Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Potensi Kesulitan-Kesulitan Yang Dihadapi Siswa SMK Saat Menyelesaikan Masalah Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel: Studi Eksploratif Aprianti, Desi; Nugroho, Purna Bayu; Meilasari, Venty
International Journal of Progressive Mathematics Education Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/ijopme.v1i4.8898

Abstract

This research is aim to find out the difficulties of concept and principle experienced by students in solving story problems of a system of linear equations two variables class x in SMK Muhammadiyah Kotabumi and the factors that cause students to experience these difficulties. The method used in this study is a descriptive method in the form of a case study. The subjects used in this study were several students of class x. The instrument used was a written test in the form of an essay. From the data analysis,it is known that the difficulties and the factors causing the difficulties experienced by student. Diifficulty assuming variable terms, difficulty converting story problems into mathematical sentences, difficulty performing operations with elimination and substitusion methods, difficulty operating addition and subtraction, difficulty converting variable replacement values into interrogative sentences. Lack of mastery of SPLDV material, lack of accuracy when working on question, and do not master the concepts and principles of SPLDV Keywords :
Bahan Ajar Digital Sebagai Alternatif Pembelajaran Jarak Jauh dan Mandiri (Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Teori Graf) Darwanto, Darwanto; Meilasari, Venty
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.2119

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah diperolehnya produk berupa bahan ajar teori graf berbasis digital. Bahan ajar tersebut diharapkan mampu memfasilitasi pembelajaran jarak jauh mahasiswa dan juga pembelajaran mandiri mahasiswa. Masa New Normal (pasca) Covid-19, media digital memainkan peranan yang sangat penting dalam menyukseskan pembelajaran jarak jauh dan juga pembelajaran mandiri. Terdapat dua poin penting yang harus diperhatikan dalam mengembangan bahan ajar yaitu: (1) Bahan ajar harus uptodate/sesuai dengan perkembangan yang paling mutakhir (berbasis digital); dan (2) Bahan ajar harus disesuaikan dengan karakteristik mahasiswa atau pembaca yang akan menggunakanya. Metode yang digunakan adalah Penelitian dan pengembangan (R&D). kegiatan yang dilaksanakan pada penelitian adalah: (1) tahapan identifikasi masalah; (2) pengumpulan data (pengumpulan referensi); (3) menyusun desain bahan ajar (buku) digital; (4) memvalidasi desain bahan (buku) ajar kepada validator yang kompeten dibidangnya; (5) melakukan revisi desain bahan (buku) ajar; (6) mengujicobakan bahan (buku) ajar digital secara terbatas; dan (6) merevisi bahan (buku) ajar jika hal-hal yang kurang/perlu diperbaiki. Produk yang dihasilakan berupa sebuah bahan ajar berbentuk digital yang dapat digunakan pada OS Android. Validitas bahan ajar tergolong dalam kategori baik.  Bahan ajar ini ditujukan sebagai alternatif pada pembelajaran jarak jauh dan pembelajaran secara mandiri bagi mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Kotabumi atau mahasiswa di luar Universitas Muhammadiyah Kotabumi yang menempuh mata kuliah Graf.
Bahan Ajar Digital Sebagai Alternatif Pembelajaran Jarak Jauh dan Mandiri (Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Teori Graf) Darwanto, Darwanto; Meilasari, Venty
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.2119

