Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kedudukan Uang Pengganti sebagai Upaya Pengembalian Uang Negara dalam Tindak Pidana Korupsi Aan Asphianto
Al Ahkam Vol. 5 No. 2 (2009): Juli-Desember 2009
Publisher : Fakultas Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37035/ajh.v5i2.2840

Abstract

Belum
The Relationship Between Self-Training on (Ruang GTK) and Teacher Creativity in Learning with the Performance of SMP Teachers in Walantaka District, Banten Province Aprian Darmayanti; Aan Asphianto; Lukman Nulhakim
International Journal of Community Engagement Payungi Vol. 5 No. 2 (2025): International Journal of Community Engagement Payungi
Publisher : Yayasan Payungi Smart Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58879/ijcep.v5i2.71

Abstract

Education plays a pivotal role in shaping competitive and high-quality human resources. In this process, teachers serve as key agents of change whose performance significantly impacts educational outcomes. However, the performance of junior high school teachers in Walantaka District, Serang City remains suboptimal, marked by inadequate lesson planning, limited technology integration, and low creativity in instructional strategies. This study aims to examine the relationship between self-directed training on the Ruang GTK platform and teacher creativity in learning with overall teacher performance. Employing a quantitative correlational method, data were collected from 54 teachers selected using purposive sampling from three public junior high schools. The study used questionnaires and analysed the data with linear regression and correlation analysis via SPSS. The results revealed a strong positive correlation between self-training and teacher performance (r = 0.623, p < 0.05), as well as between teacher creativity and performance (r = 0.580, p < 0.05). Additionally, the joint influence of both variables showed a significant effect on teacher performance (R = 0.703; R² = 0.494). The novelty of this study lies in integrating a digital self-training platform (Ruang GTK) and pedagogical creativity as joint predictors of teacher performance an approach that has rarely been quantitatively assessed in the Indonesian educational context. The original contribution of this study is the empirical evidence supporting Ruang GTK as a scalable solution to teacher development, especially where conventional training access is limited. In conclusion, optimizing self-training and fostering creativity can serve as a strategic framework to enhance teacher competence and, ultimately, improve the quality of learning and education.
HUKUM SEBAGAI SISTEM SOSIAL: PERSPEKTIF FILSAFAT TENTANG FUNGSI DAN TUJUAN HUKUM DALAM MASYARAKAT Septian Febriana; Aan Asphianto; Iman Aris Munandar
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filsafat yang dikembangkan dalam ilmu hukum merupakan meta dari teori hukum yang merupakan meta dari dogmatik hukum, tinjauan Filsafat tentang Fungsi dan Tujuan Hukum dalam Masyarakat dapat terlihat dari praktiknya terutama dalam penegakan hukum, hukum dijalankan dan ditegakan oleh sistem hukum yang beranggotakan masyarakat dengan kedudukan tertentu dalam hukum yang memiliki peran masing-masing seperti, jaksa, hakim, penyidik dan pengacara/kuasa hukum, atau dengan kata lain, pelaksanaan hukum dilakukan oleh sistem sosial hukum tertentu yang merukan bagian dari sistem sosial yang ada. Pada sisi lain, sistem sosial sangat mempengaruhi hukum terutama dalam hal adanya perubahan sosial dapat pula merubah orientasi pada tujuan hukum, atau dalam kondisi tertentu dan mencaai tujuan tertentu hukum dapat berfungsi ganda, dimana hukum bukan hanya mempertahankan sistim nilai yang ada, hukum dapat pula dikendalikan untuk menjadi alat dalam perubahan sistem nilai yang baru untuk dituju. Adanya hak dan kewajiban dalam interaksi masyarakat dalam sistim sosial menjadi contoh konkrit bagaimana hukum tidak dapat di jauhi ataupun di hilangkan, hal ini dikeranekan hanya sistim hukum itu sendiri yang dapat melindungi dan mempertahakankan keberlakuan hak dan kewajiban yang merupakan fungsi dan tujuan adanya hukum.