Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Reproduksi Remaja: Tinjauan Pustaka Kualitatif-Deskriptif Leni Maryati
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i3.610

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis determinan pemanfaatan pelayanan kesehatan reproduksi remaja (PKRR) dengan meninjau berbagai faktor yang memengaruhi akses, sikap, dan perilaku remaja terhadap layanan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka, dengan menelaah berbagai artikel ilmiah, laporan penelitian, dan dokumen akademik terbitan tahun 2018–2025 yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran literatur dari sumber-sumber kredibel, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan analisis tematik melalui tahapan identifikasi tema, reduksi data, dan kategorisasi konsep secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan PKRR dipengaruhi oleh faktor individu (pengetahuan, sikap, dan persepsi risiko), faktor sosial (dukungan keluarga dan teman sebaya), serta faktor struktural (akses, kualitas layanan, dan privasi). Hambatan utama ditemukan pada aspek norma sosial-budaya dan stigma terhadap seksualitas remaja, sementara layanan ramah remaja dan edukasi berbasis komunitas terbukti meningkatkan partisipasi dan kepercayaan terhadap fasilitas kesehatan. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori Health Belief Model dan Andersen Behavioral Model dengan menekankan peran konteks sosial dan budaya dalam perilaku kesehatan remaja. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kebijakan pendidikan reproduksi, pelatihan tenaga kesehatan, dan pengembangan layanan berbasis komunitas yang inklusif. Kata kunci: kesehatan reproduksi remaja, pemanfaatan layanan, faktor sosial-budaya, layanan ramah remaja, analisis kualitatif.
PENGELOLAAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI STRATEGI PEMASARAN PENDIDIKAN DI SD NEGERI 158 PALEMBANG Leni Maryati; Ade Akhmad Saputra
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): In Progress 2026 : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan media sosial sebagai strategi pemasaran pendidikan di SD Negeri 158 Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, serta pihak yang terlibat dalam pengelolaan media sosial sekolah. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan media sosial di SD Negeri 158 Palembang dilakukan secara sistematis melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Pada tahap perencanaan, sekolah menentukan jenis informasi, jadwal publikasi, serta dokumentasi yang akan digunakan dalam media sosial sekolah. Pada tahap pengorganisasian, pengelolaan media sosial dilakukan melalui kerja sama antar guru dan pihak sekolah dalam proses dokumentasi, penyusunan konten, dan publikasi informasi sekolah. Pada tahap pelaksanaan, media sosial dimanfaatkan untuk mempublikasikan kegiatan pembelajaran, prestasi siswa, kegiatan ekstrakurikuler, serta informasi akademik sekolah sebagai sarana promosi pendidikan dan komunikasi publik. Sedangkan pada tahap pengawasan, sekolah melakukan pengecekan konten sebelum dipublikasikan serta memantau respon masyarakat terhadap unggahan sekolah. Penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran penting sebagai strategi pemasaran pendidikan dalam membangun citra positif sekolah, memperluas penyebaran informasi, serta meningkatkan komunikasi antara sekolah dan masyarakat. Dengan pengelolaan yang terencana dan terstruktur, media sosial dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana promosi pendidikan di era digital.