Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Journal of Holistic Community Service

Pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) untuk pemeliharaan kesehatan bagi masyarakat Puspariki, Jenta
Journal of Holistic Community Service Vol 2 No 1 (2024): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v2i1.49

Abstract

Latar belakang: Desa Mekarjaya berada 28 Km dari pusat kota Purwakarta Kecamatan Pondoksalam, dimana wilayahnya berupa pengunungan, suhu udara 170 – 260C, angka curah hujan 3.000 – 5.000 mm/tahun. Lokasi Desa Mekarjaya jauh dari pusat kota, akses masyarakat Desa Mekarjaya untuk fasilitas kesehatan yang lengkap pun terkendala waktu dan biaya. Kondisi iklim dan tanah yang baik untuk ditanami tanaman obat keluarga (TOGA) menjadi salah satu alternatif strategi yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan tubuh oleh masyarakat Desa Mekarjaya. Setelah dilakukan pengamatan lingkungan di Desa Mekarjaya, tanaman berkhasiat obat banyak ditemukan tumbuh namun masih kurang pemanfaatannya dikarenakan kurangnya informasi pada masyarakat. Tujuan: Memberikan penyuluhan bagi masyarakat Desa Mekarjaya tentang tanaman obat keluarga (TOGA) untuk pemeliharaan kesehatan. Metode: Kegiatan penyuluhan diawali dengan memberikan soal pretes untuk mengetahui pengetahuan awal, dilanjutkan pemberian materi dan diskusi tentang tanaman obat, kemudian masyarakat diberi soal postest untuk mengetahui peningkatan pengetahuan masyarakat dan diberi angket untuk mengetahui respon masyarakat tentang kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan. Hasil: Pengetahuan masyarakat meningkat berdasarkan nilai pretest rata-rata 82,4 sedangkan hasil posttest rata-rata 91,5. Berdasarkan hasil angket, masyarakat memberikan respon positif terhadap kegiatan penyuluhan TOGA yang telah dilakukan. Materi yang disampaikan jelas, gambar TOGA yang menarik dan dengan waktu yang cukup membuat masyarakat dapat mengikuti penjelasan yang diberikan. Adanya diskusi interaktif juga membuat pemahaman masyarakat semakin meningkat. Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan pada masyarakat Desa Mekarjaya tentang tanaman obat keluarga dan masyarakat merespon positif terhadap kegiatan penyuluhan yang dilakukan.
Pembuatan pestisida organik ramah lingkungan Puspariki, Jenta
Journal of Holistic Community Service Vol 1 No 1 (2023): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v1i1.17

Abstract

Latar belakang. Persepsi petani bahwa serangan hama dapat menyebabkan kegagalan panen telah membuat penggunaan pestisida tidak dapat dihindari bahkan semakin meningkat penggunaannya. Pestisida organik merupakan pembasmi atau pengendali hama yang berasal dari makhluk hidup misalnya dari tumbuhan yaitu bawang putih. Karena berasal dari makhluk hidup maka residu pestisida organic akan mudah terurai (biodegradable) sehingga relative aman tidak mencemari lingkungan. Metode. Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah dengan memberi penjelasan tentang pestisida organic salah satunya adalah pestisida dari bawang putih  dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan pestisida dari bawang putih. Sasaran dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah warga beserta ibu-ibu kader Desa Gurudug. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan di kebun sayur salah satu warga Desa Gurudug. Hasil. Respon positif dari masyarakat ditunjukan dari hasil angket yang berisi bahwa materi kegiatan penyuluhan sesuai kebutuhan masyarakat, bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari, disajikan dengan cara yang menarik. Kesimpulan. Warga khususnya di Desa Gurudug Kabupaten Purwakarta mengerti manfaat dari pestisida organik dari bawang putih. Pemanfaatan bawang putih tidak hanya sebagai bumbu masakan saja tetapi sebagai obat tradisional yang berkhasiat tetapi juga sebagai pestisida bagi tanaman pertanian.
Pemberdayaan Sekolah Lansia: Pentingnya hobi menjaga lingkungan dengan berkebun untuk menjaga ketahanan pangan keluarga Seri Edukasi Holistic Talks #2 Yani, Ahmad; Puspariki, Jenta
Journal of Holistic Community Service Vol 3 No 1 (2025): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v3i1.66

