Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penerapan Alat Pencuci Tangan dengan Kran Air Otomatis sebagai Protokol Kesehatan pada UMKM Kenko Rika Wahyuni Arsianti; Rian Kurniawan; Fairul Fairul; Mulyadi Mulyadi; Ana Damayanti; Sulistia Rini Pratiwi
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v1i2.56

Abstract

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia yang terdampak serius oleh pandemi Covid-19. Selama pandemi berlangsung UMKM bermasalah pada penurunan penjualan selama diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar. Oleh karena itu mengingat pentingnya kegiatan usaha yang dilakukan oleh UMKM dibutuhkan protokol kesehatan sehingga UMKM tetap dapat menjalankan usahanya. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan wawasan kepada pegiat UMKM untuk menjalankan protokol kesehatan pada lingkungan kerja seperti cara mencuci tangan yang benar, menjaga jarak dan memakai masker selama produksi berlangsung. Pada kegiatan ini juga memberikan fasilitas mencuci tangan dengan kran air otomatis. Kran air otomatis ini akan mengalirkan air jika ada objek yang terdeksi dibawah kran. Sehingga tidak perlu memegang kran untuk mengalirkan dan menghentikan aliran air. Hal ini penting untuk higienitas dalam mencuci tangan agar tidak terjadi penyebaran virus. Hasil dari kegiatan ini adalah pegiat UMKM Kenko telah menjalankan kegiatan produksi keripik pisang Kenko dengan protokol kesehatan. Jika UMKM dapat tetap melakukan kegiatan ekonominya selama pandemic Covid-19, maka perekonomian Indonesia akan mulai bangkit dari krisis yang terjadi. Kata Kunci : mencuci tangan, protokol kesehatan, UMKM
Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue Masyarakat Pesisir Sulidah; Ana Damayanti; Paridah
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2021): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v15i1.355

Abstract

ABSTRAK Kasus Demam Berdarah Dengue terjadi secara hampir merata di seluruh wilayah di Indonesia dan wilayah pesisir memiliki karakteristik yang disenangi nyamuk aedes aegypti berkaitan dengan banyaknya tempat perindukan bagi nyamuk. Pengendalian dan pencegahan DBD dapat dilakukan melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan metode 3M, tetapi kajian tentang perilaku pencegahan DBD oleh masyarakat pesisir masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku pencegahan DBD oleh masyarakat pesisir. Metode penelitian berupa penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh keluarga di lokasi penelitian yaitu di Tanjung Pasir dan Tanjung Batu yang merupakan wilayah pesisir. Besar populasi 442 KK dengan jumlah jiwa 1.803 orang. Besar sampel 210 KK yang diambil dengan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup dengan Cronbach Alpha 0,81. Dari hasil penelitian teridentifikasi 70% masyarakat melakukan pengurasan dengan frekuensi kurang dari semestinya; cara menguras tidak tepat dilakukan oleh 77,6%; sebanyak 41,4% tidak pernah menutup tempat penampungan air dan 34,3% menutup hanya kadang-kadang; 86,7% tidak pernah mengubur benda bekas dan 55,2% melakukan pembuangan sampah yang tidak baik; sebanyak 63,3% memiliki kebiasaan menggantung baju bekas pakai diluar lemari pakaian; dan 83,8% tidak melakukan abatesasi. Perilaku PSN tidak baik dilakukan oleh 61% masyarakat dan 39% yang memiliki perilaku PSN baik. Analisis uji Somers’d diperoleh p<0,05 membuktikan ada hubungan yang bermakna antara perilaku PSN dengan pencegahan DBD. Disarankan pemerintah untuk meningkatkan pemberian pendidikan kesehatan agar pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam pencegahan penularan DBD karena tendahnya perilaku pencegahan DBD masyarakat pesisir. Kata kunci: DBD, perilaku pencegahan, pesisir. ABSTRACT Dengue hemorrhagic fever cases occur almost evenly in all regions in Indonesia and coastal areas have characteristics favored by the Aedes aegypti mosquitoes due to a large number of breeding places for mosquitoes. Control and prevention of dengue can be done through the Mosquito Nests Eradication movement using the 3M method, but studies on dengue prevention behavior by coastal communities are still limited. This study aims to identify its prevention behavior by coastal communities. The research method is quantitative with a cross-sectional approach. The population in this study were all families in the study area as many as 442 households with 1,803 people in the coastal area of Tanjung Pasir and Tanjung Batu. The sample size was 210 households were taken by using a stratified random sampling technique. Data collection used a closed questionnaire with Cronbach Alpha 0.81. From this research, it was identified that 70% of the community carried out draining with less than proper frequency; inappropriate drainage method was performed by 77.6%; 41.4% never closed water reservoirs and 34.3% closed occasionally; 86.7% never bury used objects and 55.2% do bad garbage disposal; 63.3% have the habit of hanging used clothes outside the wardrobe, and 83.8% did not do abatization. 61% of the public had bad eradicating mosquito nests behavior and 39% had good eradicating mosquito nests behavior. The Somers'd test analysis obtained p <0.05 proving that there was a significant relationship between eradicating mosquito nests behavior and the prevention of DHF. It is recommended to the government to increase the provision of health education towards public knowledge and awareness in preventing DHF transmission is due to the low DHF prevention behavior in coastal communities. Keywords: DHF, prevention behavior, coastal.
IPSWICH TOUCH TEST SEBAGAI METODE SEDERHANA DALAM MENDETEKSI DIABETIC POLYNEUROPATHY (DPN) : LITERATURE REVIEW Paridah Paridah; Ana Damayanti; Indrawati Indrawati; Grace A Merentek; Sofyawati Yunus
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v8i02.1065

