Kehamilan risiko tinggi adalah keadaan yang dapat mempengaruhi keadaan ibu maupun janin pada kehamilan yang dihadapi. Ibu hamil yang mengalami gangguan medis atau masalah kesehatan akan dimasukan kedalam kategori risiko tinggi, sehingga kebutuhan akan pelaksanaan asuhan pada kehamilan menjadi lebih besar. Dampak dari kehamilan risiko tinggi ini dapat dicegah melalui pemeriksaan kehamilan (antenatal care) secara teratur yang bertujuan untuk menjaga ibu agar sehat selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas serta mengusahakan bayi yang di lahirkan sehat, memantau kemungkinan adanya risiko kehamilan, dan merencanakan penatalaksanaan yang optimal terhadap kehamilan risiko tinggi serta menurunkan morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Bulu, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Dengan menggambarkan kehamilan risiko tinggi dan keteraturan antenatal care diharapkan ibu hamil dengan risiko tinggi kehamilan dapat secara rutin melakukan pemeriksaan antenatal care secara terpadu sehingga dapat mencegah terjadinya kematian ibu dan bayi. Hasil dari pengabmas kami menyimpulkan bahwa Continuity of Care dalam pelayanan kebidanan merupakan layanan melalui model pelayanan berkelanjutan pada perempuan sepanjang masa kehamilan, kelahiran serta masa post partum. Karena semua perempuan berisiko terjadinya komplikasi selama masa prenatal, natal dan post natal. Dari dua ibu hamil yang KEK mengalami peningkatan LILA, dan satu ibu hamil dengan signal PE+, mengalami penurunan tekanan darah.