Abstract

Latar belakang: Peningkatan hidup lansia memerlukan pendekatan yang menyeluruh, salah satunya melalui kegiatan yang memperkuat aspek fisik, mental, dan lingkungan. Tujuan: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan bagian dari seri edukasi Holistic Talks yang bertujuan memberdayakan lansia di Sekolah Lansia Desa Cikeris melalui aktivitas berkebun sebagai bentuk hobi yang berdampak pada ketahanan pangan keluarga dan pelestarian lingkungan. Metode: Metode yang digunakan meliputi edukasi, pelatihan praktik berkebun sederhana, pembagian starter kit, serta pendampingan selama kegiatan. Hasil: Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan motivasi peserta dalam berkebun, partisipasi tinggi dalam praktik berkebun, serta dampak positif terhadap kesehatan mental dan ketersediaan pangan keluarga. Kesimpulan: Kegiatan ini membuktikan bahwa hobi berkebun dapat menjadi media pemberdayaan lansia yang efektif dalam kerangka pendekatan holistik. Program ini direkomendasikan untuk direplikasi pada komunitas lansia lainnya guna mendukung penuaan yang sehat, produktif, dan mandiri.
Optimalisasi pengendalian Hipertensi pada lansia melalui program sekolah lansia: pendekatan perubahan perilaku diet dan aktivitas fisik Hermanto, Restu Amalia; Puspariki, Jenta; Amelia, Dian
Journal of Holistic Community Service Vol 3 No 2 (2026): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v3i2.84

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi pada populasi lansia dan menjadi faktor risiko utama terjadinya komplikasi kardiovaskular. Pengendalian hipertensi memerlukan pendekatan komprehensif, tidak hanya melalui terapi farmakologis tetapi juga melalui modifikasi gaya hidup, khususnya pengaturan pola makan dan peningkatan aktivitas fisik. Namun, perubahan perilaku kesehatan pada lansia masih menjadi tantangan dalam praktiknya. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengendalian hipertensi pada lansia melalui penyuluhan berbasis Sekolah Lansia guna mendorong perubahan perilaku pola makan dan aktivitas fisik. Metode: Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan interaktif kepada peserta Sekolah Lansia. Materi yang diberikan meliputi edukasi tentang hipertensi, prinsip diet rendah garam dan rendah lemak, serta jenis dan frekuensi aktivitas fisik yang sesuai bagi lansia. Evaluasi dilakukan menggunakan checklist perilaku untuk mengidentifikasi kebiasaan sehat yang telah dijalani serta komitmen peserta dalam menerapkan perubahan perilaku setelah kegiatan. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Sebagian besar peserta Sekolah Lansia telah menerapkan perilaku sehat untuk mengendalikan hipertensi, seperti rutin memeriksa tekanan darah (90%), mencukupi konsumsi air putih (95%), membatasi alkohol (87,5%), tidak merokok (85%), dan mengelola stres (80%). Perilaku pola makan sehat juga cukup tinggi, termasuk mengonsumsi lebih banyak buah dan sayur (72%) dan mengurangi garam (70%). Aktivitas fisik teratur masih relatif rendah (67,5%). Kesimpulan: Penyuluhan berbasis Sekolah Lansia efektif meningkatkan perilaku pengendalian hipertensi terutama pada aspek pemantauan tekanan darah dan hidrasi. Perilaku diet dan aktifitas fisik masih perlu ditingkatkan untuk mendukung pengendalian hipertensi yang optimal.
Peningkatan kapasitas pemasaran UMKM berbasis potensi lokal sebagai strategi keunggulan komparatif di Desa Cibingbin Handayani, Reti Puji; Puspariki, Jenta
Journal of Holistic Community Service Vol 3 No 2 (2026): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v3i2.85

