Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : METABASA

REPRESENTASI BAHASA PEREMPUAN DALAM NOVEL SULUK MU’TAZILAH KARYA HASNAN SINGODIMAYAN Ika Febriani
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penutur menggunakan ragam bahasa tertentu sesuai gendernya. Ragam bahasa laki-laki dan perempuan berbeda. Hal tersebut terjadi dalam Bahasa Indonesia, terlebih juga terjadi pada ragam bahasa percakapan yang terdapat dalam wacana sastra. Bahasa yang digunakan perempuan berbeda dengan bahasa yang digunakan laki-laki. Hal tersebut disebabkan oleh karakter dan sifat kedua jenis makhluk tersebut yang juga berbeda. Perempuan menduduki posisi sekunder dibandingkan dengan pria, bahkan dianggap sebagai pelengkap dalam budaya masyarakat Jawa yang tecermin dalam bahasa yang digunakan. Berdasarkan pembahasan mengenai representasi bahasa perempuan dalam novel Suluk Mu’tazilah karya Hasnan Singodimayan tersebut dapat diketahui penggunaan kata sapaan. Kata sapaan digunakan untuk menunjukkan representasi bahasa perempuan yang merupakan dominasi laki-laki dan insan yang tertindas. Representasi juga ditampakkan dengan adanya budaya Using yang memarginalkan perempuan dan menunjukkan dominasi keaktifan laki-laki dalam pernikahan. Tokoh perempuan dalam novel Suluk Mu’tazilah karya Hasnan Singodimayan menggunakan bahasa untuk menetapkan, memelihara dan mengembangkan hubungan pribadi, sedangkan lelaki cenderung melihat bahasa yang lebih sebagai alat untuk memperoleh informasi yang tersampaikan. Representasi bahasa perempuan dominan terdapat dalam penggunaan percakapan dalam novel Suluk Mu’tazilah karya Hasnan Singodimayan.  Kata kunci: representasi, bahasa perempuan, dan novel. Abstract10 . Speakers use a certain variety of language according to their gender. The variety of language for men and women is different. This happens in Indonesian, especially in the variety of conversational languages found in literary discourse. The language used by women is different from the language used by men. This is because the character and nature of the two types of creatures are also different. Women occupy a secondary position compared to men, even considered as a complement in Javanese culture which is reflected in the language used.Based on the discussion about the representation of women's language in the novel Suluk Mu'tazilah by Hasnan Singodimayan, it can be seen the use of greeting words. The greeting word is used to show the representation of women's language which is dominated by men and oppressed people. The representation is also shown by the Using culture which marginalizes women and shows the dominance of men's activities in marriage. The female characters in Hasnan Singodimayan's novel Suluk Mu'tazilah use language to establish, maintain and develop personal relationships, while men tend to see language as more of a tool to obtain conveyed information. The representation of the dominant female language is found in the use of conversation in the novel Suluk Mu'tazilah by Hasnan Singodimayan. Keywords: representation, women's language, and novel.
STRUKTUR PERCAKAPAN DALAM SIDANG SENGKETA PILPRES 2019 SAKSI AHLI PAPARKAN SITUNG Ika Febriani
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerselisihan yang terjadi ketika kubu pasangan capres nomor urut 02 merasa dirugikan karena ditengarai telah terjadi kecurangan dengan memanipulasi data telah mewarnai kontestasi politik Indonesia dalam pemilihan calon presiden. Hal tersebut memicu terjadinya laporan dari pasangan capres 02 kepada Mahkamah Konstitusi sehingga persidangan pun dilaksanakan untuk lebih memantapkan dalam penetapan pasangan capres terpilih. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan wacana lisan berupa struktur percakapan pihak-pihak yang terlibat dalam persidangan sengketa pilpres 2019 oleh Mahkamah Konstitusi. Deskripsi tersebut dihasilkan dari kegiatan menganalisis dialog pihak-pihak dalam sidang antara lain hakim, termohon, jaksa penuntut umum, dan saksi-saksi. Struktur percakapan yang dikaji dalam penelitian ini terdiri atas konsep overlap, jeda, dan pasangan ujaran terdekat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik deskriptif. Data dalam penelitian ini semua tuturan dalam acara persidangan Mahkamah Konstitusi terkait sidang sengketa pilpres 2019. Teknik pengumpulan data dengan teknik dokumentasi, simak, dan catat. Hasil penelitian berupa struktur percakapan terjadinya overlap (tumpang wicara) dalam percakapan antarpartisipan dalam proses persidangan. Jeda dalam percakapan terjadi saat terjadi peralihan giliran bicara antarpartisipan dalam sidang. Pasangan ujaran terdekat terjadi pada saat sidang dilaksanakan, yakni ketika hakim konstitusi menginterogasi saksi-saksi yang menghadiri persidangan itu.Kata-kata kunci: struktur percakapan, sidang sengketa pilpres, wacana lisan.