Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dasar Pertimbangan Hakim Terhadap Tindak Pidana Pencurian Yang Dilakukan Oleh Anak Nurul Aqsha Irawan; Elly Sudarti; Nys. Arfa
Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik | E-ISSN : 3031-8882 Vol. 3 No. 1 (2025): Juli - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/y4fmja92

Abstract

This study aims to determine and analyze Decision Number: 12/Pid.Sus-Anak/2021/PN.Nab whether it has reflected the values of legal certainty, legal justice, legal benefits. In this study, the problems reviewed are regarding 1) What is the basis for the judge's considerations in imposing sanctions on children who commit the crime of theft in Decision Number: 12/Pid.Sus-Anak/2021/PN. Nab? 2) Is the decision handed down by the judge against the defendant in Decision Number: 12/Pid.Sus-Anak/2021/PN Nab in accordance with the principles of juvenile justice? The research method used in this paper is Normative Juridical Research. This research approach uses a Statutory Approach by conducting research on legal products, a Conceptual Approach based on theories, legal concepts, and legal principles relevant to the problem and a Case Study Research Approach based on court decisions that have permanent legal force that analyzes the Nabire District Court decision Number: 12/Pid.Sus-Anak/2021/PN Nab, studying and interpreting applicable legal regulations. The Judge's considerations in decision Number: 12/Pid.Sus-Anak/2021/PN.Nab are legally in accordance with legal provisions, but do not fully reflect the principle of ultimum remedium in the juvenile criminal justice system. Imprisonment for children is not always the best solution, especially if the goal is development. Judges in sentencing children should be based on Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System. As explained, sentencing emphasizes the concept of restorative justice which prioritizes resolving juvenile criminal cases outside the judicial system.
Membangun Kesadaran Masyarakat Terhadap Bahaya Kekerasan Seksual Dalam Rangka Mewujudkan Lingkungan Sosial yang Aman Wahyudhi, Dheny; Nys. Arfa; Sri Rahayu; Sahuri Lasmadi; Elly Sudarti
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6046

Abstract

Kekerasan seksual merupakan persoalan sosial yang kompleks dan berdampak multidimensi, tidak hanya terhadap korban secara fisik dan psikis, tetapi juga terhadap struktur sosial yang lebih luas. Fenomena ini seringkali tidak terdeteksi secara memadai karena rendahnya kesadaran masyarakat, lemahnya literasi hukum, serta adanya norma sosial yang bersifat permisif dan patriarkal. Dalam konteks inilah, penguatan kapasitas masyarakat dalam memahami bentuk, dampak, serta mekanisme penanganan kekerasan seksual menjadi kebutuhan mendesak dalam menciptakan ruang hidup yang aman, adil, dan inklusif. Urgensi kegiatan ini terletak pada pentingnya membangun kesadaran kolektif dan pemahaman kritis masyarakat mengenai bahaya kekerasan seksual melalui pendekatan edukatif, preventif, dan partisipatif. Pendidikan masyarakat berbasis nilai keadilan gender dan hak asasi manusia merupakan kunci untuk mengubah cara pandang serta membangun budaya sosial yang responsif terhadap kekerasan berbasis seksual. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan literasi masyarakat terkait isu kekerasan seksual, memperkuat kapasitas individu dan komunitas dalam melakukan deteksi dini serta pencegahan, dan menciptakan lingkungan sosial yang memiliki mekanisme dukungan terhadap korban. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam membangun budaya anti-kekerasan secara berkelanjutan, kegiatan ini juga selaras dengan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, serta mendukung fokus pengabdian Fakultas Hukum Universitas dengan pelibatan aktif mahasiswa dan dosen, serta kelayakan perguruan tinggi, tim pelaksana/instruktur, materi kegiatan dan sarana prasarana. kegiatan ini diharapkan mampu memberikan solusi berkelanjutan bagi pencegahan kekerasan seksual dan mewujudkan ekosistem yang lebih adil dan inklusif. Dari hasil kegiatan pengabdian yang dilakukan diketahui bahwa bertambahnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap dampak kekerasan seksual, tetapi juga hak hukum korban, prosedur pelaporan, serta mekanisme pemulihan. Peserta penyuluhan sangat antusias, tenang dan aktif bertanya tentang aspek hukum kekerasan seksual.