Sari, Yuyun Diah Kemuning
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan dan Pendampingan Manajemen Pengelolaan Kelas Bagi Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Buleleng Idris, Muhammad; Paramartha, Wayan Eka; Khoiroh, Nis’atul; Suryana, I Gede Putu Eka; Putra, Made Pramana; Sari, Yuyun Diah Kemuning; Dari, Ni Kadek Wulan; Juliani, Tasya Putri
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Vol 5, No 1 (2025): Inovasi Bioteknologi untuk Kesejahteraan Masyarakat: Menuju Kampus Berdampak 202
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mutu pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas guru, termasuk kemampuannya dalam mengelola kelas secara kreatif dan inovatif. Namun, hasil Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2025 menunjukkan bahwa sekolah-sekolah Muhammadiyah di bawah Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Buleleng masih berada pada kategori sedang hingga rendah, sehingga diperlukan intervensi untuk meningkatkan kapasitas guru. Program pengabdian ini menggunakan metode pelatihan dan pendampingan berkelanjutan yang dilaksanakan dalam dua tahap pelatihan, yaitu penguatan strategi manajemen kelas berbasis pendekatan aktif-kolaboratif serta penggunaan media dan metode pembelajaran inovatif, serta tiga kali pendampingan terstruktur berupa mentoring, penilaian dampak, serta evaluasi dan tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pemahaman dan keterampilan guru dalam mengelola kelas, yang ditandai dengan perubahan praktik pembelajaran yang lebih partisipatif, penggunaan media digital sederhana, serta peningkatan motivasi siswa dalam proses belajar. Diskusi hasil menegaskan bahwa keberlanjutan program melalui peer group guru dan dukungan kelembagaan FGM memperkuat dampak pelatihan sehingga tidak berhenti pada ranah teoritis, melainkan terimplementasi di kelas. Kesimpulannya, model pelatihan dan pendampingan berbasis komunitas profesi ini efektif dalam meningkatkan profesionalisme guru Muhammadiyah di Kabupaten Buleleng dan berpotensi direplikasi pada konteks sekolah serupa untuk memperkuat kualitas pembelajaran.
Eksistensi Tradisi Nyegara Gunung sebagai Landasan Pendidikan dalam Membangun Solidaritas Sosial Masyarakat Multikultural Nyame Sasak dan Nyame Bali di Desa Bukit, Karangasem Sari, Yuyun Diah Kemuning; Mudana, I wayan; Nur, Irwan
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i2.2140

Abstract

Dalam arus modernisasi yang semakin kuat, munculnya sifat individualisme dalam masyarakat menjadi tidak terbendung lagi, bahkan menyebabkan terjadinya khasus intoleran di dalam masyarakat heterogen. Namun, desa Bukit yang dikenal sebagai desa multikultur masih tetap mampu menjaga persatuan dan kesatuan masyarakatnya meskipun dihadapkan dengan perubahan zaman yang semakin cepat dan dinamis. Hal tersebut dikarenakan oleh tradisi Nyegara Gunung yang dilakukan setiap 1 tahun sekali dengan melibatkan seluruh masyarakat Hindu dan Islam yang berada di desa Bukit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keberadan tradisi Nyegara Gunung di desa Bukit, Karangsem, mengkaji bentuk-bentuk solidaritas sosial yang muncul dari pelaksanaan tradisi tersebut, serta potensinya sebagai bahan ajar pendidikan multikuktur di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan melalui tahapan observasi, wawancara, dan studi dukumen. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan triangulasi data baik dari tehnik ataupun sumber yang didapatkan. Dalam menentukan informan, peneliti juga menggunakan tehnik Purpose Sampling yakni menentukan narasumber berdasarkan keilmuan atau keahliannya, serta menggunakan metode Snowball Sampling dalam menentukan informan selanjutnya berdasarkan rekomendasi dari informan sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian, keberadaan dari tradisi Nyegara Gunung merupakan tradisi yang dilakukan oleh umat Hindu (Nyame Bali) dan Islam (Nyame Sasak), yang mempunyai makna Ngaturang Sari Taun sebagai ungkapan rasa syukur atas anugrah Sang Pencipta terhadap segala hasil bumi di desa Bukit. Bentuk-bentuk solidaritas yang terbangun dari tradisi ini meliputi gotong royong, kerjasama lintas kelompok, rasa toleransi, bahkan rasa kebersamaan yang dipadukan dengan identitas kolektif. Hal ini menegaskan bahwa desa Bukit menjadi desa multikultur yang mampu membangun nilai harmonisasi dan solidaritas ditengah keberagaman, sehingga sangat relevan nilai-nilainya dijadikan sebagai bahan ajar dalam pendidikan multikultur di sekolah.