Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analysis Of Risk Factors Causing The Incidence Of Prematurity In Mother With Severe Pre-Eclampsia (Case Study In Permata Bunda Hospital Purwodadi) Sahara, Rizki; Mukarromah, Siti Baitul
Public Health Perspective Journal Vol 3, No 3 (2018): December 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.102 KB)

Abstract

Premature labor can increase posibility of infant mortality. Disorders that occur in newborns baby from mothers who suffer from pre-eclampsia can be caused by several factors including maternal age, parity, gestational age, and birth weight of the baby and having a very high risk of complications. The purpose of this study is to analyze the influence of obstetric history, lifestyle and parity in causing the occurrence of premature labor and see the factors that have the most influence in causing the incident. This research is a quantitative study using a case control design with a retrospective approach. The population in this study is mothers with severe pre-eclampsia, sampling is done by using purposive sampling method with 122 respondents divided into two groups, 61 respondents in the case group and 61 respondents in the control group. The results of the study show that parity, lifestyle and obstetric history have a significant effect on the incidence of preterm birth in women with severe pre-eclampsia with p value <0.05. The obstetric history factor has a larger OR of 5,125 compared to other factors, parity with OR 5,102 and a lifestyle of 0.104, therefore it can be concluded that obstetric history has a biggest impact than other variables
PENGARUH KECEMASAN TENTANG COVID-19 TERHADAP PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN 3M di WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAB. GROBOGAN WIGATI, DHIYAN NANY; Sahara, Rizki; Ekasari, Wahyu Utami
Jurnal Kesehatan Al-Irsyad Vol. 14 No. 2 (2021): Vol. 14, No. 2 Edisi September 2021
Publisher : UPT PPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Al Irsyad Al Islamiyyah Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.216 KB) | DOI: 10.36760/jka.v14i2.301

Abstract

Pendahuluan : Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). SARS-CoV-2 merupakan coronavirus jenis baru yang belum pernah diindentifikasi sebelumnya pada manusia. Ada setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi observasional dengan pendekatan crossectional. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner untuk mengukur kecemasan dan penerapan protokol kesehatan 3M. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier sederhana yang bertujuan untuk menguji pengaruh antar variabel dependen terhadap variabel independen dengan menggunakan bantuan SPSS. Hasil : Didapatakan nilai p = 0,000 jadi ada pengaruh kecemasan tentang covid-19 terhadap penerapan protokol kesehatan 3M di wilayah kerja Puskesmas Kab. Grobogan. Nilai R square 0,292 jadi variabel kecemasan berpengaruh terhadap penerapan protokol kesehatan 3M sebesar 29,2% dan ada 70,8% faktor lain yang mempengaruhi penerapan protokol kesehatan 3M. Kesimpulan : Ada pengaruh kecemasan tentang covid-19 terhadap penerapan protokol kesehatan 3M di wilayah kerja Puskesmas Kab. Grobogan.
EDUKASI STATUS GIZI UNTUK TUMBUH KEMBANG BALITA YANG OPTIMAL Wigati, Dhiyan Nany; Untari, Sri; Sahara, Rizki
Jurnal Salingka Abdimas Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v5i1.6711

Abstract

Melalui    pelaksanaan    kegiatan “Edukasi Status Gizi untuk Tumbuh Kembang Balita Yang Optimal” secara umum dapat disimpulkan bahwa pemahaman  masyarakat   terkait   status gizi untuk tumbuh kembang balita dapat dilihat setelah  dilakukan implementasi  dengan meminta  responden  untuk mengerjakan soal kembali didapatkan hasil responden    mengalami peningkatan pada kategori pengetahuan baik yaitu 29 responden  (83%)  dan mengalami   penurunan   pada   kategori pengetahuan  kurang  yaitu  2  responden (6%). Gizi adalah elemen yang terdapat dalam makanan dan dapat dimanfaatkan secara langsung oleh tubuh seperti halnya karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Gizi yang seimbang dibutuhkan oleh tubuh, terlebih pada balita yang masih dalam masa pertumbuhan. Dimasa tumbuh kembang balita yang berlangsung secara cepat dibutuhkan makanan dengan kualitas dan kuantitas yang tepat dan seimbang.Gizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh melalui makanan sehari-hari sehingga tubuh bisa aktif dan sehat optimal, serta tak terganggu penyakit atau tubuh tetap sehat.
Hubungan Pernikahan Usia Dini Dengan Kejadian Partus Lama Dan BBLR Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungjati Sahara, Rizki
Indonesian Journal of Health Community Vol 6 No 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/ijheco.v6i1.3815

Abstract

Early marriage persists as a common issue in developing nations, particularly in Indonesia. This practice elevates the risk of several complications during pregnancy, delivery, and the postpartum period, primarily due to the underdeveloped reproductive systems of young women. This research aimed to determine the significance and nature of the connection between early marriage and the prevalence of prolonged labor and low birth weight (LBW). A correlative descriptive study with a retrospective design was conducted, utilizing secondary data from medical records within the Kedungjati Health Center's operational area, encompassing labor details and maternal age. The Spearman correlation test was employed to analyze the strength of association between the variables. The findings indicated a moderate correlation between early marriage and both prolonged labor (r = -0.326, negative correlation) and LBW (r = 0.440, positive correlation). These results suggest that early marriage is associated with a higher likelihood of these adverse health outcomes. Consequently, the study concludes that the health consequences linked to early marriage can be substantial, emphasizing the necessity for enhanced monitoring and intervention by relevant stakeholders.
PENGARUH BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN BALITA USIA 3-5 TAHUN Wigati, Dhiyan Nany; Untari, Sri; Sahara, Rizki
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 7, No 1 (2025): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v7i1.29138