Abstract

ABSTRAK Penderita Diabetes Melitus (DM) memiliki potensi untuk menyebabkan banyak komplikasi baik yang dikelola dengan baik atau tidak dan banyak dari mereka tidak menyadari hal tersebut. Gangguan sensasi pada ekstermitas bawah, merupakan gejala awal komplikasi DM yang akan menjadi cikal bakal terjadinya Diabetic Foot Ulcer (DFU). Studi literature ini bertujuan untuk menampilkan hasil dari beberapa penelitian yang menggunakan IpTT dalam penelitian terhadap deteksi neuropati pada pasien DM. Metodologi yang digunakan untuk tinjauan ini adalah hasil telaah dari beberapa penelitian tentang ”Ipswich Touch Test” yang dipublikasi pada tiga data base. Kami mengkategorikan studi berdasarkan tipe DM, metode penelitian yang dilakukan adalah ah Randomize Controlled Trial dengan systematic review. Kami membandingkan kesimpulan penelitian berdasarakan tingkat sensibilitas klien diabetes pada daerah perifer/DPN dengan IpTT. Temuan kami menunjukkan bahwa IpTT merupakan salah satu metode yang reliabel, valid mudah, murah dan tidak menimbulkan bahaya serta dapat diajarkan kepada pasien dan keluarga dalam mendeteksi risiko Diabetic foot ulcer (DFU) pada penderita diabetes. IpTT juga memiliki nilai prediktif negatif yang tinggi dan keakuratan yang sangat baik bila dibandingkan dengan metode skrining standar mendukung perannya sebagai alat skrining untuk mendeteksi risiko DFU pada pasien diabetes. Kesimpulannya adalah IpTT merupakan salah satu metode untuk menilai tingkat sensibilitas pasien DM yang cukup sensitif, efektif, spesifik, mudah dilakukan tidak memerlukan biaya maupun alat serta tidak menimbulkan bahaya baik bagi pasien maupun pemeriksa dan dapat dilakukan oleh siapapun. Kata kunci: Ipswich Touch Test, neuropati, sensibilitas ABSTRACT People with diabetes mellitus (DM) have the potential to cause many complications no matter how well-managed and most of them are unaware. Impaired sensation in the lower extremity, is an early warning of DM complications that will become a Diabetic Foot Ulcer (DFU). The aim of this study is to present the results from several studies using IPTT in research neuropathy of DM patients detection. The methodology used for this review is the result of several studies on the "Ipswich Touch Test" published on three data bases. We categorize studies based on type of DM, the research method is Randomize Controlled Trial with a systematic review. We compared the study conclusions based on the level of diabetes client sensibility in the peripheral area/DPN with IpTT. Our finding show that IpTT is a reliable, easy, inexpensive and harmless method and it can be taught to the patients and families in detecting the risk of diabetic foot ulcer (DFU). IpTT also has a high negative predictive value and excellent accuracy when it compared to standard screening methods for supporting role as screening tool to detect the risk of DFU in diabetic patients. The conclusion is the IpTT as a method for assessing the level of DM patient sensibility is quite sensitive, effective, specific, easy to do, cost-free, without tools and harmless to both patients and examiners and it can be done simply by almost anyone. Kata Kunci: Ipswich Touch Test, neuropathy, sensibility
REVITALISASI GERAKAN PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DI DAERAH PESISIR Sulidah Sulidah; Ana Damayanti; Donny Tri Wahyudi; Darni Darni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10549

