Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

After Evangelicalism: A New Path to Christianity Nixon, Grant
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 23 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT (Southeast Asia Bible Seminary)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36421/veritas.v23i2.912

Abstract

Eksplorasi Literasi Pasar Modal di Kalangan Perempuan: (Studi Kasus Literasi Pasar Modal Pada Mahasiswa Perempuan di Jakarta Utara) Phuanerys, Eliza Christabella; Nixon, Grant; Natahsya, Erika
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 1 No. 2 (2021): Maret 2021, IJI Publication
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v1i2.55

Abstract

Indeks literasi pasar modal di Indonesia baru mencapai 4.4%, jauh lebih rendah dibandingkan industri keuangan lainnya. Hasil survei juga menunjukkan bahwa berdasarkan gender, indeks literasi keuangan laki-laki sebesar 39,94% relatif lebih tinggi dibandingkan perempuan sebesar 36,13%. Jika data OJK masih menunjukkan bahwa tingkat literasi pasar modal perempuan berada di bawah laki-laki, hal ini perlu dikritisi dalam perspektif gender. Sehingga, perlu diadakan suatu analisis mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi rendahnya tingkat literasi pasar modal Indonesia? Faktor-faktor yang dimaksud dilihat bersamaan dengan indikator kesetaraan dan keadilan gender, yakni: akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat pasar modal pada perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan, rendahnya tingkat literasi pasar modal pada perempuan diakibatkan oleh faktor akses yang mengakibatkan rendahnya pengetahuan pasar modal. Rendahnya pengetahuan pasar modal disebabkan karena kesulitan untuk membedakan produk investasi pasar modal yang resmi dan bodong, sulitnya akses internet, adanya keraguan dalam memilih media belajar yang kredibel, kurangnya sosialisasi secara resmi dari sekolah dan atau lembaga resmi pasar modal, kurang tertariknya informan terhadap produk investasi pasar modal dan misinformasi. Selain akses, faktor kontrol menunjukkan bahwa partisipasi kalangan perempuan pada pasar modal sangat dipengaruhi oleh relasi kuasa tertentu. Pada faktor partisipasi, kalangan perempuan tidak berpartisipasi di pasar modal karena merasa ragu untuk berpartisipasi dalam investasi di pasar modal. Pada faktor manfaat, kalangan perempuan belum merasakan manfaat atas investasi di pasar modal.
Dia Bukan Perempuan Gila: Mengunjungi Kembali Ayub 2:9-10 dengan Perspektif Feminis dan Teori Maskulinitas Nixon, Grant
Indonesian Journal of Theology Vol 13 No 1 (2025): Edisi Reguler
Publisher : Asosiasi Teolog Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46567/ijt.v13i1.475

Abstract

The figure of Job is shared among Abrahamic traditions. Christian readings of Job’s wife are dominated by masculinist perspectives that erase gender dynamics within patriarchal society. Unlike the Islamic tradition, which portrays Job’s wife as a faithful woman who stands by Job in his afflictions, the Jewish-Christian tradition associates Job’s wife with being a tool of Satan to test Job’s faith. This article aims to revisit the Christian interpretation of the dialogue between Job’s wife and Job, with special attention to gendered imbalances of power both in the text and its reception. Through socio-historical analysis, I explore gender dynamics during the text’s formation to sketch the complexity of the roles and social locations of women in antiquity. Employing Elisabeth Schüssler Fiorenza’s hermeneutics of suspicion to engage a progressive interpretation lens, I portray Job’s wife as an autonomous and resistant woman within a space of systemic injustice. Consequently, I critically analyze Job’s rebuke in saying to his wife, “You speak as one of the foolish women would speak” (Job 2:10, ESV), arguing that this remark presents a reflective narrative that serves as self-criticism for men who enjoy the privileges of a patriarchal society. Furthermore, I contend that this rebuke mirrors a crisis of masculinity among men in religious spaces who are prone to using power and mystical premises to silence women’s voices. Absent any intent to co-opt women’s voices, I conduct this reinterpretation in solidarity with women and, as a man, intend it as a contribution to the struggle for gender equity, particularly in the interpretation of religious texts.
A Profound Ignorance: Modern Pneumatology and Its Anti-Modern Redemption Nixon, Grant
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 22 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT (Southeast Asia Bible Seminary)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36421/veritas.v22i2.509

Abstract

Eksplorasi Literasi Pasar Modal di Kalangan Perempuan: (Studi Kasus Literasi Pasar Modal Pada Mahasiswa Perempuan di Jakarta Utara) Phuanerys, Eliza Christabella; Nixon, Grant; Natahsya, Erika
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 1 No. 2 (2021): Maret 2021, IJI Publication
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v1i2.55

