Afdila, Reva
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN PEMBERIAN TEH DAUN BINAHONG DAN POVIDONE IODINE TERHADAP LAMANYA PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DERAJAT 1 DAN 2 PADA IBU NIFAS Nurhidayati , Nurhidayati; Afdila, Reva; Rahmadani, Nala
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35243

Abstract

Masa nifas adalah masa sesudah persalinan dan kelahiran bayi. Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia. Kejadian Robekan perineum tejadi pada sebagian besar (80%) ibu yang melahirkan spontan per vaginam dan pada kelompok usia 20-35 tahun sebanyak 86,7%, sedangkan pada umur kurang dari 20 dan lebih dari 35 tahun sebesar 13,3%. Terapi farmakologi yang digunakan dalam perawatan luka perineum yaitu penggunaan Povidone Iodine. Povidone Iodine dapat mengakibatkan efek samping berupa iritasi pada orang yang sensitive dan penyembuhan cukup lama sekitar 7-10 hari. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis perlakuan yang lebih berpengaruh terhadap lama penyembuhan luka perineum derajat 1 dan 2 pada ibu nifas di PMB Kecamatan Langsa Barat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah ibu nifas dengan luka perineum derajat 1 dan 2 di PMB Kecamatan Langsa Barat, dengan jumlah sampel 20 orang, pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Uji analisis yang digunakan yaitu uji Mann-Withney. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata lama penyembuhan luka perineum pada ibu nifas dengan teh daun binahong adalah 5 hari, sedangkan pada kelompok pemberian Povidone Iodine adalah 9 hari. Artinya teh daun binahong lebih berpengaruh dalam mempercepat penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Hasil dari uji Mann-Withney didapatkan nilai p yaitu 0.000 < 0.005 yang artinya ada perbedaan bermakna terhadap lama penyembuhan luka perineum dengan menggunakan teh daun binahong dan Povidone Iodine.
Pengaruh Pemberian Tuina Massage Terhadap Pertumbuhan Balita Stunting Maulida, Husna; Sutrisna, Eka; Afdila, Reva
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 1 (2024): Februari 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i1.1172

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan anak usianya. Pemberian Tuina Massage dapat menjadi terapi alternatif untuk mengatasi kesulitan makan pada balita, meningkatkan daya tahan tubuh, dan merangsang saraf vagus, sehingga memberikan efek terhadap peningkatan pertumbuhan balita stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Tuina Massage terhadap pertumbuhan Balita Stunting. Jenis penelitian quasy eksperimental dengan rancangan one group design dengan pretest-posttest. Populasi penelitian ini adalah seluruh balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Blang Cut. Sampel penelitian sebanyak 25 balita Stunting dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Analisa data yang digunakan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Paired T-test. Hasil Penelitian terdapat perbedaan nilai rata-rata berat badan sebesar 0,18 (180 gram) dan Tinggi badan sebesar 1,15cm sebelum dan sesudah diberikan Tuina Massage. Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value 0,012 (p<0,05) yang artinya ada pengaruh pemberian Tuina Massage terhadap peningkatan berat badan balita stunting dan ada pengaruh pemberian Tuina Massage terhadap peningkatan tinggi badan dengan nilai p-value 0,003 (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa pemberian Tuina Massage dapat dijadikan sebagai terapi alternatif untuk pencegahan dan penanganan stunting pada balita.