Abstract

Abstrak: Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit endemik di Kota Tarakan dengan angka incident rate diatas rerata nasional. Pemberantasan Sarang Nyamuk sebagai strategi utama pencegahan penularan virus dengue terindikasi tidak berlangsung secara semestinya. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membangkitkan kembali gerakan PSN sebagai strategi utama pencegahan DBD. Metode pelaksanaannya berupa pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Lokus kegiatan di Desa Tanjung Pasir dan Tanjung Batu yang merupakan daerah pesisir. Mitra program ini ialah Puskesmas dan Kelurahan Mamburungan serta melibatkan tokoh dan masyarakat dilokasi kegiatan. Indikator keberhasilan diukur berdasarkan partisipasi masyarakat dalam gerakan PSN dan Angka Bebas Jentik. Tahapan revitalisasi meliputi: (1) Pembentukan dan pembekalan kader; (2) Penyuluhan kesehatan; (3) Pemeriksaan jentik dan survey populasi nyamuk aedes aegypti; (4) Menggerakkan masyarakat melalui kerja bakti bersih lingkungan; (5) Pengurasan tempat penampungan air dan pembagian abate; dan (6) Penilaian ABJ. Advokasi dan Pendidikan kesehatan mampu membangkitkan aksi nyata masyarakat melakukan gerakan 3M yaitu mengubur, menutup, dan menguras. Program ini mampu menghidupkan kembali gerakan PSN sebagai upaya vital pengendalian penularan DBD dengan indikator peningkatan peran serta masyarakat, terciptanya lingkungan yang bersih, dan meningkatnya rerata Angka Bebas Jentik sebesar 54,3%.Abstract: Dengue Hemorrhagic Fever is an endemic disease in Tarakan City with an incident rate above the national average. Eradication of Mosquito Nests as the primary strategy for preventing dengue virus transmission is indicated not to take place properly. This program is intended to revive the PSN movement as the primary strategy for preventing DHF. The implementation method is in the form of health education and community empowerment. The locus of activity is in the villages of Tanjung Pasir and Tanjung Batu, which are coastal areas. The partners of this program are Puskesmas and Ward of Mamburungan and involve leaders and the community at the location of the activity. Indicators of success are measured based on community participation in the PSN movement and the larva-free rate. The revitalization stages include: (1) Formation and debriefing of cadres; (2) Health education; (3) larva inspection and survey of the Aedes aegypti mosquito population; (4) Mobilizing the community through environmental clean-up work; (5) Drainage water reservoirs and distribution of abates; dan (6) Flicker-free score assessment. Advocacy and health education can generate real action by the community in carrying out the 3M movement (burying, closing, and draining water reservoirs). This program was able to revive the PSN movement as a vital effort to control DHF transmission with indicators of increasing community participation, creating a clean environment, and increasing the average larvae-free rate of 54.3%.
Relaksasi Benson Terhadap Kecemasan Pasien Lansia Dengan Katarak Di RSUD dr. H. Jusuf SK Maryam Sribayani; Donny Tri Wahyudi; Sulidah Sulidah; Ana Damayanti; Darni Darni
Nursing Applied Journal Vol. 2 No. 1 (2024): January : Nursing Applied Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/naj.v2i1.238

