Welli Meinarni
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Induksi Matematika Berdasarkan Kriteria Kastolan Violita Gracia Gracia; Dasa Ismaimuza; Welli Meinarni; Sukayasa
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v8i1.3406

Abstract

Induksi matematika adalah salah satu materi matematika yang diajarkan di sekolah menengah atas, dalam materi ini diperlukan pemahaman konsep, prosedur dan teknikal yang baik. Kesalahan siswa dalam mengerjakan soal dapat menjadi salah satu petunjuk untuk mengetahui sejauh mana siswa menguasai dan memahami materi. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru matematika kelas XI SMA Negeri 6 Sigi, diperoleh informasi bahwa siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal induksi matematika.. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal Induksi Matematika, berdasarkan kriteria Kastolan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes dan wawancara. Kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal tes berdasarkan kriteria Kastolan dikategorikan ke dalam jenis kesalahan konseptual, prosedural, dan teknikal. Penelitian ini melibatkan siswa SMA Negeri 6 Sigi pada semester ganjil Tahun Ajaran 2022/2023 sebanyak 32 siswa. Tiga siswa dipilih sebagai subjek penelitian, dimana satu siswa mewakili masing-masing kesalahan yaitu kesalahan konseptual, kesalahan prosedural, dan kesalahan teknikal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kesalahan konseptual yang terjadi saat menunjukkan kebenaran untuk n = 1 dan n = k. Jenis kesalahan prosedural yaitu tidak menuliskan kesimpulan akhir dari pembuktian yang diberikan, tidak melakukan pembuktian untuk n = k+1 serta tidak melakukan proses induksi dengan baik, yaitu tidak menggunakan asumsi peryataan sebelumnya n = k ke pernyataan n = k + 1. Jenis kesalahan teknikal berupa kesalahan dalam mengoperasikan aljabar.
ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA PADA MATA KULIAH PERSAMAAN DIFERENSIAL BERDASARKAN NEWMAN’S ERROR ANALYSIS Alfisyahra; Rahma Nasir; Welli Meinarni
Aksioma Vol. 11 No. 2 (2022): AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika FKIP Universitas Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v11i2.2518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan mahasiswa pada matakuliah persamaan diferensial dan faktor-faktor yang menyebabkan kesalahan tersebut. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester V tahun akademik 2020/2021 Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Tadulako. Pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis data kualitatif, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa dalam menyelesaikan soal persamaan diferensial berdasarkan Newman’s Error Analysis meliputi jenis kesalahan pada tahapan reading, transformation dan process skill. Kesalahan reading terjadi karena mahsiswa tidak memahami konsep persamaan diferensial homogen, persamaan diferensial non eksak, dan persamaan diferensial Bernoulli. Kesalahan transformation terjadi karena mahasiwa hanya mampu menuliskan formula untuk menyelesaikan soal namun tidak bisa menyelesaikan soal menggunakan formula tersebut. Kesalahan process skill terjadi karena mahasiswa melakukan kesalahan pada penggunaan formula pada proses aljabar diantaranya kesalahan perhitungan dan proses pengintegralan yang menyebabkan mahasiswa memperoleh hasil akhir yang keliru.
Is mathematics still scary? Primary school pupils' perceptions of mathematics Mubarik; Ibnu Hadjar; Welli Meinarni; Annisa Dwi Kurniawati
Riemann: Research of Mathematics and Mathematics Education Vol. 8 No. 1 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38114/riemann.v8i1.155

Abstract

For a long time, research has shown that mathematics is an unpleasant subject. This study examines whether mathematics remains scary today. Previous research has limitations, particularly in terms of why primary school students have negative perception of mathematics. This study uses a descriptive qualitative design supported by quantitative data to obtain more in-depth results. The subjects of this study were 153 fifth-grade students from nine primary schools in the city of Palu, selected at random. Data were collected via a questionnaire, and responses were categorized as positive or negative. Based on this, 109 students (71%) gave negative responses, namely "mathematics has a lot of formulas", "mathematics is difficult", "mathematics is scary", and "mathematics is boring". Meanwhile, 44 other students (29%) gave positive responses, namely "mathematics is challenging" and "mathematics is enjoyable". Subsequently, six participants were selected who were representatives of each type of response to be interviewed. Data credibility was tested using the member check technique. Then, it was analyzed using three stages, namely data condensation (summarizing and connecting meaning between data), data presentation (displaying data in tables and descriptions) and drawing conclusions (connecting data with theory, data categorization, and data interpretation). The results of this study indicate that many primary school students still find mathematics intimidating. This perception is driven by two factors: the nature of mathematics and the way it is taught. This situation necessitates the continued development of learning strategies that can shift students' perceptions from negative to positive.