Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Giving Exclusive ASI to Samin Community in Japanese Central Desa Margomulyo Kecamatan Margomulyo Bojonegoro District Andin Ajeng Rahmawati; Nurwijayanti Nurwijayanti; Indasah Indasah
Journal for Quality in Public Health Vol. 3 No. 2 (2020): Journal for Quality in Public Health
Publisher : Master of Public Health Program Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqph.v3i2.89

Abstract

ASI is the best nutrition for babies that must be given until the age of 2 years. But at 6 months the baby needs to get additional food. Complementary food for breast milk or solids starts to be given at the age of 6 months because the digestive process of babies who have started is perfect. ASI companion needs to be done to fulfill the baby's nutrition. The Samin community has its own local knowledge regarding infant feeding. The provision of complementary breastfeeding is associated with knowledge of pusak pusak which is the standard for the Samin community in providing complementary food for babies, the dizziness occurs at the age of babies reaching 5 to 7 days, so the baby's belly button will fall or fall and this event is called the pusak puser. The purpose of this study is to know and describe exclusive breastfeeding for mothers who have infants under 2 years of age and describe the practices of mothers in exclusive breastfeeding and supplementary food for infants in the Samin community. The research design used was qualitative ethnography with a phenomenology approach. Data collection uses in-depth interview techniques with semi-structured questions. The sampling technique in this study used purposive sampling with a sample of 15 informants from 30 informants. The results of the study show that local beliefs and culture influence exclusive breastfeeding and will have less impact on both breastfeeding mothers and infants. In the process of implementing this research are influenced by several factors including internal factors and external factors. Internal factors include maternal characteristics (age, parity, education, work), knowledge, trust while external factors include support from health workers (counseling, policies, recording and reporting systems) and family support
PENDAMPINGAN IBU HAMIL DENGAN RESIKO TINGGI DI DESA BULU KECAMATAN BALEN KABUPATEN BOJONEGORO Andin Ajeng Rahmawati; Devi Endah Saraswati; Fela Putri Hariastuti
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal HUMANIS
Publisher : LPPM STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan risiko tinggi adalah keadaan yang dapat mempengaruhi keadaan ibu maupun janin pada kehamilan yang dihadapi. Ibu hamil yang mengalami gangguan medis atau masalah kesehatan akan dimasukan kedalam kategori risiko tinggi, sehingga kebutuhan akan pelaksanaan asuhan pada kehamilan menjadi lebih besar. Dampak dari kehamilan risiko tinggi ini dapat dicegah melalui pemeriksaan kehamilan (antenatal care) secara teratur yang bertujuan untuk menjaga ibu agar sehat selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas serta mengusahakan bayi yang di lahirkan sehat, memantau kemungkinan adanya risiko kehamilan, dan merencanakan penatalaksanaan yang optimal terhadap kehamilan risiko tinggi serta menurunkan morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Bulu, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Dengan menggambarkan kehamilan risiko tinggi dan keteraturan antenatal care diharapkan ibu hamil dengan risiko tinggi kehamilan dapat secara rutin melakukan pemeriksaan antenatal care secara terpadu sehingga dapat mencegah terjadinya kematian ibu dan bayi. Hasil dari pengabmas kami menyimpulkan bahwa Continuity of Care dalam pelayanan kebidanan merupakan layanan melalui model pelayanan berkelanjutan pada perempuan sepanjang masa kehamilan, kelahiran serta masa post partum. Karena semua perempuan berisiko terjadinya komplikasi selama masa prenatal, natal dan post natal. Dari dua ibu hamil yang KEK mengalami peningkatan LILA, dan satu ibu hamil dengan signal PE+, mengalami penurunan tekanan darah.
Hubungan Minat Mahasiswa Dalam Penggunaan Perpustakaan Dengan Keefektivitasan Kegiatan Belajar Mengajar Di Stikes Icsada Bojonegoro Andin Ajeng Rahmawati; Niken Yuli Astuti
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 1 No 1 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Lembaga perpustakaan merupakan bagian integral lembaga pendidikan perguruan tinggi sekaligus sebagai kelengkapan pendidikan perguruan tinggi, yang merupakan bagian terpadu dalam sistem kurikulum pendidikan perguruan tinggi. Perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan mempunyai berbagai fungsi antara lain : menyerap dan menghimpun informasi untuk kegiatan belajar mengajar, menyediakan berbagai sumber rujukan untuk para dosen dan mahasiswa. Selain itu juga menyediakan bahan-bahan yang bermanfaat bagi kegiatan rekreatif, meningkatkan minat dan kegemaran membaca dan mengembangkan daya nalar untuk melakukan penelitian sederhana berdasarkan informasi yang tersedia. Sampai saat ini, minat baca mahasiswa di perpustakaan STIKES Icsada Bojonegoro belum teridentifikasi dengan jelas, karena belum pernah dilakukan penelitian tentang minat mahasiswa dalam penggunaan perpustakaan sehubungan dengan keefektivitasan proses belajar mengajar. Oleh sebab itu, Penelitian ini dimaksudkan untuk dapat mengetahui apakah minat mahasiswa dalam penggunaan perpustakaan berpengaruh dengan keefektivitasan kegiatan belajar mengajar dan dari hasilpenelitian yang didapatkan, adalah Sebagian besar responden di STIKES ICSADA Bojonegoro Tahun 2014 dengan minat sedang dalam penggunaan perpustakaan sebanyak 120 responden dan 4 efektif dalam kegiatan belajar mengajar sebanyak 111 responden. Sehingga saran untuk Stikes Icsada Bojonegoro agar dapat meningkatkan sarana dan prasarana perkuliahan seperti dengan pengadaan buku-buku referensi pada perpustakaan baik dalam hal jumlah maupun buku referensi baru Kata Kunci : Minat, efektivitas, mengajar
EFEKTIVITAS METODE FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA PADA IBU HAMIL: EFFECTIVENESS OF FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) METHOD ON KNOWLEDEGE AND ATTITUDE AS AN EFFORTS TO PREVENT ANEMIA IN PREGNANT WOMEN Putri, Fela; Andin Ajeng Rahmawati
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 14 No. 01 (2026): Vol. 14 No.1 , Januari 2026
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v14i1.896

