Purwati, Indri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Burnout of Civil Servant Athletes: The Role of Coping and Hardiness in Dual Role Conflict Purwati, Indri; Widhiastuti, Hardani; Pratiwi, Shinta
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 4 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i4.16803

Abstract

One of the most sought-after jobs by the Indonesian people is working as a Civil Servant. Civil Servants (PNS) are still a favorite or have a certain attraction for the community, especially the younger generation. There are several paths to being appointed as a civil servant, one of which is to become an outstanding athlete. Female workers will play a greater role in female athletes who become civil servants for children who are married. However, on the one hand, if individuals are unable to manage their work, pressure after pressure is very likely to occur. This study aims to reveal the influence of coping strategies and hardiness personality on burnout mediated by dual role conflict. This study is a quantitative study conducted on 80 female athletes who also work as Civil Servants. Partially, the results obtained are that there is an influence of Emotional Focused Coping on Burnout, there is an influence of Hardiness on Burnout, there is an influence of Emotional Focused Coping on dual role conflict, there is an influence of Hardiness on dual role conflict, there is an influence of emotional conflict dual role on Burnout. Then the dual role conflict can mediate the relationship between emotionally focused coping and burnout and the relationship between hardiness and burnout.Salah satu pekerjaan yang paling banyak diminati oleh masyarakat Indonesia, yaitu bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil. Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih menjadi lahan primadona atau memiliki daya tarik tertentu bagi masyarakat, terutama generasi muda. Terdapat beberapa jalur untuk diangkat menjadi PNS salah satunya adalah menjadi atlet berprestasi. Pekerja wanita akan lebih banyak berperan dalam menatlet wanita yang menjadi pegawai negeri sipils anak bagi yang sudah berumah tangga. Namun di satu sisi, jika individu tidak mampu mengelola pekerjaannya, tekanan demi tekanan sangat mungkin terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh yang diberikan dari strategi koping dan kepribadian hardiness terhadap burnout yang di mediasi oleh konflik peran ganda. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan terhadap 80 orang wanita atlet yang juga bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil. Secara parsial hasil didapat bahwa terdapat pengaruh emotional focused coping terhadap burnout, terdapat pengaruh hardiness terhadap burnout, terdapat pengaruh emotional focused coping terhadap konflik peran ganda, terdapat pengaruh hardiness terhadap konflik peran ganda, terdapat pengaruh konflik peran ganda terhadap burnout. Kemudian konflik peran ganda mampu memediasi hubungan emotional focused coping terhadap burnout dan hubungan hardiness terhadap burnout.
Regulasi Diri dan Bentuk Strategi Coping Atlet Wanita yang Berprofesi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Purwati, Indri
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 7, No 1 (2019): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v7i1.4707

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana deskripsi regulasi diri dan strategi koping atlet wanita yang berprofesi sebagai pegawai negeri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan responden dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam dengan keempat subjek. Hasil dari penelitian ini adalah pengaturan mandiri dengan baik sehingga pemilihan strategi koping dapat sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Pemilihan empat strategi koping untuk subjek, yaitu, strategi koping di mana keempat subjek memilih untuk menghadapi masalah yang tampaknya dapat diselesaikan dengan baik. Subjek RM memilih untuk mempercayakan anaknya kepada ibu atau kadang-kadang mempercayakan kepada pengasuh yang berada di dekat rumah RM, RM mencoba untuk mengatasi masalah dengan membagi waktu antara bekerja, melatih dan merawat anak. Subjek NJ mempercayakan anaknya kepada ipar yang tinggal di rumah bersamanya, NJ membagi waktunya dengan baik antara praktik kerja dan anak-anak. Subjek SNW yang jauh dari tiga anaknya, tiga anak tersebut dirawat oleh ibu subjek, SNW berusaha mengatasi masalah dengan menyelam waktu antara pekerjaan, pelatihan, dan pengasuhan anak, subjek HA yang bepergian ke luar kota untuk pergi ke bekerja dan berlatih. HA mempercayakan anaknya kepada suami atau pengasuh yang tinggal di dekat rumah HA.