Abstract

Cataract patients may experience anxiety due to a decrease in the sense of vision of the eye. coupled with surgery to overcome cataracts can increase anxiety in patients. Relaxation is an alternative to reducing anxiety. Relaxation is often used to describe a pleasant exercise with relaxation techniques used. One of the relaxations that can be used is Benson relaxation, which is a relaxation approach that involves patient trust. This study aims to analyze the benson relaxation of elderly patients with cataracts at RSUD dr. H Jusuf SK. The research method is quasi-experiment design one group pretest-posttest with a total research sample of 20 respondents. The results of the Wilcoxon test with p <0.005 that there is a difference in the anxiety level of elderly patients with cataracts at RSUD dr H Jusuf SK with p <0.05. The conclusion of the study is that there is a difference in giving Benson relaxation to the anxiety of elderly patients with cataracts.
Risk Factors for Stunting in Children Aged 6-36 Months Among Seaweed Farmers in Coastal Areas Sulidah, Sulidah; Damayanti, Ana; Elmania, Elmania
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i2.364

Abstract

Stunting constitutes a formidable challenge within public health development, necessitating integrated, cross-sectoral strategies for its effective mitigation. A heightened prevalence of stunting is observed in the coastal regions of Tarakan City. This study was designed to elucidate the determinants of stunting among children aged 6–36 months within seaweed farming communities in Tarakan City to inform the formulation of targeted prevention and control policies. An analytical observational study employing a cross-sectional design was conducted from July to September 2023. The target population comprised 200 mothers engaged in seaweed farming in the coastal areas of Tarakan City with children aged 6–36 months. A purposive sampling method was utilized to recruit a sample of 151 participants. Binary logistic regression analysis revealed that stunting was significantly associated (p<0.05) with several variables. Key maternal determinants included the level of knowledge regarding stunting, household income, and residential sanitation conditions. Child-specific determinants encompassed the history of exclusive breastfeeding, morbidity from infectious diseases, and daily protein intake. In conclusion, the prevalence of stunting among children of seaweed farmers in this coastal setting is multifactorial, with significant determinants originating from both maternal and child-related factors. Although certain variables did not yield statistical significance in this analysis, their established role in pediatric health is undeniable. Therefore, it is recommended that comprehensive public health interventions continue to address all investigated factors, given their scientific foundation for promoting optimal child growth and development
Evaluasi Media Whatsapp Pada Pasien Tuberkulosis Terhadap Tingkat Kepatuhan Pengobatan Hamidah, Siti; Tri Wahyudi, Donny; Sulidah, Sulidah; Damayanti, Ana; Hidaya, Nurman
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.10197

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi ancaman kesehatan global yang membutuhkan perhatian serius. Upaya pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan yang efektif adalah kunci untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini. Pemahaman yang lebih baik mengenai faktor risiko dan peran masyarakat dalam mencegah penularan TBC juga menjadi bagian penting dari strategi global untuk mengatasi penyakit ini. Menerapkan edukasi melalui WhatsApp sebagai sarana untuk memberikan informasi kepada pasien dan keluarganya selama pengobatan TB di rumah mengenai efek samping obat anti-TB merupakan cara praktis untuk membangun komunikasi yang berkesinambungan dalam upaya pemantauan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan WhatsApp sebagai alat bantu media bagi pasien TB terkait tingkat kepatuhan pengobatan. Penelitian deskriptif ini melibatkan total sampling sebanyak 21 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 81% menganggap WhatsApp sebagai alat yang efektif untuk memberikan informasi mengenai kepatuhan pengobatan pasien TB. Selanjutnya, pengembangan aplikasi media sosial lainnya dapat dieksplorasi sebagai pilihan media alternatif untuk mendukung pengobatan, pencegahan, dan perawatan di rumah bagi suspek TB.
Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kecemasan Orang Tua Pasien yang Akan Menghadapi Operasi Farida, Ida; Najihah, Najihah; Tukan, Ramdya Akbar; Pujianto, Ahmat; Damayanti, Ana; Darni, Darni
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i11.15194

