Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Survei Kebugaran Jasmani Masyarakat yang Memanfaatkan Alun-alun Simpang Enam Demak untuk Aktivitas Fisik Maulina, Alya; Kusuma, Donny Wira Yudha
Indonesian Journal for Physical Education and Sport Vol 4 (2023): Edisi Khusus 1
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/inapes.v4i0.63025

Abstract

The purpose of this study is to determine the condition of physical fitness and public health who use Simpang Enam Demak Square as a forum for Physical Activity. This research is quantitative research with a descriptive approach. Using the technique of cross sectional study method. Incidental/Accidental Sampling Techniques. Data collection techniques use observation, documentation, tests and measurements. The data analysis used is descriptive percentage. By conducting tests and measurements, namely physical fitness (test up and down the bench / harvard step test) and measuring tension (blood pressure). Based on the results of a study conducted with 150 respondents obtained data, most of the respondents were in the good category of 65 respondents 45%. The results of blood pressure measurement showed that 128 (85%) repondents had normal blood pressure. From the calculation of the age of 17-18 th 41%, 19-21 th 23%, 21-23 th 35%. From the calculation of gender Male 56%, and female 44%. From the statistical test, the value of rs= 0.482 was obtained. The conclusion of this study is that good physical fitness and normal blood pressure will make a positive value for a person in doing physical activity.
Kemudahan, Risiko dan Pengawasan OJK Pada P2P Lending di Indonesia Maulina, Alya; Sendjaja, Theodorus
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6133

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah memunculkan inovasi dalam sektor keuangan, salah satunya berupa Financial Technology (Fintech). Salah satu bentuk Fintech yang berkembang pesat adalah Peer-to-Peer (P2P) Lending, yakni layanan peminjaman uang berbasis digital yang mempertemukan langsung pihak pemberi pinjaman (lender) dengan penerima pinjaman (borrower). Metodologi yang digunakan berupa pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis data sekunder dari laporan OJK, AFPI, jurnal, dan regulasi. Perkembangan teknologi keuangan di Indonesia telah mendorong pertumbuhan layanan peer-to-peer lending (P2PL) sebagai alternatif pembiayaan yang memberikan perencanaan kemudahan ruang, proses digital yang cepat, serta peluang investasi dengan imbal hasil menarik. Namun di balik berbagai kemudahan tersebut, P2PL juga menyimpan sejumlah risiko, seperti gagal bayar, penipuan data, dan penyalahgunaan informasi pribadi. Tingkat literasi keuangan yang masih rendah kian memperbesar potensi kerugian, baik bagi peminjam maupun pemberi pinjaman. Oleh karena itu, keberadaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga pengawas menjadi sangat krusial dalam menjamin tata kelola yang sehat, transparan, dan bertanggung jawab di sektor kerja ini. Melalui regulasi dan sistem pengawasan yang terus diperkuat, OJK berperan penting dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan konsumen dan pertumbuhan sektor fintech yang sehat dan berkelanjutan. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemudahan yang ditawarkan P2PL, potensi risikonya, serta peran OJK dalam mengawal integritas sistem keuangan digital di Indonesia
Kemudahan, Risiko dan Pengawasan OJK Pada P2P Lending di Indonesia Maulina, Alya; Sendjaja, Theodorus
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6133

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah memunculkan inovasi dalam sektor keuangan, salah satunya berupa Financial Technology (Fintech). Salah satu bentuk Fintech yang berkembang pesat adalah Peer-to-Peer (P2P) Lending, yakni layanan peminjaman uang berbasis digital yang mempertemukan langsung pihak pemberi pinjaman (lender) dengan penerima pinjaman (borrower). Metodologi yang digunakan berupa pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis data sekunder dari laporan OJK, AFPI, jurnal, dan regulasi. Perkembangan teknologi keuangan di Indonesia telah mendorong pertumbuhan layanan peer-to-peer lending (P2PL) sebagai alternatif pembiayaan yang memberikan perencanaan kemudahan ruang, proses digital yang cepat, serta peluang investasi dengan imbal hasil menarik. Namun di balik berbagai kemudahan tersebut, P2PL juga menyimpan sejumlah risiko, seperti gagal bayar, penipuan data, dan penyalahgunaan informasi pribadi. Tingkat literasi keuangan yang masih rendah kian memperbesar potensi kerugian, baik bagi peminjam maupun pemberi pinjaman. Oleh karena itu, keberadaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga pengawas menjadi sangat krusial dalam menjamin tata kelola yang sehat, transparan, dan bertanggung jawab di sektor kerja ini. Melalui regulasi dan sistem pengawasan yang terus diperkuat, OJK berperan penting dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan konsumen dan pertumbuhan sektor fintech yang sehat dan berkelanjutan. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemudahan yang ditawarkan P2PL, potensi risikonya, serta peran OJK dalam mengawal integritas sistem keuangan digital di Indonesia
Analisis Pengendalian Manajemen Atas Pengelolaan Persediaan Alat Tulis Kantor pada Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Monika, Thania; Maulina, Alya; Monika, Monika; Rizka, Ismira; Evi, Tiolina
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7934

Abstract

Persediaan alat tulis kantor (ATK) merupakan unsur penunjang utama dalam pelaksanaan kegiatan operasional instansi pemerintah dan berkaitan erat dengan akuntabilitas pengelolaan barang milik negara. Dalam pelaksanaannya, pengelolaan persediaan ATK di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) masih menunjukkan sejumlah kendala, khususnya terkait perbedaan antara data pencatatan dan kondisi fisik persediaan serta belum optimalnya pengawasan penggunaan ATK. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem pengendalian manajemen atas pengelolaan persediaan ATK di Kantor Pusat DJP. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan kerangka Sistem Pengendalian Manajemen dan pengendalian internal COSO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pengendalian telah berjalan, namun masih memerlukan penguatan pada aspek pengawasan dan sistem informasi guna meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas pengelolaan persediaan.