Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Kadar Logam Kadmium (Cd) dan Timbal (Pb) pada Sedimen Di Teluk Ambon Bagian Dalam Male, Yusthinus T; Malle, Dominggus; Bijang, Catherina Manukpadang; Fransina, Eirene Grace; Seumahu, Cecelia Anna; Dolaitery, Lois Mikhal; Landu, Sartika; Gaspersz, Nelson
Indonesian Journal of Chemical Research Vol 5 No 1 (2017): Edisi Bulan Juli (Edition For July)
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ijcr.2017.5-yus

Abstract

The research about analysis of cadmium (Cd) and lead (Pb) metal content on sediment inner part of Ambon Bay has been done. Sampling point located at Dermaga Ferry Poka, PLTD Poka, Kate-kate, Waiheru, Lateri III, Passo dan PLTD Galala. The results of analyzed of sediment particle size inside the Ambon Bay showed 3 components were sand, gravel, and sludge, but the sediments was dominated by sludge sand. Analysis of Cd content showed that at 7 stations in Ambon Bay detected Cd metal with the highest concentration at 4th station of Waiheru village was 0,6640 mg/Kg and the lowest concentration at 3th station of Kate-kate village was 0,0980 mg/Kg. Meanwhile, the highest Pb content was 20,075 mg/kg at 4th station and the lowest was 5,755 mg/kg at 2nd station of PLN Poka. The content of elements composition of sediment are SiO2, K2O, P2O5, Fe2, BaO, NiO and Ga2O3 but Cd and Pb metal was not detected.
Belajar Redoks Melalui Demo Sains Sederhana di SMA Negeri 14 Ambon Hasanela, Nurani; Bijang, Catherina Manukpadang; Sutapa, I Wayan; Rosmawaty, Rosmawaty; Rutu, Irwan; Souhoka, Fensia Analda
Innovation for Community Service Journal Vol 2 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v2i1.12666

Abstract

Kegiatan sains memungkinkan siswa melakukan eksplorasi terhadap berbagai benda yang ada di sekitarnya. Sains juga dapat melatih siswa menggunakan inderanya untuk mengenal berbagai gejala benda dan peristiwa. Melalui proses sains, siswa dapat melakukan percobaan yang sederhana dan kreatif. Dari percobaan sederhana tersebut, siswa dilatih untuk menghubungkan sebab dan akibat dari suatu perlakuan sehingga dapat melatih berpikir logis dan saintifik. Berdasrkan latar belakang ini, diharapkan ada kegiatan yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan rasa cinta siswa terhadap sains. Kegiatan tersebut dapat terealisasi melalui ekperimen sains sederhana. Jurusan kimia Fakultas MIPA Universitas Pattimura, mendedikasikan pengabdian masyrakat melaluieksperimen sains sederhana dengan judul” Belajar Redoks Melalui Demo Sains Sederhana Di SMA Negeri 14 Ambon. Kegiatan pengabdian yang dilakukan di SMA Negeri 14 Ambon yang beralamat Passo, diharapkan dapat menumbuhkan rasa suka dan cinta terhadap sains sehingga siswa dapat memahami teori melalui demo sains yang dilakukan. Melalui demo sains tentang materi redoks siswa akan dengan mudah mengetahui reaksi redoks sederhana yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari seperti: proses pencoklatan buah, proses fotosintesis, reaksi perkaratan (korosi) dan lain sebagainya.
Demo Sains: Aplikasi Pemahaman Dasar Sains Dalam Aktivitas Sehari-Hari Kepada Siswa SMA Negeri 42 Maluku Tengah Bijang, Catherina Manukpadang; Salmawati, Mimi; Rutu, Irwan
Innovation for Community Service Journal Vol 2 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v2i1.12989

Abstract

Media pengajaran diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi pelajaran, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan siswa, sehingga dapat mendorong proses belajar-mengajar. Banyak siswa mengalami kesulitan untuk mempelajari sains sehingga sering mengalami kesalahan konsep. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat langsung dilaksanakan kepada masyarakat melalui metode ilmiah yang berorientasi pada pemecahan masalah. Secara umum, tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema: “Demo sains: aplikasi pemahaman dasar sains dalam aktivitas sehari-hari kepada siswa SMA Negeri 42 Maluku Tengah ” adalah menumbuhkan minat siswa terhadap ilmu sains dengan mendemokan kejadian sehari-hari yang dapat dijelaskan dengan ilmu sains. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan pengabdian ini adalah 50 orang siswa . Materi permainan sains yang digunakan adalah 7 materi yang didemonstrasikan oleh tim dosen di depan para siswa di ruang kelas. Metode yang dilakukan adalah pertunjukkan percobaan sains yang diselingi dengan ceramah dan diskusi serta melibatkan beberapa siswa/i untuk langsung mencoba permainan sains yang sedang dilakukan. Para siswa menunjukkan antusias yang tinggi dengan cara berlomba untuk mempraktekkan percobaan dan banyak memberikan pertanyaan tentang materi yang dipraktekkan. Kegiaan ini juga dapat mempermudah guru ketika menjelaskan tentang materi ajar yang sudah dipraktekkan.
Pelatihan Pembuatan Kecap dari Air Kelapa kepada Ibu-Ibu PKK Negeri Hatusua Rahayu, Rahayu; Bijang, Catherina Manukpadang; Siahaya, Antho Netty; Sohilait, Mario; Gaspersz, Nelson
Innovation for Community Service Journal Vol 3 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v3i2.22588

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Pattimura bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Negeri Hatusua mengenai inovasi pembuatan kecap manis berbahan dasar air kelapa sebagai alternatif pangan yang lebih sehat dan ramah bagi tubuh. Inovasi kecap berbasis air kelapa ini tidak hanya menghadirkan pilihan yang lebih sehat, tetapi juga membuka peluang pengembangan produk lokal yang berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada 15 Mei 2024 di Negeri Hatusua dan diikuti oleh ibu-ibu PKK setempat. Metode pelaksanaan meliputi workshop pembuatan kecap menggunakan air kelapa sebagai bahan utama. Produk hasil pelatihan kemudian dikemas dalam botol steril dan diberi label “Kecap Negeri Hatusua”, yang selanjutnya diserahkan kepada Ketua PKK Negeri Hatusua. Proses pengolahan ini merupakan upaya inovatif dalam memanfaatkan limbah yang terdapat di lingkungan sekitar masyarakat. Selain itu, penerapan teknologi pengolahan dan pengemasan yang baik dan benar dilakukan agar produk yang dihasilkan memiliki daya tarik konsumen, nilai jual yang lebih tinggi, serta potensi untuk dikembangkan secara komersial.