Abstract

Masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat adalah BBLR, yang dapat menyebabkan perkembangan abnormal kognitif dan motorik yang tidak sesuai dibanding anak-anak dengan BBLR, bayi dengan BBLR lebih mungkin meninggal. Salah satu ukuran tingkat kesehatan masyarakat adalah status gizi. Balita yang kekurangan gizi akan menderita kelainan perkembangan, termasuk retardasi perkembangan kognitif di samping gangguan perkembangan motorik. Kebaruan penelitian ini adalah pengaruh berat badan lahir rendah (bblr) dan status gizi dengan perkembangan balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berat badan lahir rendah(BBLR) dan Status gizi dengan perkembangan balita usia 3-5 tahun. Desain penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional. Metode penelitian observasional analitik. Analisis bivariat menggunakan Spearman Rank, sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi berganda. Hasil uji statistik Spearman Rank memperlihatkan ada pengaruh BBLR terhadap tumbuh kembang balita (nilai p 0,000, 0,05), dan ada pengaruh status gizi terhadap tumbuh kembang balita (nilai p 0,018, 0,05). Hasil analisis multivariat antara pengaruh BBLR dan Status Gizi dengan perkembangan balita dari nilai R Square variabel BBLR dan status gizi secara simultan (bersama-sama) berpengaruh terhadap variabel perkembangan balita sebesar 45,5 %. Dilihat dari nilai p = 0,000  variabel BBLR serta status gizi memberi pengaruh pada perkembangan balita. Penelitian ini menunjukan adanya pengaruh Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan Status Gizi dengan Perkembangan Balita Usia 3-5 tahun.
Effect Of Giving Virgin Coconut Oil (VCO) To Overcome Miliaria Wigati, Dhiyan Nany; Sahara, Rizki; Pratiwi, Chindy Adelia Risma
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i12.23584

Abstract

Latar belakang : Miliaria (Biang keringat) disebabkan oleh udara panas dan lembab, pakaian yang tidak menyerap keringat, sistem kerja kelenjar keringat yang belum sempurna, dan sinar ultraviolet. Keringat bayi menumpuk di bawah kulit, kemudian muncul eritema dan menyebabkan gatal-gatal. Salah satu bentuk terapi alternatif non farmakologis adalah dengan memanfaatkan bahan alami dalam pengelolahannya. Salah satu pilihan penggunaan bahan alami untuk merawat kulit bayi adalah minyak kelapa yaitu Virgin Coconut Oil (VCO).Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Virgin Coconut Oil (VCO) untuk mengatasi miliaria pada bayi.Metode : Desain penelitian ini menggunakan quasy experiment atau eksperimen semu menggunakan rancangan pretest-posttest one group design. Sampel pada penelitian ini adalah bayi usia 0-12 bulan dengan miliaria sebanyak 20 bayi. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan uji Wilcoxon.Hasil : Menyatakan nilai signifikansi 0,000 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat miliaria sebelum dan sesudah pemberian VCO. Nilai negatif pada Z menunjukan bahwa tingkat miliaria menurun setelah intervensi VCO. Dengan demikian, pemberian VCO efektif dalam mengurangi miliaria.Kesimpulan : Ada pengaruh signifikan Virgin Coconut Oil (VCO) untuk mengatasi miliaria.Saran : Saran untuk orangtua bayi yang mengalami miliaria dapat menggunakan Virgin Coconut Oil (VCO) sebagai terapi nonfarmakologi untuk mengatasi miliaria. Kata Kunci : Virgin Coconut Oil (VCO), miliaria ABSTRACT Background: Miliaria (prickly heat) is caused by hot and humid air, clothing that doesn't absorb sweat, immature sweat glands, and ultraviolet light. Infant sweat accumulates under the skin, causing erythema and itching. One form of non-pharmacological alternative therapy is to utilize natural ingredients. One option for using natural ingredients to care for infant skin is coconut oil, specifically Virgin Coconut Oil (VCO).Objective: This study aimed to determine the effect of Virgin Coconut Oil (VCO) on treating miliaria in infants.Methods: This study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest one-group design. The sample in this study were 20 infants aged 0-12 months with miliaria. Data analysis used the Wilcoxon test.Results: A significance value of 0.000 0.05 indicates that H0 is rejected and Ha is accepted, indicating a significant effect between miliaria levels before and after VCO administration. A negative Z-value indicates that miliaria levels decreased after VCO intervention. Thus, administering VCO is effective in reducing miliaria.Conclusion: There is a significant effect of Virgin Coconut Oil (VCO) in treating miliaria.Recommendation: Parents of infants with miliaria are advised to use Virgin Coconut Oil (VCO) as a non-pharmacological therapy to treat miliaria. Keywords : Virgin Coconut Oil (VCO), miliaria