Abstract

Anemia dalam kehamilan merupakan masalah kesehatan yang utama dengan tingkat morbiditas tinggi pada ibu hamil. Rata-rata kehamilan yang disebabkan karena anemia di Asia diperkirakan sebesar 72,6%. Faktor yang mengakibatkan semakin meningkatnya angka anemia pada ibu hamil antara lain yaitu umur ibu hamil, paritas, tingkat pendidikan. Pemberian tablet tambah darah sebagai salah satu upaya penting dan merupakan cara yang efektif karena dapat mencegah dan menanggulangi anemia akibat kekurangan zat besi dan atau asam folat. Tablet tambah darah diberikan kepada wanita umur subur dan ibu hamil. Ibu hamil diberikan tablet tambah darah setiap hari selama masa kehamilannya atau minimal 90 (sembilan puluh) tablet. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas metode Focus Group Discussion (FGD) terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Experimental Designs (nondesigns) one-group pra-post test design. Hasil uji hipotesis dengan uji Wilcoxon Signed Ranks Test pada efektivitas metode FGD terhadap pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan anemia diperoleh nilai derajat signifikan ? (0,001) lebih kecil dari ? (0,05) maka H1 diterima, yang berarti bahwa ada pengaruh pemberian promosi kesehatan dengan metode FGD terhadap pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan anemia. sedangkan berdasarkan uji Wilcoxon Signed-Rank Test diperoleh nilai p = 1,000 (p > 0,05), yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara sikap ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan intervensi FGD. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara pemberian pendidikan kesehatan dengan metode FGD terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang pencegahan anemia