Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENGARUH MITOS PADA BENTUKAN RUANG BERMUKIM DI DESA NGADAS KECAMATAN PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG Endarwati, Maria Christina
Tesa Arsitektur Vol 11, No 1 (2013)
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT A myth is an event in the past of a certain region or area that was believed mystical or supernatural. A myth is also believed to greatly affect peoples lives in terms of their belief system so that it arises rules and rituals that are then performed by the people of the region. Until now many people remain using mystical values as bases affecting the living space concepts. However, a myth could possibly change together with the changes of the societal values. This research took the case of the people of Tengger at Ngadas rural area of Malang District which remained embracing their original belief system named Budho Tengger. This belief said that the land around was holy and thus it affected the community to maintain and preserve the surrounding environment. The people were not allowed to carelessly cut the trees down because such an act was believed fatalistic to those conducting. Of the myth a typical space formation of living space arouses. This study used qualitative research method, meaning to analyze the existing myth based on the peoples characteristics and to analyze the occurring space formation. Based on the study results is could be concluded that the characteristics of Ngadas community were still traditional and were highly influenced by the myth passing from one generation to the other generations. In addition, there were traditional rules and beliefs of Tengger people that affected their living space formation, namely the sacred space and the profane space. Keywords: living space formation, myth, Tengger tribe. ABSTRAK Mitos adalah peristiwa dalam suatu daerah pada masa lampau yang bersifat mistis atau gaib dan diyakini dapat sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat dalam hal kepercayaan, sehingga timbul aturan-aturan dan ritual-ritual yang dilakukan oleh masyarakat dari suatu daerah. Hingga saat ini sebagian masyarakat masih menggunakan nilai-nilai mistis sebagai landasan yang dapat mempengaruhi konsep ruang bermukim. Namun mitos ini dapat mengalami perubahan sesuai dengan perubahan nilai-nilai yang dianut masyarakatnya. Penelitian ini mengambil kasus pada suku masyarakat Tengger di Desa Ngadas, Kabupaten Malang yang masih menganut kepercayaan asli (Budho Tengger) yang berkeyakinan bahwa tanah di sekitar adalah suci sehingga mempengaruhi masyarakat untuk menjaga dan melestarikan lingkungan disekitarnya dengan tidak menebang pohon sembarangan karena diyakini akan berakibat fatal bagi yang melakukannya. Dari mitos tersebut ternyata juga menimbulkan suatu bentukan ruang khas di dalam ruang bermukim.
Arahan Penataan Ruang Sempadan Sungai di Wilayah Perkotaan Kabupaten Bojonegoro Endarwati, Maria Christina; Widodo, Widiyanto Hari Subagyo; Imaduddina, Annisaa Hamidah
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 17, No 1 (2021): JPWK Volume 17 No. 1 March 2021
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v17i1.36535

Abstract

Bojonegoro Regency is one of the areas traversed by the Bengawan Solo River and is at risk of flooding annually. Utilization of the land around the watershed becomes a special supervision in reducing the risk of this disaster. The purpose of this study is to determine the delineation of the area which is the locus of observation, so that the direction of spatial planning for riparian zone can be determined in the Bojonegoro and Kapas District, Bojonegoro districts. The method used in this study is to use qualitative analysis by analyzing typology or grouping, and comparisons between data and regulations / policies. Based on the results of the analysis and discussion that has been carried out, namely the identification of river formations, analysis of the typology of characteristics around the river to the determination of the riparian zone, a conclusion is obtained in the form of recommendations for spatial planning directions that need to be carried out in the riparian zone. The results obtained from this study are that Bojonegoro District is a flood-prone sub-district dominated by a moderate flood hazard area so that each cultivation activity has a conditional license, while Kapas District is a sub-district that does not have the potential for flooding because all river segments are in a flood-prone area. Low so that all cultivation activities in the Kapas District are permitted. With this study, it is hoped that it can help and become an input for the Bojonegoro Regency government in planning spatial planning, especially in the riparian zone in Bojonegoro and Kapas Districts.
PENGARUH MITOS PADA BENTUKAN RUANG BERMUKIM DI DESA NGADAS KECAMATAN PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG (Myth Effect on Living Space Formation at Ngadas of Pondokusumo Sub-District, Malang District) Maria Christina Endarwati
Tesa Arsitektur Vol 11, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v11i1.220