Abstract

ABSTRACT Children and parents might suffer various psychological reactions during pre-operative, including anxiety. Additionally, children tend to be more susceptible to receiving anxiety from their parents in an indirect manner, which makes them apprehensive. This study aimed to identify the factors influencing the anxiety level of parents of patients undergoing surgery. A cross-sectional research methodology was used in this study. The population in this study is 100 participants-a sample of 80 respondents using random sampling. The analysis used was bivariate analysis with the Chi-Square test. The results showed that the patient's parents were dominated by 71.3% women, 60% high school education, 38.3% working as housewives, 71.3% Muslim and 88% married. The anxiety level of most parents was in the moderate category of 60%. The results of the data analysis obtained B value>0.05 for all research variables. Therefore, it can be concluded that there was no relationship between gender, education, occupatan, type of operation, surgery experience and knowledge of parents' anxiety. It is expected that the hospital can improve health education for patients and families who will undergo surgery to reduce the anxiety of the patient's parents. Keywords: Anxiety, Surgery, Parents  ABSTRAK Tahap pra-operasi memberikan berbagai pengalaman psikologis pada anak dan orang tua di antaranya kecemasan. Lebih lanjut kecemasan yang dialami orang tua cenderung lebih mudah ditransfer pada anak secara tidak langsung sehingga menyebabkan anak menjadi cemas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan orang tua pasien yang akan menghadapi operasi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 100 partisipan. Sampel sebanyak 80 responden dengan menggunakan insidental sampling. Analisis yang digunakan yaitu analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua pasien didominasi oleh perempuan 71,3%, berpendidikan SMA 60%, bekerja sebagai IRT 38,3%, beragama islam 71,3% dan berstatus me nikah 88%. Tingkat kecemasan orang tua mayoritas pada kategori sedang 60%. Hasil analisis data didapatkan nilai ⍴ value > 0,05 untuk semua variabel penelitian. Sehingga disimpulkan tidak ada hubungan antara faktor jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, jenis operasi, pengalaman operasi dan pengetahuan dengan kecemasan orang tua. Oleh karena itu, diharapkan pihak rumah sakit dapat meningkatkan pendidikan kesehatan terhadap pasien dan keluarga yang akan menjalani operasi sehingga dapat menurunkan kecemasan orang tua pasien. Kata Kunci: Cemas, Operasi, Orang Tua
Analisis Tingkat Pengetahuan Pasien Hipertensi Terhadap Kepatuhan Kontrol Dirumah Sakit Umum Kota Tarakan Murliana, Murliana; Sulidah, Sulidah; Damayanti, Ana; Darni, Darni
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i6.14635

Abstract

ABSTRACT Hypertension is often referred to as the silent killerbecause the symptoms are not visible and are only seen when the problems arise. The higher the blood pressure, the greater the risk of complications accuring. The complication can occur, if it is not detected early nor treated adequately. Compliance with treatment and routinecontrol can minimize the risk of complications. This research aimed to determine the relationship between the knowledgelevef of hypertension patients and compliance control. This research was quantitative using a quasi-expeimental design with a pretest-posttest control group design. The number of sample was 36 respondents chosen by using systematicsampling technique where 18 respondents as the intervention groupand the 18 respondents as the control group. The data on patientsknowledge were obtained using a questionnaire and the control compliance using observation sheet. The result showed that intervention group obtained p=0.005 which indicated that there was a relationship between the knowledge level and control compliance of hypertension patients, where as  control group obtained p=0.549 which meant that there was no relationship between the knowledge level and control compliance of hypertension patients. The level of knowledge was mostly good.the level of contrl compliance of hypertension patients from both the intervention group and the control group was mostly compliant. The conclusion from this research was that in the intervention group, there was a relationship between the knowledge level and control compliance of hypertension patient, while in the control group, there was no relationship between the knowledge level and control compliance of hypertension patientsat General Hospital of Tarakan City. Keywords: Control Compliance, Hypertension, Knowledge  ABSTRAK Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena gejalanya tidak terlihat dan baru terlihat saat masalah muncul. Semakin tinggi tekanan darah semakin besar risiko terjadi komplikasi, komplikasi dapat terjadi bila tidak dideteksi secara dini dan mendapatkan pengobatan yang memadai. Kepatuhan pengobatan dan kontrol secara rutin dapat meminimalisirkan risiko komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan pasien hipertensi terhadap kepatuhan kontrol. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain quasy experiment pre test-post test control group desain. Jumlah sampel 36 responden,18 responden kelompok intervensi dan 18 responden kelompok kontrol dengan teknik  sampling sistematis. Pengambilan data pengetahuan dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi untuk kepatuhan kontrol. Hasil pada kelompok intervensi diperoleh hasil p=0.005, artinya  ada hubungan tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan kontrol pasien hipertensi. Sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh nilai p=0.549, artinya tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap  kepatuhan kontrol pasien hipertensi. Pengukuran tingkat pengetahuan sebagian besar adalah baik. Tingkat kepatuhan pasien hipertensi dari kelompok intervensi maupun kelompok  kontrol sebagian besar adalah patuh. Kesimpulan  dari penelitian pada kelompok intervensi, ada hubungan tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan kontrol pasien hipertensi pada kelompok kontrol tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap  kepatuhan kontrol pasien hipertensi di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan. Kata Kunci: Hipertensi, Kepatuhan Kontrol, Pengetahuan
Hubungan Tingkat Depresi dengan Kualitas Hidup Pasien Herniated Nucleus Pulposus (HNP) di RSUD dr. H. JUSUF SK Tarakan Provinsi Kalimantan Utara Harno, Harno; Damayanti, Ana; Wahyudi, Donny Tri; Najihah, Najihah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i12.15522

