitnya kandidasi muslim untuk memperoleh kursi, disebabkan karena banyaknya caleg muslim lainnya yang sama-sama menyasar konstituen muslim, sehingga kantong politik muslim cenderung terfragmentasi dalam berbagai faksi politik.