Abstract

ABSTRACT A myth is an event in the past of a certain region or area that was believed mystical or supernatural. A myth is also believed to greatly affect people's lives in terms of their belief system so that it arises rules and rituals that are then performed by the people of the region. Until now many people remain using mystical values as bases affecting the living space concepts. However, a myth could possibly change together with the changes of the societal values. This research took the case of the people of Tengger at Ngadas rural area of Malang District which remained embracing their original belief system named Budho Tengger. This belief said that the land around was holy and thus it affected the community to maintain and preserve the surrounding environment. The people were not allowed to carelessly cut the trees down because such an act was believed fatalistic to those conducting. Of the myth a typical space formation of living space arouses. This study used qualitative research method, meaning to analyze the existing myth based on the people's characteristics and to analyze the occurring space formation. Based on the study results is could be concluded that the characteristics of Ngadas community were still traditional and were highly influenced by the myth passing from one generation to the other generations. In addition, there were traditional rules and beliefs of Tengger people that affected their living space formation, namely the sacred space and the profane space. Keywords: living space formation, myth, Tengger tribe. ABSTRAK Mitos adalah peristiwa dalam suatu daerah pada masa lampau yang bersifat mistis atau gaib dan diyakini dapat sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat dalam hal kepercayaan, sehingga timbul aturan-aturan dan ritual-ritual yang dilakukan oleh masyarakat dari suatu daerah. Hingga saat ini sebagian masyarakat masih menggunakan nilai-nilai mistis sebagai landasan yang dapat mempengaruhi konsep ruang bermukim. Namun mitos ini dapat mengalami perubahan sesuai dengan perubahan nilai-nilai yang dianut masyarakatnya. Penelitian ini mengambil kasus pada suku masyarakat Tengger di Desa Ngadas, Kabupaten Malang yang masih menganut kepercayaan asli (Budho Tengger) yang berkeyakinan bahwa tanah di sekitar adalah suci sehingga mempengaruhi masyarakat untuk menjaga dan melestarikan lingkungan disekitarnya dengan tidak menebang pohon sembarangan karena diyakini akan berakibat fatal bagi yang melakukannya. Dari mitos tersebut ternyata juga menimbulkan suatu bentukan ruang khas di dalam ruang bermukim.
OPTIMALISASI PENINGKATAN PRODUKSI INDUSTRI KECIL TAPE DENGAN MENETAPKAN ARAH PENGEMBANGAN INDUSTRI TEPAT GUNA Maria Christina Endarwati
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 2 No 1 (2012): inovatif Vol. 2 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri kecil tape terdapat di Desa Bendowulung, Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar. Industri tape sudah ada lebih dari 50 tahun dengan tingkat pertumbuhan 2% tahun. Seluruh unit usah tape (47 unit) mengambil bahan baku dari tempat yang sama yaitu Desa Karangrejo. Sehingga dikhawatirkan ketersediaan bahan baku di masa mendatang tidak dapat terpenuhi. Selain itu modal yang dimiliki produsen tape terbatas sehingga industri ini sulit berkembang. SDM atau tenaga kerja masih berasal dari lingkungan sekitar. Pada beberapa unit usaha volume produksi nampaknya dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, usia, lama usaha dan kepemilikan tenga kerja dari luar anggota keluarga. Seluruh produsen tape (47 unit) mempunyai keterampilan terbatas sehingga hasil produksi sama yaitu hanya tape singkong dan petani ketela pohon juga memiliki keterampilan yang terbatas pula. Teknologi yang digunakan pada pertanian ketela dan industri kecil tape adalah tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah pengembangan industri kecil tape dengan cara meningkatkan volume produksi tape tanpa menambah jumlah unit usaha yang sudah ada, melalui pengembangan bahan baku, modal, tenaga kerja, skill dan teknologi yang sudah ada saat ini. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Metode yang digunakan terdiri dari analisa deskriptif kuantitatif, analisa chi-squer, dan analisa statistik atau matematika sederhana. Kegiatan penelitian dilakukan pada Desa Bendowulung sebagai lokasi industri kecil tape dan pada Desa Karangrejo sebagai lokasi bahan baku. Jumlah subjek penelitian sebanyak 80 orang, terdiri dari 47 produsen tape, 20 petani ketela pohon, 10 pedagang ketela pohon, Kepala Desa Bendowulung, Kepala Desa Karangrejo dan satu Pejabat dari Kecamatan Sanankulon. Kegiatan survey lapangan dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian berupa desain survey, lembar wawancara dan lembar kuesioner. Hasil dari penelitian ini adalah luas perkebunan ketela pohon menjadi 288 ha dan jumlah petani 284 orang. Sumber bantuan modal dari Bank BRI, total jumlah tenaga kerja menjadi 183 orang, diadakan pelatihan keterampilan kepada produsen tape, mengoptimalkan teknologi yang sudah ada. Pengembangan semua hal tersebut dilakukan untuk mendukung kenaikan volume produksi sebesar 90% per unit usaha tape.
BENTUK KEGIATAN MASYARAKAT PADA KAWASAN INDUSTRI BERDASARKAN PERILAKU MASYARAKAT DI KOTA GRESIK Titik Poerwati; Maria Christina Endarwati
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 1 No 02 (2017): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.279 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v1i02.2008

