Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALYSIS OF THE RECURRENCE OF STROKE: A CROSS-SECTIONAL STUDY IN THE UNIVERSITY OF MUHAMMADIYAH MALANG HOSPITAL: RECURRENCE OF STROKE Lilis Setyowati; Nur Aini; Ollyvia Freeska Dwi Marta; Erma Wahyu Mashfufa; Aditya Anggriawan
INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT (IJHSRD) Vol. 3 No. 2 (2021): INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT
Publisher : STIKes Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/ijhsrd/Vol3.Iss2/86

Abstract

Background: a recurrence of stroke, is a matter of concern because it can worsen the situation, increase the treatment costs, and increase death risk. Stroke recurrence caused by multifactorial cases. The objective of this study is to analyze the factors associated with stroke recurrence in the university of muhammadiyah malang hospital. Methods: This study  used a cross-sectional observation analytic study. A total sample of 64 people was collected using the purposive sampling technique. The dependent variable in this study was stroke recurrence. The independent variables were the factors that cause stroke recurrence (family history of the disease, comorbidities, physical activity, stress, and knowledge). This study  used the Global Physical Activity Questionnaire(GPAQ), the International Stress Management Association(ISMA), and socio-demographic questionnaire to collect the data. The data were analyzed using the Chi-Square test. Results: a total of 47 patients (73.43%) had stroke recurrence, the majority of the second recurrence. Most types of stroke were ischemic stroke (81.25%). The risk factor significantly associated with stroke recurrence was hypertension (sig 0.026 <0.05). Conclusion: Uncontrolled hypertension increases the process of atherosclerosis that can lead to bleeding and brain infarction.
The Effect of Green Color Breathing TherapyTowards Reduction of Stress Levels In Hemodialized Patients Didik Prasetyo Suli; Nur Aini; Yoyok Bekti Prasetyo
Jurnal Keperawatan Vol. 10 No. 2 (2019): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.754 KB) | DOI: 10.22219/jk.v10i2.7787