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah diperolehnya produk berupa bahan ajar teori graf berbasis digital. Bahan ajar tersebut diharapkan mampu memfasilitasi pembelajaran jarak jauh mahasiswa dan juga pembelajaran mandiri mahasiswa. Masa New Normal (pasca) Covid-19, media digital memainkan peranan yang sangat penting dalam menyukseskan pembelajaran jarak jauh dan juga pembelajaran mandiri. Terdapat dua poin penting yang harus diperhatikan dalam mengembangan bahan ajar yaitu: (1) Bahan ajar harus uptodate/sesuai dengan perkembangan yang paling mutakhir (berbasis digital); dan (2) Bahan ajar harus disesuaikan dengan karakteristik mahasiswa atau pembaca yang akan menggunakanya. Metode yang digunakan adalah Penelitian dan pengembangan (R&D). kegiatan yang dilaksanakan pada penelitian adalah: (1) tahapan identifikasi masalah; (2) pengumpulan data (pengumpulan referensi); (3) menyusun desain bahan ajar (buku) digital; (4) memvalidasi desain bahan (buku) ajar kepada validator yang kompeten dibidangnya; (5) melakukan revisi desain bahan (buku) ajar; (6) mengujicobakan bahan (buku) ajar digital secara terbatas; dan (6) merevisi bahan (buku) ajar jika hal-hal yang kurang/perlu diperbaiki. Produk yang dihasilakan berupa sebuah bahan ajar berbentuk digital yang dapat digunakan pada OS Android. Validitas bahan ajar tergolong dalam kategori baik.  Bahan ajar ini ditujukan sebagai alternatif pada pembelajaran jarak jauh dan pembelajaran secara mandiri bagi mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Kotabumi atau mahasiswa di luar Universitas Muhammadiyah Kotabumi yang menempuh mata kuliah Graf.
Analisis Proses Penalaran Matematis Siswa Tuna Rungu Sekolah Luar Biasa Negeri Sukamaju Pada Pemecahan Masalah Bangun Datar Wardani, Dahlia Ayu; Nugroho, Purna Bayu; Meilasari, Venty
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 1 (2023): Inovasi Teknologi, Psikologi Belajar, dan Adaptasi Pembelajaran Matematika di E
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v6i1.2054

Abstract

Penalaran matematis yang baik sangat penting dimiliki oleh setiap siswa termasuk siswa tuna rungu untuk melakukan pemecahan masalah. Faktanya, siswa tuna rungu masih memiliki penalaran matematis yang kurang baik. Meskipun demikian, siswa tuna rungu masih mampu melakukan pemecahan masalah walau kurang baik. Pelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penalaran matematis siswa tunarungu SLB Negeri Sukamaju pada pemecahan masalah bangun datar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian berjumlah 3 siswa yang dipilih berdasarkan kategori purposive sampling. Instrumen penelitian ini adalah peneliti, instrumen tes dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini adalah penalaran matematis siswa tuna rungu saat melakukan pemecahan masalah cenderung induktif. Proses penalaran matematis siswa tuna rungu pada saat pemecahan masalah bangun datar dimulai dari identifikasi masalah dengan membuat suatu model penjelasan dari fakta, sifat, hubungan, atau pola yang ada, lalu melakukan pendugaan solusi sementara untuk menyelesaikan masalah yang ada pada soal. Dugaan solusi sementara akan digabungkan dengan kesimpulan yang ditarik dari kasus khusus yang diambil poin pentingnya untuk dijadikan patokan dalam memecahkan permasalahan lainnya lalu siswa tuna rungu menentukan dugaan rencana penyeleasaian final untuk menentuka keliling bangun datar. Selanjutnya siswa tuna rungu melakukan penarikan kesimpulan kembali dari konsep gerakan keliling untuk dijadikan patokan dalam menentukan pola urutan perhitungan keliling bangun datar. Setelah itu siswa tuna rungu menggunakan pola dan hubungan yang ada untuk menganalisis dan menyusun konjektur. Selanjutnya siswa tuna rungu melakukan penggeneralisasian rencana penyelesaian masalah untuk menentukan keliling bangun datar.
Membongkar miskonsepsi lingkaran : telaah komprehensif pemahaman siswa sekolah menengah pertama Apriyanti, Desi; Nugroho, Bayu Purna; Meilasari, Venty
International Journal of Progressive Mathematics Education Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/ijopme.v5i1.18541