Abstract

Latar Belakang: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini didasari ketersediaan potensi sumber daya alam lokal yang melimpah di Desa Cibingbin, Kabupaten Purwakarta, yang belum diimbangi dengan kapasitas pemasaran mumpuni bagi pelaku UMKM. Keterbatasan pemahaman strategi pemasaran menjadi hambatan utama dalam mengoptimalkan potensi tersebut sebagai keunggulan komparatif desa. Karena itu, diperlukan upaya peningkatan kapasitas pemasaran guna memperkuat daya saing ekonomi lokal. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui penguasaan strategi pemasaran produk berbasis potensi lokal guna mewujudkan keunggulan komparatif dan daya saing ekonomi di Desa Cibingbin. Metode: pelaksanaan meliputi pretest, edukasi melalui pemaparan materi, dan diskusi interaktif dengan peserta, diakhiri dengan posttest. Evaluasi kepuasan diukur menggunakan angket skala Likert. Subjek PkM melibatkan 28 peserta yang terdiri atas anggota PKK, kader, dan warga Desa Cibingbin (usia 20–50 tahun) sebagai representasi pelaku UMKM lokal. Hasil: evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, dengan kenaikan rata-rata nilai dari 78,2 (pretest) menjadi 86,7 (posttest). Peningkatan mencakup aspek krusial seperti segmentasi pasar, standarisasi kemasan, digitalisasi pemasaran melalui media sosial, dan penguatan citra produk lokal. Selain itu, respons peserta menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi terhadap relevansi dan kejelasan materi, yang mengonfirmasi bahwa kegiatan ini efektif dalam menjawab kebutuhan pengembangan kapasitas pelaku UMKM di Desa Cibingbin. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian ini terbukti efektif meningkatkan kapasitas pemasaran pelaku UMKM di Desa Cibingbin, yang tercermin dari peningkatan pemahaman signifikan pada aspek strategi dan digitalisasi pemasaran. Penguatan pengetahuan ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan keunggulan komparatif produk berbasis potensi lokal. Sebagai tindak lanjut, diperlukan pendampingan intensif yang berfokus pada keberlanjutan branding dan perluasan akses pasar digital guna memperkuat daya saing ekonomi desa secara berkelanjutan.
Pelatihan pembuatan sabun cair dari ekstrak daun pala di Desa Babakan Kabupaten Purwakarta Ratnasari, Dewi; Putra, Risa Kota; Handayani, Reti Puji; Puspariki, Jenta
Journal of Holistic Community Service Vol 3 No 2 (2026): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v3i2.91

Abstract

Latar belakang: Masyarakat Desa Babakan, Kabupaten Purwakarta, telah memanfaatkan buah dan biji pala sebagai bahan pangan seperti manisan, sirup, dan minuman herbal. Namun demikian, bagian daun dari tanaman pala belum dimanfaatkan secara optimal dan umumnya dianggap sebagai limbah pertanian. Padahal beberapa penelitian menunjukkan bahwa daun pala mengandung berbagai metabolit sekunder yang berpotensi digunakan sebagai bahan aktif dalam produk kesehatan maupun kosmetik. Rendahnya pemanfaatan tersebut salah satunya disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai potensi dan pengolahannya. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam mengolah daun pala menjadi produk yang memiliki nilai tambah ekonomi. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Babakan, Kabupaten Purwakarta dengan sasaran ibu-ibu kader dan masyarakat setempat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan serta demonstrasi pembuatan sabun cair yang memanfaatkan ekstrak daun pala sebagai bahan aktif Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman baru mengenai potensi pemanfaatan daun pala. Peserta terlihat antusias mengikuti penjelasan dan demonstrasi pembuatan sabun cair daun pala. Peserta bertanya tentang proses pembuatan sabun, pemilihan bahan baku, serta kemungkinan penggunaan tanaman lain sebagai bahan aktif. Kegiatan ini juga membuka wawasan masyarakat mengenai peluang pengembangan produk berbasis sumber daya alam lokal. Kesimpulan: Pelatihan pembuatan sabun cair berbahan dasar ekstrak daun pala di Desa Babakan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan potensi tanaman pala secara lebih optimal. Masyarakat menjadi lebih memahami bahwa daun pala yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam produk sabun cair antiseptik.
Penyuluhan budidaya tanaman obat keluarga (TOGA): Telang (Clitoria ternatea) Puspariki, Jenta; Handayani, Reti Puji
Journal of Holistic Community Service Vol 3 No 1 (2025): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v3i1.94

Abstract

Latar belakang: Menanam tanaman obat di halaman rumah dapat menjadi upaya untuk meningkatkan kesehatan di lingkungan masyarakat. Bunga telang (Clitoria ternatea) diketahui memiliki berbagai aktivitas farmakologis seperti antioksidan, antibakteri, dan antiinflamasi. Namun, pemanfaatan dan budidayanya masih belum optimal di masyarakat. Tujuan: Penyuluhan ini bertujuan untuk memberi informasi kepada masyarakat tentang budidaya tanaman telang sebagai tanaman obat dan potensi ekonominya. Metode: Metode yang digunakan adalah penyuluhan edukatif dengan pendekatan ceramah interaktif dan demonstrasi penanaman. Sasaran kegiatan adalah masyarakat dan kader Desa Cilangkap, Kabupaten Purwakarta. Evaluasi dilakukan menggunakan angket respon peserta. Hasil: Dari penyuluhan yang telah dilakukan, masyarakat Sebanyak 72,2% menyatakan materi sesuai kebutuhan, 64,7% mudah dipahami, dan 66,7% disampaikan dengan menarik. Demonstrasi langsung meningkatkan pemahaman peserta secara lebih efektif. Kesimpulan: Penyuluhan dan demonstrasi budidaya bunga telang efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat serta berpotensi mendukung peningkatan kesehatan dan ekonomi keluarga.