Abstract

Hemodialysis therapy is a lifelong therapy for the patient. One therapy that can be used in lowering stress levels and not yet widely used in Indonesia is color therapy (chromotherapy). The research design was quasi experimental with a pre-post test with control group design. The total sample of 12 intervention groups and 13 control groups was taken by purposive sampling technique. The study was conducted in March 2017 at Dr. Soepraoen Malang Hospital. The variables observed were a decrease in stress levels using the DASS questionnaire. Data were analyzed by the Mann-Whitney test. The results showed that at pretest the majority of the intervention groups were at moderate stress levels of 5 people (41,7%), while in the control group 8 people (61,5%). After posttest the stress level in the intervention group fell to normal 8 people (66,7%) while in the control group it remained. The results of statistical tests obtained p value 0.001 < α 0.05 so it can be concluded that there is an effect of giving green color breathing therapy to decrease stress levels. Green color affects the central nervous system by using the retinohypothalamic tract as the main pathway of the color transmission mechanism to the limbic system and the endocrine system, so it will provide a calming effect, cause a sense of comfort, and reduce stress.
HUBUNGAN KADAR GULA DARAH DENGAN PENGENDALIAN EMOSI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS RAWAT INAP Nur Aini
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit metabolik yang menimbulkan dampak pada fisik dan psikologis pasien. Emosi manusia diatur oleh sistem limbik otak, yang sekaligus mengatur sistem endokrin dan fungsi sistem saraf otonom, suasana hati marah, depresi bisa melalui sitem limbik dan sitem saraf otonom mempengaruhi sekresi hormon insulin. Metode : Penelitian ini termasuk jenis penelitian observasional dengan desain cross sectional. Variabel penelitian adalah kadar gula darah dan pengendalian emosi dengan skala data interval. Data disajian secara deskriptif berupa prosentase, tabulasi frekuensi/cross tabulasi serta analisis dengan uji korelasi pearson product moment, yang terlebih dulu dilakukan uji normalitas. Bila data tidak berdistribusi normal maka digunakan uji korelasi Spearman. Hasil : Hasil uji normalitas dengan menggunakan Kolmogorov Smirnov didapatkan nilai p < 0.05 sehingga kesimpulannya distribusi data tidak normal. Kemudian digunakan uji non parametrik korelasi Spearman, yang didapatkan nilai p (0.000) < α (0.05). Diskusi : Terdapat hubungan antara hubungan antara kadar gula darah dengan pengendalian emosi. Kekuatan hubungan bersifat sedang dan memiliki arah negatif (-0.715), artinya hubungannya bersifat terbalik yaitu bila kadar gula darah tinggi maka pengendalian emosi akan rendah, sebaliknya bila kadar gula darah rendah maka pengendalian emosi akan tinggi.
HUBUNGAN TIPE KEPRIBADIAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP PERILAKU CARING PERAWAT Nur Aini
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Masyarakat semakin menuntut pelayanan kesehatan yang bermutu. Ukuran keberhasilan suatu pelayanan adalah kepuasan pasien. Kepuasan pasien dapat diwujudkan bila perawat memiliki dan menerapkan perilaku caring. Namun permasalahan yang mendasar pada profesi keperawatan saat ini adalah rendahnya perilaku caring. Perilaku caring bisa dipelajari oleh semua perawat, bukan merupakan sifat bawaan dan dipengaruhi oleh faktor psikologis dan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan tipe kepribadian dan budaya organisasi dengan perilaku caring perawat. Metode : Jenis penelitian adalah deskriptif analitik. Tempat RST Dr. Soepraeon Malang pada bulan Agustus 2017. Sampel sejumlah 15 orang perawat pelaksana di ruang rawat inap yang diambil dengan teknik total smpling. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner. Analisis data dengan uji satistik Chi Square dan korelasi Spearman. Hasil : Perilaku caring perawat terbanyak adalah kategori kurang sejumlah 9 orang (60 %), tipe kepribadian mayoritas ekstrovert 8 orang (53,33 %) dan budaya organisasi terbanyak adalah kategori kurang (53,33 %). Hasil uji statistik didapatkan nilai signifikansi (p value) pada tipe kepribadian adalah 0,773 sedangkan pada budaya organisasi 0,018. Sehingga dapat disimpulkan hanya budaya organisasi yang berpengaruh signifikan terhadap perilaku caring perawat. Diskusi : Budaya organisasi turut membentuk seseorang dalam berperilaku. Budaya organisasi akan menjadi pendorong bagi karyawan untuk bersikap positif, dedikatif dan produktif sehingga akan berdampak pada peningkatan efektivitas kinerja seseorang. Disarankan kepada institusi rumah sakit, agar terus memperbaiki budaya organisasi dan mempertahankan aspek-aspek budaya organisasi yang sudah positif.
Pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter dengan Penerapan Literasi dalam Pembelajaran sebagai Upaya Inovasi Pembelajaran dalam Merdeka Belajar pada Pandemi Covid-19 Lise Chamisijatin; Fendy Hardian Permana; Siti Zaenab; Syarief Hidayat; Nur Aini
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2022): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i2.702

Abstract

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui literasi dapat memenuhi salah satu program merdeka belajar yang implementasinya masih dipertanyakan di berbagai sekolah di Indonesia. Pengembangan literasi melalui pendekatan PPK Berbasis Kelas di masa pandemic Covid-19 ini dilakukan melalui pembelajaran daring. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi permasalahan dalam mempraktikkan inovasi pembelajaran dalam Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) pada masa pandemi Covid-19 melalui pelatihan dan pendampingan pengembangan perencanaan inovasi pembelajaran melalui gerakan literasi untuk merdeka belajar. Pelaksanaan pendampingan menggunakan metode pelatihan dan pendampingan yang mengacu pada analisis situasi program-program yang telah disepakati bersama. Sasaran pengabdian ini meliputi guru IPA, kepala sekolah dan wakil kepala sekolah SMP Muhammadiyah 02 Kota Batu. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data adalah deskriptif. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya wawasan dan kompetensi guru dalam menyusun RPP berbasis PPK melalui gerakan literasi, meningkatnya ketrampilan guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas sesuai Kurikulum 2013 yang menerapkan, serta terlaksananya pembelajaran yang kaya akan literasi yang dapat memenuhi salah satu program merdeka belajar. Menindaklanjuti hasil pengabdian ini maka inovasi pembelajaran dalam Penguatan Pendidikan Karakter harus lebih dioptimalkan melalui kegiatan literasi. Implementation of Strengthening Character Education by Applying Literacy in Learning as an Effort for Learning Innovation in Independent Learning in the Covid-19 Pandemic Strengthening Character Education (PPK) through literacy can fulfill one of the independent learning programs whose implementation is still being questioned in various schools in Indonesia. Literacy development through the Class-Based PPK approach during the Covid-19 pandemic was carried out through online learning. This activity aims to solve problems in practicing learning innovations in Strengthening Character Education (PPK) during the Covid-19 pandemic through training and assistance in developing learning innovation planning through the literacy movement for independent learning. The implementation of mentoring uses training and mentoring methods that refer to the situation analysis of programs that have been mutually agreed upon. This service targets include natural science teachers, school principals, and deputy principals of Muhammadiyah 02 Kota Batu junior high school. The data collection technique was observation and documentation, while the data analysis technique was descriptive. The conclusion of this service activity is to increase the insight and competence of teachers in preparing PPK-based learning practice plans through the literacy movement. Improve teacher skills in carrying out classroom learning according to the 2013 curriculum. The implementation of literacy-rich learning can fulfill one of the independent learning programs. Following up on the results of this service, learning innovations in Strengthening Character Education must be optimized through literacy activities
Pengaruh Program Pembentukan Kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK) terhadap Soft Skill Mahasiswa Lilis Setyowati; Nadia Mar'atu Sholihah; Nur Aini
Journal of Ners and Midwifery Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v7i2.ART.p276-284