Abstract

Indeks literasi pasar modal di Indonesia baru mencapai 4.4%, jauh lebih rendah dibandingkan industri keuangan lainnya. Hasil survei juga menunjukkan bahwa berdasarkan gender, indeks literasi keuangan laki-laki sebesar 39,94% relatif lebih tinggi dibandingkan perempuan sebesar 36,13%. Jika data OJK masih menunjukkan bahwa tingkat literasi pasar modal perempuan berada di bawah laki-laki, hal ini perlu dikritisi dalam perspektif gender. Sehingga, perlu diadakan suatu analisis mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi rendahnya tingkat literasi pasar modal Indonesia? Faktor-faktor yang dimaksud dilihat bersamaan dengan indikator kesetaraan dan keadilan gender, yakni: akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat pasar modal pada perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan, rendahnya tingkat literasi pasar modal pada perempuan diakibatkan oleh faktor akses yang mengakibatkan rendahnya pengetahuan pasar modal. Rendahnya pengetahuan pasar modal disebabkan karena kesulitan untuk membedakan produk investasi pasar modal yang resmi dan bodong, sulitnya akses internet, adanya keraguan dalam memilih media belajar yang kredibel, kurangnya sosialisasi secara resmi dari sekolah dan atau lembaga resmi pasar modal, kurang tertariknya informan terhadap produk investasi pasar modal dan misinformasi. Selain akses, faktor kontrol menunjukkan bahwa partisipasi kalangan perempuan pada pasar modal sangat dipengaruhi oleh relasi kuasa tertentu. Pada faktor partisipasi, kalangan perempuan tidak berpartisipasi di pasar modal karena merasa ragu untuk berpartisipasi dalam investasi di pasar modal. Pada faktor manfaat, kalangan perempuan belum merasakan manfaat atas investasi di pasar modal.
PERSYARATAN SUKSESOR GEREJA SUARA KEBENARAN INJIL Grant Nixon
Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral Vol 1 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.912 KB) | DOI: 10.46408/vxd.v1i1.8

Abstract

Succession in an organization cannot be separated from certain requirements of a successor that is expected to be in line with the organization's vision, mission, and values. Therefore, Gereja Suara Kebenaran Injil (GSKI) as an organization must have a description of the successor's accommodative requirements in realizing the interests of the organization in the future. This paper aims to describe the successor requirements that are accommodating to the needs of the GSKI organization in the future based on field findings and a biblical study of Joshua as a successful successor model. The requirements found were proposed as a constructive recommendation for the standard and accommodating successor requirements within the GSKI body. This research uses a qualitative method with a grounded theory approach. Data collection techniques were carried out through interviews with stakeholders and literature studies. Data were analyzed by synthesizing the findings in the literature study and interviews. The synthesis between interview findings and literature study produced a conceptual framework regarding accommodative successor requirements. The analysis shows that the requirements of accommodative GSKI successors are those who have a healthy and consistent spirituality, educated teachers, pastors who are skilled in pastoral care, accomplished organizers and person who has the vision to improve organizational quality collectively. This research concludes that the requirements of the GSKI successors in the future are deeply intersected with the quality of the present GSKI leader. Achieving this is greatly influenced by an effective mentoring and empowerment process.
Iman Rahab: Sebuah Refleksi Teologis Terhadap Iman Kaum Marginal Andri Arbet Laik; Grant Nixon
Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral Vol 3 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46408/vxd.v3i1.50

Abstract

Kaum marginal adalah mereka yang tersisihkan dalam kehidupan masyarakat oleh karena status sosial mereka yang rendah, dan dianggap sebagai sampah masyarakat. Kaum marginal terpinggirkan dalam segala bidang, termasuk dalam bidang keagamaan yang berhubungan dengan iman. Berdasarkan penelitian, kaum marginal cenderung mendapatkan stigma negatif karena latar belakang dan status sosial, bahkan dalam hal iman, masyarakat cenderung memiliki stigma negatif terhadap kaum ini, karena kaum marginal dianggap memiliki kualitas iman yang rendah dan cenderung tidak percaya kepada Tuhan. Hal ini menyebabkan tumbuhnya sikap fatalistik, rasa malu, dan rasa terasingkan, sehingga hal ini membuat hati mereka cenderung ragu akan kebijaksanaan dan kasih Allah. Oleh karenanya kajian terhadap tokoh Rahab dalam narasi Yosua 2:1-24 untuk membahas secara khusus mengenai iman seorang marginal dalam masyarakat zaman Kanaan kuno, yang lewat perbuatannya ia membuktikan imannya yang sejati kepada Allah. Studi tentang iman tokoh Rahab ini merupakan refleksi teologis terhadap iman kaum marginal di masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penafsiran eksposisi terhadap narasi, berdasarkan prinsip hermeneutik. Hasil penelitian ini adalah kualitas iman atau iman yang sejati dari seorang tidak bisa diukur berdasarkan status sosialnya, karena iman yang sejati lahir dari hati yang takut akan Tuhan, yang tercermin dalam perbuatan.