Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : J-Eltrik

Rancang Bangun Alat Ukur Indeks Masa Tubuh Untuk Deteksi Diabetes Mellitus Tipe 2 Arsianti, Rika Wahyuni; Alexander, Arif; Mulyadi, Mulyadi; Raudah, Raudah
J-Eltrik Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Eltrik, Vol. 1, No. 1
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/je.v1i1.16

Abstract

Type 2 diabetes mellitus is closely related to Body Mass Index. Type 2 diabetes mellitus is very influential on the quality of life of patients and requires substantial health costs. The prevalence of this disease is increasing every year due to changes in lifestyle behavior. Diabetes Mellitus can be prevented, delayed by controlling risk factors. One of the risk factors for diabetes mellitus type II is a high body mass index. The purpose of this research is designed prototype of Body Mass Index. This device consists of load cell sensors and ultrasonic sensors used to measure body weight and height. The accuracy of Body Mass Index Device is 98.5%. So this can be proposed as tools for measuring Body Mass Index. The number of subject in this research is 17. The result shows that 29.4% is categorized Body Mass Index with risk of type 2 diabetes mellitus.
Rancang Bangun Prototype Sistem Pemantauan Potensi Kebakaran Gambut dengan Multi Sensor Pratama, Aditya; Mulyadi, Mulyadi
J-Eltrik Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Eltrik Vol. 2, No. 2, November 2020
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/j-eltrik.v2i2.122

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan merupakan salah satu peristiwa yang sangat merugikan masyarakat. Kebakaran lahan dapat mengancam keselamatan jiwa serta potensi kerugian material dalam jumlah besar. Curah hujan yang rendah, tanah dan tanaman yang mengering serta suhu yang tinggi dapat mengakibatkan munculnya titik api yang berakibat kebakaran lahan. Dengan adanya purwarupa ini diharapkan dapat membantu pengguna dalam memantau potensi kebakaran maupun menangani kebakaran apabila telah terjadi. Berdasarkan hasil pengujian purwarupa terdapat dua kondisi yang terdeteksi sistem dan ditampilkan pada layar penampil kristal dan notifikasi aplikasi Blynk yaitu pada kondisi berpotensi kebakaran dengan nilai untuk setiap sensor yang meliputi temperatur sebesar 36°C, kelembaban tanah sebesar 19,0 %, kadar gas CO2 sebesar 330 ppm dan kondisi yang dinamakan sebagai tidak terdeteksi adanya api. Untuk kondisi asap terdeteksi dengan nilai setiap sensor yaitu temperatur lingkungan sebesar 35,1°C, kelembaban tanah sebesar 17,8 %, kadar gas CO2 sebesar 698 ppm, dan kondisi tertentu yang dinamakan tidak terdeteksi adanya api. Selama pengujian purwarupa, aplikasi Blynk berhasil menampilkan hasil pengukuran purwarupa dan notifikasi kondisi lahan di sekitar purwarupa. Dalam mendeteksi potensi kebakaran, sistem berhasil mendeteksi semua parameter yang ditargetkan
Rancang Bangun Prototype Sistem Pemantauan Potensi Kebakaran Gambut dengan Multi Sensor Aditya Pratama; Mulyadi
J-Eltrik Vol 2 No 2 (2020): November
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/j-eltrik.v2i2.122

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan merupakan salah satu peristiwa yang sangat merugikan masyarakat. Kebakaran lahan dapat mengancam keselamatan jiwa serta potensi kerugian material dalam jumlah besar. Curah hujan yang rendah, tanah dan tanaman yang mengering serta suhu yang tinggi dapat mengakibatkan munculnya titik api yang berakibat kebakaran lahan. Dengan adanya prototype ini diharapkan dapat membantu pengguna dalam memantau potensi kebakaran maupun menangani kebakaran apabila telah terjadi. Berdasarkan hasil pengujian purwarupa terdapat dua kondisi yang terdeteksi sistem dan ditampilkan pada layar penampil kristal dan notifikasi aplikasi Blynk yaitu pada kondisi berpotensi kebakaran dengan nilai untuk setiap sensor yang meliputi temperatur sebesar 36°C, kelembaban tanah sebesar 19,0 %, kadar gas CO2 sebesar 330 ppm dan kondisi yang dinamakan sebagai tidak terdeteksi adanya api. Untuk kondisi asap terdeteksi dengan nilai setiap sensor yaitu temperatur lingkungan sebesar 35,1°C, kelembaban tanah sebesar 17,8 %, kadar gas CO2 sebesar 698 ppm, dan kondisi tertentu yang dinamakan tidak terdeteksi adanya api. Selama pengujian prototype, aplikasi Blynk berhasil menampilkan hasil pengukuran prototype dan notifikasi kondisi lahan di sekitar prototype. Dalam mendeteksi potensi kebakaran, sistem berhasil mendeteksi semua parameter yang ditargetkan.
Pemanfaatan Logika Fuzzy Sebagai Pengendali Temperatur dan Kelembaban pada Alat Pengering Hasil Panen Rumput Laut Mulyadi
J-Eltrik Vol 1 No 2 (2019): November
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/j-eltrik.v1i2.26

Abstract

Kadar air merupakan parameter yang sangat penting pada penanganan pasca panen budidaya rumput laut. Pembudidaya rumput laut di Tarakan saat ini belum mampu mengolah hasil panennya dengan baik sehingga nilai jual hasil panen belum mencapai harga ideal yang diharapkan. Pada penelitian ini dibangun sebuah sistem yang terdiri dari pengendali mikro, sensor kelembabab tipe HSM-20G dan sensor temperatur tipe LM-35, heater dan blower serta metode pengendalian berbasis logika fuzzy. Pengujian instrumentasi skala laboratorium dilakukan selama 24 jam untuk mengetahui kinerja dari intrumen dengan interval pengambilan data per menit. Selanjutnya dilakukan pengujian skala lapangan untuk pengukuran parameter dengan metode pengeringan rumput laut serta membandingkan hasil pengovenan laboratorium dengan instrumen yang sedang dikembangkan. Pengendalian kondisi lingkungan pada alat pengering hasil panen dilakukan oleh pengendali mikro. Luaran dari sensor dimanfaatkan sebagai rule base input dan hasil keputusan yang dihasilkan digunakan untuk mengendalikan heater dan blower agar temperatur dan kelembaban tetap berada pada kondisi ideal untuk mengeringkan hasil panen rumput laut. Hasil yang diperoleh dari pengujian instrumen memperlihatkan bahwa pengendali berbasis logika fuzzy mampu mempertahankan setting point pada 40º C dengan tingkat kesalahan sebesar 0,1ºC.