Abstract

Latar Belakang : Program Pembentukan Kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK) merupakan program pembentukan karakter yang bertujuan mengembangkan keterampilan soft skill mahasiswa. Sampai saat ini, evaluasi ketercapaian tujuan  program masih belum  diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh P2KK terhadap soft skill mahasiswa FIKES Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental one group pre-post test design. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampling kuota.  Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 100 mahasiswa FIKES Universitas Muhammadiyah Malang angkatan 2018 yang mengikuti P2KK angkatan 24 dan 25. Pengumpulan data menggunakan kuesioner LEQ (Life Effectiveness Questionnaire) dengan analisa data menggunakan uji wilcoxon.Kegiatan P2KK dilaksanakan selama 6 hari dan selama kegiatan tersebut mahasiswa harus tinggal di asrama. Hasil : Soft skill  mahasiswa FIKES Universitas Muhammadiyah Malang sebelum mengikuti P2KK 72% memiliki kategori sedang dengan nilai rata-rata 140 dan soft skill setelah P2KK 76% memiliki kategori sedang dengan nilai rata-rata 15. Berdasarkan hasil analisa data menggunakan uji wilcoxon didapatkan hasil yang signifikan (p=0,00), artinya terdapat perbedaan soft skill sebelum dan setelah P2KK. Diskusi : Terdapat pengaruh P2KK terhadap soft skill mahasiswa FIKES Universitas Muhammadiyah Malang dengan  metode  pendekatan  experiental learning  yang  dapat meningkatkan soft skill. Pengaruh yang paling signifikan terdapat pada atribut mengontrol emosi. Disarankan pihak UPT. P2KK untuk  mengevaluasi metode kegiatan sehingga dapat meningkatkan atribut soft skill yang kurang. Introduction : The Personality Development and Leadership Program (P2KK) is a character-building program to develop student skills to prepare them in the work requirements. The evaluation of the achievement of program objectives has not been studied before. This study aimed to determine the effect of P2KK on soft skills of the Faculty of Health Science (FIKES) students at the University of Muhammadiyah Malang (UMM). Methods : The research design was a pre-experimental one group pre-post test design. The sampling method was quota sampling technique. We included 100 students of Class 2018 of the FIKES UMMwho participated in P2KK in 24 and 25 groups. We collected the Life Effectiveness Questionnaire (LEQ) and the Wilcoxon test was used to analyze the data. Results : Soft skills of the students before taking P2KK 72% had a moderate category with an average value of 140 and soft skills after P2KK 76% had a moderate category with an average value of 15. Based on the results of data analysis using the Wilcoxon test, the result was significant (p = 0.00) indicating that the soft skills before and after P2KK were different. Discussion : P2KK influenced the soft skills of FIKES UMM students by an experiential learning approach that able to improve their soft skills. The most significant influence is on the emotional control attribute. Suggested that the UPT P2KK to evaluate the method of activities so as to increase the attributes of soft skills that are lacking.