Abstract

Kota Gresik merupakan salah satu daerah yang menjadi prioritas pengembangan, karena memiliki posisi yang cukup strategis untuk pengembangan kegiatan industri. Disebabkan Kota Gresik dekat dengan tempat pemasaran, ketersediaan tenaga kerja yang berkualitas dan relatif murah serta dekat dengan perbatasan Kota Surabaya yang dapat menampung limpahan kegiatan industri wilayah tersebut. Kota Gresik memiliki tingkat aktivitas industri tinggi dengan jumlah penyerapan tenaga kerja yang tinggi pula, berasal dari dalam maupun luar wilayah. Tujuan dari peneltian ini yaitu untuk mengetahui bentuk kegiatan masyarakat pada kawasan industri berdasarkan perilaku masyarakat di Kota Gresik. Metode pengumpulan data melalui observasi langsung ke lapangan dengan cara penyebaran kuesioner, sedangkan metode analisis yang terkait dengan penelitian adalah metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan uji Chi-square. Dari hasil analisa diketahui bahwa dengan adanya kegiatan industri di wilayah penelitian secara langsung maupun tidak langsung telah mempengaruhi perilaku masyarakat dalam bentuk kegiatan masyarakat pada kawasan industri. Adapun pengaruh tersebut adalah adanya pengaruh bentuk kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat yaitu dalam hal kegiatan ekonomi maupun kegiatan sosial yang berdasarkan perilaku masyarakat.
KONSEP KAWASAN WISATA BERBASIS BUDAYA “RT DOLANAN NUSANTARA” Mohammad Reza; Maria Christina Endarwati; Arif Setyawan
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 02 (2020): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v4i02.2804

Abstract

Pariwisata adalah suatu aktivitas perubahan tempat tinggal sementara dari seseorang, di luar tempat tinggal sehari-hari dengan suatu alasan apapun selain melakukan kegiatan yang bisa menghasilkan upah atau gaji. Selain itu, pariwisata merupakan aktivitas, pelayanan dan produk hasil industri pariwisata yang mampu menciptakan pengalaman perjalanan bagi wisatawan. Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu untuk mengetahui penerapan prinsip Landscape dalam perencanaan kawasan wisata berbasis budaya di Kelurahan Tasikmadu. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah dengan melakukan pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan, pemanfaatan ekonomi untuk masyarakat lokal, pelestarian budaya bagi masyarakat dan pengunjung serta pelestarian lingkungan dan membuat skenario pariwisata, yang diwujudkan dalam desain dan perencanaan pariwisata secara spesifik. Perencanaan Landscape dengan memerhatikan keadaan fisik wilayah menjadi modal perencanaan konsep wisata berbasis budaya. Salah satunya yaitu, pemilihan arah hadap Kawasan Wisata “RT Dolanan Nusantara” yang juga mempertimbangkan keberadaan Gunung Arjuna yang dapat terlihat dari lokasi perencanaan, sehingga menambah nilai keindahan bagi “RT Dolanan Nusantara”.
IDENTIFIKASI ZONA KERENTANAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP BENCANA TSUNAMI DI KABUPATEN BANYUWANGI Maria Christina Endarwati; Widiyanto Hari Subagyo Widodo; Annisa Hamidah Imaduddina
Jurnal Manajemen Bencana (JMB) Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Manajemen Bencana (JMB)
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jmb.v7i2.753

