Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : J-Eltrik

Sistem Pakar Diagnosa Awal Penyakit Mata (Penelusuran Gejala Dengan Metode Backward Chaining) Gama, Adie Wahyudi Oktavia; Sukadana, I Wayan; Prathama, Gede Humaswara
J-Eltrik Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Eltrik Vol 1, No. 2, November 2019
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/j-eltrik.v1i2.34

Abstract

Keinginan manusia membuat mesin yang memiliki kecerdasan layaknya manusia telah menciptakan suatu ilmu yang disebut artificial intelligence. Sistem pakar merupakan salah satu bidang ilmu artificial intelligence yang dapat mengambil suatu keputusan dimana masalah tersebut memerlukan ahli atau pakar dalam pemecahannya. Penelitian ini mengembangkan sistem pakar untuk melakukan diagnosa awal penyakit mata. Mata merupakan organ vital yang harus cepat mendapatkan penanganan pada saat mendapatkan gangguan. Sistem pakar ini menggunakan pengetahuan khusus tentang gejala dari bermacam-macam penyakit mata. Setiap penyakit mata dijabarkan detail gejalanya yang didapat dari buku serta wawancara dengan dokter spesialis mata. Sistem ini bekerja dengan cara konsultasi yaitu melakukan tanya jawab dimana setiap pertanyaan yang diberikan oleh sistem berasal dari aturan yang ditanamkan. Metode inferensi atau penulusuran yang digunakan adalah backward chaining. Hasil yang diberikan sistem ini adalah berupa diagnosa awal penyakit mata yang mungkin diderita pasien berdasarkan gejala yang dijawab.Keywords: Artificial Intelligence, Sistem Pakar, Backward Chaining, Penyakit Mata, Diagnosa Awal.
Koordinasi Proteksi Arus Lebih Penyulang Tembuku terhadap Indeks Keandalan Sistem Distribusi 20 KV PT. PLN (Persero) ULP Bangli Sukadana, I Wayan; Ramadhani, Risma Fauziyah
J-Eltrik Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Eltrik Vol. 2, No. 2, November 2020
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/j-eltrik.v2i2.104

Abstract

Penyulang Tembuku dilengkapi peralatan proteksi over current relay (OCR) pada Recloser Tembuku dan rele PMT Outgoing Penyulang Tembuku di GI Gianyar. Berdasarkan data yang tercatat pada monitoring PLN UP3 Bali Timur, tiga dari empat kali gangguan yang terjadi pada Penyulang Tembuku disebabkan oleh kesalahan koordinasi pengaman sehingga terjadi pemadaman meluas. Hipotesa awal penyebab dari kesalahan koordinasi merupakan akibat dari rekonfigurasi jaringan Penyulang Tembuku. Dampak dari kesalahan koordinasi mempengaruhi salah satu kinerja indeks keandalan PLN ULP Bangli, yaitu pencapaian nilai SAIFI. Perhitungan arus hubung singkat menunjukkan nilai arus hubung singkat semakin besar setelah rekonfigurasi jaringan dikarenakan jarak penyulang yang semakin pendek. Hasil analisa dari setting eksisting menunjukkan bahwa waktu kerja antara PMT dan Recloser terlalu rapat, sehingga direkomendasikan untuk penyetelan ulang. Hasil perhitungan sebagai dasar rekomendasi diperoleh TMS PMT 0,19 s dan TMS Recloser 0,05 s dengan karakterisrik Standard Inverse. Analisa terhadap SAIFI menunjukkan jika kinerja proteksi sesuai dengan harapan, maka kontribusi pemadaman karena gangguan pada Penyulang Tembuku dapat ditekan sebesar 31% pada Triwulan I 2019.
Koordinasi Proteksi Arus Lebih Penyulang Tembuku terhadap Indeks Keandalan Sistem Distribusi 20 KV PT. PLN (Persero) ULP Bangli I Wayan Sukadana; Risma Fauziyah Ramadhani
J-Eltrik Vol 2 No 2 (2020): November
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/j-eltrik.v2i2.104

Abstract

Penyulang Tembuku dilengkapi peralatan proteksi over current relay (OCR) pada Recloser Tembuku dan rele PMT Outgoing Penyulang Tembuku di GI Gianyar. Berdasarkan data yang tercatat pada monitoring PLN UP3 Bali Timur, tiga dari empat kali gangguan yang terjadi pada Penyulang Tembuku disebabkan oleh kesalahan koordinasi pengaman sehingga terjadi pemadaman meluas. Hipotesa awal penyebab dari kesalahan koordinasi merupakan akibat dari rekonfigurasi jaringan Penyulang Tembuku. Dampak dari kesalahan koordinasi mempengaruhi salah satu kinerja indeks keandalan PLN ULP Bangli, yaitu pencapaian nilai SAIFI. Perhitungan arus hubung singkat menunjukkan nilai arus hubung singkat semakin besar setelah rekonfigurasi jaringan dikarenakan jarak penyulang yang semakin pendek. Hasil analisa dari setting eksisting menunjukkan bahwa waktu kerja antara PMT dan Recloser terlalu rapat, sehingga direkomendasikan untuk penyetelan ulang. Hasil perhitungan sebagai dasar rekomendasi diperoleh TMS PMT 0,19 s dan TMS Recloser 0,05 s dengan karakterisrik Standard Inverse. Analisa terhadap SAIFI menunjukkan jika kinerja proteksi sesuai dengan harapan, maka kontribusi pemadaman karena gangguan pada Penyulang Tembuku dapat ditekan sebesar 31% pada Triwulan I 2019.
Sistem Pakar Diagnosa Awal Penyakit Mata (Penelusuran Gejala dengan Metode Backward Chaining) Adie Wahyudi Oktavia Gama; I Wayan Sukadana; Gede Humaswara Prathama
J-Eltrik Vol 1 No 2 (2019): November
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/j-eltrik.v1i2.34

Abstract

Keinginan manusia membuat mesin yang memiliki kecerdasan layaknya manusia telah menciptakan suatu ilmu yang disebut artificial intelligence. Sistem pakar merupakan salah satu bidang ilmu artificial intelligence yang dapat mengambil suatu keputusan dimana masalah tersebut memerlukan ahli atau pakar dalam pemecahannya. Penelitian ini mengembangkan sistem pakar untuk melakukan diagnosa awal penyakit mata. Mata merupakan organ vital yang harus cepat mendapatkan penanganan pada saat mendapatkan gangguan. Sistem pakar ini menggunakan pengetahuan khusus tentang gejala dari bermacam-macam penyakit mata. Setiap penyakit mata dijabarkan detail gejalanya yang didapat dari buku serta wawancara dengan dokter spesialis mata. Sistem ini bekerja dengan cara konsultasi yaitu melakukan tanya jawab dimana setiap pertanyaan yang diberikan oleh sistem berasal dari aturan yang ditanamkan. Metode inferensi atau penulusuran yang digunakan adalah backward chaining. Hasil yang diberikan sistem ini adalah berupa diagnosa awal penyakit mata yang mungkin diderita pasien berdasarkan gejala yang dijawab.