Abstract

Purpose: This study aims to assess students' mathematical conceptual understanding of circle geometry, stratified by high, moderate, and low proficiency levels. Design/methodology/approach: Employing a descriptive qualitative design, this research selected six subjects via purposive sampling, comprising two students from each proficiency tier (high, moderate, and low). Data collection utilized test instruments and structured interview protocols to evaluate conceptual mastery. Findings: The findings reveal that high-proficiency students satisfied four conceptual understanding indicators: object classification, procedural application, mathematical representation, and problem-solving algorithms. Conversely, moderate-ability students fulfilled only two indicators (classification and procedural application), while low-ability students demonstrated mastery of a single indicator: classifying objects based on specific properties. Practical implications: These results underscore the necessity for instructional strategies that emphasize procedural application and mathematical representation, particularly for low- and moderate-performing students, to bridge existing gaps in conceptual understanding. Originality/value: This study provides a distinct delineation of the gradation in mastering circle-related concepts across varying ability levels, serving as a foundational reference for instructional evaluation and curriculum adjustment. Purpose: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman konsep matematika siswa pada materi lingkaran berdasarkan kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Design/methodology/approach: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek terdiri dari enam siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling, mencakup masing-masing dua siswa dari kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan menggunakan instrumen tes dan pedoman wawancara.Findings: Hasil menunjukkan bahwa siswa berkemampuan tinggi memenuhi empat indikator (klasifikasi, prosedur, representasi, dan pemecahan masalah). Siswa berkemampuan sedang memenuhi dua indikator (klasifikasi dan prosedur), sedangkan siswa berkemampuan rendah hanya memenuhi satu indikator, yaitu mengklasifikasikan objek menurut sifat tertentu.Practical implications: Temuan ini mengimplikasikan perlunya penekanan strategi pembelajaran pada aspek penggunaan prosedur dan representasi matematis, khususnya bagi siswa dengan kemampuan sedang dan rendah untuk menutup kesenjangan pemahaman konsep. Originality/value: Studi ini memberikan pemetaan spesifik mengenai gradasi penguasaan indikator pemahaman konsep lingkaran pada berbagai tingkat kemampuan siswa sebagai dasar evaluasi pembelajaran.
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI), GROUP INVESTIGATION (GI), DAN PEMBELAJARAN LANGSUNG PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SE-KOTA SURAKARTA Meilasari, Venty; Budiyono, Budiyono; Slamet, Isnandar
Journal of Mathematics and Mathematics Education Vol 6, No 1 (2016): Journal of Mathematics and Mathematics Education (JMME)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jmme.v6i1.10042

Abstract

Abstract: This research aimed to find out: (1) which one providing better mathematics learning achievement, TAI model, GI model or direct instruction model, (2) which one providing better mathematics learning achievement, the high, medium or low independence of learning students, (3) in each learning models, which one providing better mathematics learning achievement, the high, medium, or low independence of learning students, (4) in each categories of independence of learning, which one providing better mathematics learning achievement, TAI model, GI model or direct instruction learning model. This research used the quasi-experimental research method. The research design was a 3×3 factorial design. The population were all students of the eight class of junior high school in Surakarta on academic year 2015/2016. The sample was taken using stratified cluster random sampling and consisted of 281 students. The instruments used were independence of learning questionnaire and mathematics achievement test. The proposed hypothesis of the research were analyzed by using two-way analysis of variance with unbalanced cells. The conclusions of this research were as follow. (1) TAI model provided the mathematics achievement as good as GI model, TAI model and GI model provided better mathematics achievement than direct instruction model. (2) The high independence of learning student had better mathematics achievement than medium and low independence of learning students, and the medium had better than low independence of learning students. (3) In TAI model and direct instruction model, the high, medium, and low independence of learning had the same mathematics achievement, in GI learning model, the high independence of learning students had mathematics achievement as good as the medium independence of learning students, the high independence of learning had better than the low independence of learning, and the medium independence of learning students had the same as the low independence of learning students. (4) In high and low independence of learning, TAI model, GI model, and direct instruction model provided the same achievement, in medium independence of learning, TAI model and GI model provided the same achievement, TAI model provided better achievement than direct instruction model, GI model was the same as direct instruction model.Keyword: TAI, GI, Direct Instruction, Independence of Learning, and Mathematics Achievement