Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kesalahan Perubahan Bunyi pada Pelafalan Pembelajar BIPA Dasar Asal Korea Selatan Sitaresmi, Nunung; Naufalia, Afina; Siti Sulistyaningsih, Lilis; Cahyani, Isah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3003

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan aturan berbahasa antara bahasa Indonesia dan Korea. Hal ini menyebabkan pembelajar BIPA asal Korea mengalami kesalahan berbahasa, khususnya kesalahan pelafalan. Aturan fonetik antara bahasa Indonesia dengan bahasa Korea sangat berbeda. Kesalahan pelafalan tersebut menyebabkan pembelajar BIPA Korea melakukan perubahan bunyi atau fonem, yakni melafalkan bunyi lain untuk mengganti bunyi yang seharusnya dilafalkan. Dengan begitu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan fonem yang terjadi ketika pembelajar BIPA asal Korea melafalkan kata dalam bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber dan subjek data penelitian ini adalah pembelajar BIPA asal Korea di Balai Bahasa UPI. Adapun teknik pengambilan data yang dilakukan adalah teknik wawancara. Hasil wawancara kemudian dianalisis dengan mengklasifikasikan kesalahan pelafalan yang berupa perubahan bunyi. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perubahan bunyi dari bunyi [ə] menjadi bunyi [ε], bunyi [s] berubah menjadi bunyi [š], dan bunyi [r] berubah menjadi [l]. Penyebabnya adalah pembelajar BIPA masih terpengaruh oleh aturan pelafalan bahasa Korea yang berbeda dengan bahasa Indonesia. Berdasarkan penelitian ini, peneliti berharap penelitian ini dapat menjadi referensi bagi penelitian BIPA dan mempermudah pengajar BIPA untuk menyusun perangkat pembelajaran yang dapat membantu melancarkan pelafalan pembelajar BIPA asal Korea.
IMPLIKATUR KRITIK SOSIAL PADA TUTURAN PEJABAT NEGARA DALAM ACARA “LAPOR PAK!” TRANS 7 Naufalia, Afina; Widyadari, Ni Gusti Ayu Dhyani; Ardiati, Riza Lupi
CARAKA Vol 10 No 1 (2023): Desember
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v10i1.14006

Abstract

Kajian ini bertujuan mengungkapkan tuturan yang mengandung implikatur pada acara “Lapor Pak!” di Trans 7 sebagai bentuk kritik sosial kepada para pejabat negara. Data dalam penelitian ini adalah tiga episode “Lapor Pak!” yang mengundang bintang tamu pejabat negara, di antaranya Anies Baswedan, Erick Thohir, dan Cak Imin (Muhaimin Iskandar). Implikatur terdapat pada tuturan humor yang disampaikan melalui roasting para pemain kepada para pejabat. Teori yang digunakan adalah pragmatik melalui metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tuturan humor yang diujarkan oleh para pemain mengandung implikatur tentang kinerja pemerintah, masalah politik, sifat pemerintah, dan kontroversi pejabat.
PERUBAHAN PELAFALAN BUNYI [s] DAN [r] OLEH PEMELAJAR BIPA KOREA TINGKAT DASAR (KAJIAN FONETIK) Naufalia, Afina; Indrayani, Lia Maulia
Jurnal Sasindo UNPAM Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Sasindo UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v10i2.74-85

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan pelafalan berbagai bunyi bahasa Indonesia oleh pemelajar BIPA asal Korea, salah satunya adalah fonem [s] dan [r]. Perbedaan tersebut disebabkan oleh perbedaan aturan fonologi antara bahasa dengan bahasa Korea. Dalam bahasa Indonesia, huruf s dilafalkan dengan [s] sedangkan di dalam bahasa Korea, bisa dilafalkan dengan [s] dan [Å¡]. Begitu pun pada fonem /r/ yang dalam bahasa Korea bisa dilafalkan dengan [r] atau [l]. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perbedaan pelafalan fonem oleh pemelajar BIPA Korea ketika melafalkan kosakata bahasa Indonesia dan mendeskripsikan perbedaan sistem fonologi antara bahasa Korea dengan bahasa Indonesia sebagai penyebab perubahan pelafalan fonem tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitiannya adalah pemelajar asal BIPA Korea tingkat dasar sebanyak 18 pemelajar dari Balai Bahasa UPI. Penelitian dilakukan dengan teknik wawancara. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, disimpulkan hasil bahwa sebanyak 40 bunyi [s] dilafalkan berbeda oleh pemelajar BIPA, yaitu menjadi bunyi [Å¡]. Selanjutnya, perubahan pelafalan bunyi [r] terjadi sebanyak 27 jenis masalah yang dilafalkan menjadi [l]. Perbedaan pelafalan tersebut disebabkan oleh adanya interferensi bahasa ibu pemelajar BIPA ketika melafalkan bunyi bahasa Indonesia. Hasil temuan dalam ini, yakni berupa data perbedaan pelafalan fonem oleh pemelajar BIPA Korea dan data berupa perbedaan sistem fonologi bahasa Indonesia dan bahasa Korea bisa dimanfaatkan oleh pengajar BIPA sebagai bahan pembelajaran agar pemelajar bisa beradaptasi melafalkan bunyi bahasa Indonesia. Hal ini karena pelafalan adalah aspek penting dalam pembelajaran bahasa kedua. Peneliti berharap penelitian ini bisa memperkaya penelitian dalam bidang BIPA dan Fonologi.