Abstract

ABSTRACT Herniated Nucleus Pulposus or what is often referred to as Lower Back Pain is a non-communicable disease that is common in all societies, both globally and nationally. The humbosacral spine accounts for about 90% of HNP, the cervical spine for 8%, and the thoracic spine for 1% to 2%. When someone is diagnosed with HNP, they must undergo professional therapy, which is expensive, time- consuming, and accompanied by reoccurring episodes. All facets of life, including the economy, family peace, quality of life, and psychological health, will undoubtedly be impacted by this. The purpose of this study was to ascertain how the quality of life of patients with Herniated Nucleus Pulposus at dr. H. Jusuf SK Tarakan, North Kalimantan Province, correlated with their level of depression. This kind of study had a quantitative cross-sectional study design with analytical components. Having a purposive sampling size of 51 participants, the population in this study consisted of patients with a Herniated Nucleus Pulposus diagnosis. The Spearman Rank Test was a statistical test used in this investigation. The results of the statistical test indicated that there was a significant relationship between the degree of depression and quality of life, with the strength of a strong relationship and the direction of a negative relationship, with a significance value of 0.000 0.05 and a correlation coefficient of -0.75. According to this study's findings, people with Herniated Nucleus Pulposus had lower quality of life when their depression levels were higher or higher quality of life when their depression levels were lower. Keywords: Depression, Quality Of Life, Herniated Nucleus Pulposus  ABSTRAK Herniated Nucleus Pulposus atau yang sering disebut dengan sakit punggung bagian bawah (low back pain) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang umum dijumpai pada seluruh masyarakat, baik secara global maupun nasional. Sekitar 90% HNP terjadi di area lumbosacral spine, 8% di area cervical spine dan 1% hingga 2% di area thoracic spine. Apabila seseorang terdiagnosis HNP maka perlu dilakukan perawatan secara profesional dengan durasi waktu yang cukup lama dan biaya yang mahal disertai resiko kejadian berulang. Hal ini tentu akan berpengaruh pada seluruh aspek kehidupan diantaranya kondisi ekonomi, keharmonisan keluarga, kualitas kehidupan dan kejiwaan seseorang. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui hubungan tingkat depresi dengan kualitas hidup pasien Herniated Nucleus Pulposus di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian studi penampang analitis (analytic crosssectional study). Populasi pada penelitian ini adalah pasien dengan diagnosa medis Herniated Nucleus Pulposus dengan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 51 responden. Penelitian ini menggunakan uji statistik Uji Spearman Rank. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dengan coefficient correlation -0,75 sehingga menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dengan kualitas hidup dengan kekuatan hubungan kuat dan arah hubungan negatif. Kesimpulan penelitian ini ialah semakin tinggi tingkat depresi maka semakin rendah kualitas hidup pasien Herniated Nucleus Pulposus atau semakin rendah tingkat depresi maka semakin tinggi kualitas hidup pasien. Kata Kunci: Depresi, Kualitas Hidup, Herniated Nucleus Pulposus