Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : flourishing journal

Kebermaknaan Hidup Susteran Usia Dewasa Madya Ilmi, Fadhilah Nur; Nilawaty, Azzah
Flourishing Journal Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i32025p175-191

Abstract

The meaning of life is a crucial value, as discovering it can lead to true happiness. This qualitative case study explores the process of finding life’s meaning through the life journey of Sister L. The study applies pattern matching and explanation-building analysis to examine how experiences, attitudes, and creativity influence her understanding of life’s purpose. Data were collected through interviews, observations, and documentation. Sister L’s journey reveals that personal experiences, reflective attitudes, and creative expression contribute significantly to the development of self-understanding and a mature self-concept. Spiritual maturity and continuous learning from life experiences guided her in setting meaningful life goals and sustaining strong personal commitments. Support from her social environment also played a vital role in reinforcing her path as a religious sister. Her deep experiences of suffering and reflection eventually led her to find life’s meaning when she joined the Compagnia Missionaria del Sacro Cuore congregation. Through disciplined routines and consistency, Sister L gradually achieved her life goals, found inner satisfaction, and reached self-actualization. Her final life purpose is now centered on readiness to face God. This study offers valuable insight into life’s meaning and decision-making, particularly for individuals choosing a solitary or celibate life path. AbstrakMakna hidup menjadi nilai yang penting karena jika seseorang mampu menemukan arti hidupnya maka kebahagiaan akan muncul. Peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif pendekatan studi kasus. Menggunakan metode analisis kombinasi pattern matching dengan analisis explanation building, fokus menganalisis aspek kebermaknaan hidup pada tahapan alur hidup suster dan menggali pengaruh proses penemuan makna hidup. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Aspek-aspek pengalaman, sikap, dan kreativitas dapat mempengaruhi proses pencarian makna hidup dari Suster L. Suster L menemukan makna hidup melalui pengalaman, sikap, dan kreativitas yang membentuk pemahaman diri dan kematangan konsep diri. Pembelajaran dari pengalaman hidup serta kematangan rohani membantunya menentukan tujuan dan komitmen hidup. Dukungan sosial turut memperkuat tekadnya sebagai suster. Pengalaman penderitaan dan pemaknaan hidup membawanya pada arti hidup saat bergabung dengan kongregasi Compagnia Missionaria del Sacro Cuore. Dengan menjalani rutinitas secara konsisten, ia berhasil mencapai tujuan-tujuan hidup, merasakan kepuasan, dan mengaktualisasikan diri. Kini, tujuan akhirnya adalah kesiapan untuk menghadap Tuhan. Dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru untuk masyarakat luas mengenai pandangan hidup dan pemilihan keputusan, terutama pada individu yang memutuskan untuk hidup melajang dan sendiri.
Kesejahteraan Psikologis pada Perempuan Dewasa Awal dengan Ibu yang Menjadi Pekerja Migran Munawaroh, Dina; Nilawaty, Azzah
Flourishing Journal Vol. 5 No. 10 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i102025p534-555

Abstract

The absence of mothers working as migrant workers creates various psychosocial challenges that can affect the psychological well-being of children, especially women entering early adulthood. This condition is often characterized by feelings of loneliness, limited emotional support, and difficulty building interpersonal relationships. This study aims to describe the psychological well-being experiences of early adult women whose mothers have been working as migrant workers since childhood. This study used a qualitative method with a phenomenological approach, and was analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). The informants consisted of three women aged 21-22 years selected through purposive sampling. Data were obtained through semi-structured interviews and non-participant observation. The results show that maternal absence creates a sense of loss and limited emotional support, but also forms adaptive mechanisms such as self-acceptance, independence, and resilience. Family support, long-distance communication with the mother, and the presence of a substitute figure play important roles in maintaining psychological well-being. This study confirms that psychological well-being is a dynamic process influenced by life experiences, with implications for the need for psychosocial support and policies that address the emotional aspects of children from migrant worker families. AbstrakKetidakhadiran ibu yang bekerja sebagai tenaga kerja migran menimbulkan berbagai tantangan psikososial yang dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis anak, terutama perempuan yang memasuki tahap dewasa awal. Kondisi ini sering ditandai dengan rasa kesepian, keterbatasan dukungan emosional, dan kesulitan membangun hubungan interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman kesejahteraan psikologis perempuan dewasa awal yang sejak kecil ditinggal ibunya bekerja sebagai tenaga kerja migran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, serta dianalisis dengan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Informan terdiri dari tiga perempuan berusia 21-22 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi non-partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakhadiran ibu menimbulkan rasa kehilangan dan keterbatasan dukungan emosional, tetapi juga membentuk mekanisme adaptif berupa penerimaan diri, kemandirian, dan resiliensi. Dukungan keluarga, komunikasi jarak jauh dengan ibu, serta keberadaan figur pengganti berperan penting dalam menjaga kesejahteraan psikologis. Penelitian ini menegaskan bahwa kesejahteraan psikologis merupakan proses dinamis yang dipengaruhi pengalaman hidup dengan implikasi pada perlunya pendampingan psikososial dan kebijakan yang memperhatikan aspek emosional anak dari keluarga pekerja migran.