Abstract

In a disaster study, the main thing that needs to be done is an assessment related to disaster vulnerability. The 1994 tsunami in the southern coastal area of East Java resulted in 377 deaths, 15 missing people, and 789 injured people. Therefore, identification of land use vulnerability zones in the area needs to be done as a non-structural mitigation effort. The identification of vulnerability zones can be carried out in two stages of analysis, namely AHP analysis and GIS analysis. Based on the results of the analysis, the highest high vulnerability is located in the District of Tegaldlimo with an area of 10,664.99 hectares. Meanwhile, for high vulnerability with the smallest area, it is located in Giri District with an area of 570.29 hectares. Meanwhile, the widest area of vulnerability is in Tegaldlimo District, with a land area of 32,470.20 hectares with a low vulnerability classification.
Perancangan Webgis Kelurahan Baratajaya Kota Surabaya Annisaa Hamidah Imaduddina; Maria Christina Endarwati; Ardiyanto Maksimillianus Gai
Retii 2021: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-16
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Baratajaya Urban Spatial Data Base is an online database system application that stores and processes geospatial data and information on spatial planning and thematic areas into a publication that is more informative, easy to understand and easily accessible to the wider community as well as an instrument in the process of sharing data. The webgis database embodiment process is an evolutionary process consisting of several stages or phases of development. The development of this webgis will be continuous and requires improvement so that it requires continuous efforts in updating and developing program applications based on contemporary technology. The Webgis of Kelurahan Baratajawa is a WebGIS (Web-Geographic Information System) that has the ability to perform data processing, display and analyze data. all parties and parties. The target of the planned findings is the compilation of an E-base map which is a WebGIS (Web-Geographic Information System) Baratajaya Village, Surabaya City which has the ability to perform data processing, display and analyze data.
Konsep Pengembangan Kawasan Wisata Tirta Mbelong Mohammad Reza; Maria Christina Endarwati; Annisa Hammidah Imaduddina; Fardiah Qonita Ummi Naila
Sustainable, Planning and Culture (SPACE) : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 4 No 2 (2022): Pariwisata
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/space.v4i2.3460

Abstract

In the western part of Malang district, precisely in the Tajinan sub-district, it has hidden tourism potential. In the eastern part of the Tajinan sub-district, it has tourism potential to be developed in the form of a swamp area. Opportunities to take advantage of the beautiful scenery as well as the development of water-based tourism and culture in this area are still wide open to be maximized and have not been implemented optimally. In addition, this development opportunity is encouraged by the government with the allocation of village funds. Villages are also directed to be able to develop their potential for the sake of increasing mutual welfare. Seeing this opportunity, the potential for tourism development in villages should get more attention, especially for its sustainability in the long term. The purpose of this research is to identify the potential and opportunities for planning the Mbelong Tourism area, Jatisari as an Education-based Fisheries Agrotourism concept and to formulate a development plan for the Fisheries Agrotourism area in Jatisari Village, Tajinan District, Malang Regency. This type of research is a qualitative research. The concept of Tirtha Mbelong Tourism is based on the existing conditions of tourist attractions which are areas that store air so that this tourist spot has several large pools that have the potential to be used as attractive tourist attractions.
ANALISIS SIMULASI MONTE CARLO DALAM ESTIMASI KEBERLANJUTAN PERIKANAN TANGKAP KECAMATAN MUNJUNGAN KABUPATEN TRENGGALEK Endarwati, Maria Christina; Reza, Mohammad; Naila, Fardiah Qonita Ummi
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 7 No 1 (2023): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v7i1.2776

Abstract

Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis pengembangan Minapolitan Kabupaten Trenggalek, baik dalam aspek Perikanan tangkap ataupun budidaya menurut Peraturan Presiden (Perpres) No. 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gerbangkertosusila. Sebagaimana yang diketahui bahwa kawasan minapolitan merupakan wilayah yang berkembang karena sistem dan usaha minabisnis sehingga mampu melayani, mendorong, menarik ataupun menghela pembangunan perikanan melalui minabisnis di wilayah sekitarnya, dengan kriteria utama yaitu kapasitas sebagai sentra produksi, pengolahan, dan/atau pemasaran dan kegiatan usaha yang dapat diukur dari tingkat pemanfaatan sumber daya perikanan. Karenanya penelitian ini bertujuan untuk menganalisa potensi pengembangan Kawasan Minapolitan Kecamatan Munjungan melalui analisis risiko perikanan tangkap Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek.