Malikhaturrahmah, Elia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemaknaan Makrifat oleh Para Sufi dari Zaman ke Zaman Munandar, Siswoyo Aris; Mursalat, Mursalat; Malikhaturrahmah, Elia
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol 11 No 1 (2021): Februari
Publisher : Jurusan Ushuluddin Sekolah Tinggi Agama Islam Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v11i1.3176

Abstract

Berbicara tentang mistik Islam, makrifat, tasawuf dan irfan, yang perlu diketahui pertama-tama adalah makna mistisisme dalam konteks Islam, khususnya berkenaan dengan kekaburan makna istilah itu dalam Bahasa inggris sekarang ini. Kita dapat berbicara tentang mistisme Islam jika kita memahami makna orsinal istilah Mistisme, yang berkaitan dengan misteri-misteri ilahi. Secara bahasa makrifat berasal dari bahasa Arab, yaitu kata ‘arafa, ya’rifu, ‘irfan, ma’rifah yang berarti pengetahuan atau pengenalan. Makrifat secara bahasa juga berarti mengetahui sesuatu apa adanya atau ilmu yang tidak lagi menerima keraguan. Sedangkan menurut istilah para sufi, makrifat secara umum diartikan sebagai melihat Tuhan dari dekat dengan menggunakan mata hati. Penyebutan ma’rifah dalam lidah masyarakat Indonesia dikenal dengan sebutan “makrifat”. Dalam bahasa inggris, makrifat dikenal dengan istilah gnosis, sedangkan orang yang telah mencapai tahapan makrifat (‘arif) dikenal dengan gnostik-mistik. Akan tetapi ma’rifah jika diteliti mempunyai pengertian atau makna yang berbeda-beda setiap zaman ke zaman. Oleh karena itu penulis ingin memaparkan makna ma’rifah dari zama ke zaman, yang mana pada masa Rasulullah dan para sahabat sampai kalangan ulama salaf dan khalaf.
The Irfan Concept in Sufism and Its Relation to Islamic Philosophy Munandar, Siswoyo Aris; Malikhaturrahmah, Elia
Aqlania Vol. 12 No. 2 (2021): December
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/aqlania.v12i2.3626

Abstract

This study explores the views of experts regarding the relationship between the science of 'Irfan in Sufism, and philosophy. Talking about Sufism cannot be separated from the science of 'irfan. To reach the level of 'irfan, a Sufi must experience spiritual exercises (riyadhah), then gradually go through various phases, known as maqam (levels) and hals (states), which end with knowing (ma'rifat) to Allah SWT. The level of ma'rifat is a jargon that is generally pursued by Sufis. Then when Sufism meets philosophy, can the two synergize with each other? Sufism talks about the heart, while philosophy talks about reason or reason. This description is the reason for the need for research on the relationship between Sufism (irfan) Islamic philosophy. This research is a literature study using a normative approach. The conclusion of this study is that their studies of the soul in a philosophical approach have made many valuable contributions to the perfection of the study of Sufism in the Islamic world. An understanding of the soul and spirit itself is essential in Sufism. Philosophical studies of the soul and spirit were then widely developed in Sufism.