Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Ekstrak Kulit Buah Nipah sebagai Green Corrosion Inhibitor terhadap Laju Korosi pada Baja Karbon ST37 Ulikaryani, Ulikaryani; Fadlilah, Ilma; Jati, Unggul Satria
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 17, No 3 (2022): Volume 17, Nomor 3, Desember 2022
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v17i3.4012

Abstract

Ekstrak limbah kulit buah nipah (Nypa Fruticans Wurmb) diteliti potensinya sebagai green corrosion inhibitor dalam menghambat laju korosi pada baja karbon ST37 melalui metode weight loss dan pengamatan morfologi permukaannya melalui Scanning Electron Microscopy. Daya hambat korosi baja karbon ST37 menggunakan ekstrak kulit buah nipah ditentukan pada berbagai persen berat campuran ekstrak pada inhibitor dan lama paparan dengan media korosifnya. Efisiensi inhibisi meningkat dengan meningkatnya persen berat ekstraknya. Efisiensi inhibisi tertinggi sebesar 81,63% dengan laju korosi 0,617 mpy yang diperoleh pada persentase ekstrak 30% dengan lama paparan 12 hari. Hasil yang diperoleh membuktikan bahwa ekstrak limbah kulit buah nipah dapat digunakan sebagai inhibitor yang efektif pada baja karbon ST37 dengan media korosif air laut.
Optimalisasi Persentase Berat Ekstrak Kulit Buah Nipah sebagai Green Corrosion Inhibitor dengan Variasi Suhu dan Lama Paparan Ulikaryani, Ulikaryani; Jati, Unggul Satria; Triwuri, Nurlinda Ayu
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 18 No. 3 (2023): Volume 18, Nomor 3, Desember 2023
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v18i3.5063

Abstract

Penelitian sebelumnya telah diketahui bahwa ekstrak limbah kulit buah nipah (Nypa Fruticans Wurmb) memiliki potensi sebagai penghambat laju korosi pada logam. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persentase berat ekstrak yang optimal sebagai green corrosion inhibitor dalam menghambat laju korosi pada baja karbon ASTM A36 melalui metode weight loss dan uji polarisasi potensiodinamik. Daya hambat korosi baja karbon ASTM A36 menggunakan ekstrak kulit buah nipah ditentukan pada berbagai persen berat ekstrak pada inhibitor terhadap variasi suhu dan lama paparan dengan media korosifnya. Efisiensi inhibisi meningkat dengan meningkatnya persen berat ekstraknya. Efisiensi inhibisi tertinggi berdasarkan uji weight loss sebesar 97,87% dengan laju korosi 0,00002 mpy yang diperoleh pada persentase ekstrak 15% dengan lama paparan 4 hari. Sedangkan, berdasarkan uji polarisasi potensiodinamik diperoleh laju korosi terendah terdapat pada sampel dengan persentase ekstrak 12%b/v inhibitor sebesar 1,6747 mmpy dengan efisiensi inhibisi sebesar 76,13% pada suhu 30oC. Berdasarkan hasil uji dapat pula disimpulkan bahwa semakin tinggi suhu paparan maka akan semakin meningkatkan laju korosi. Sedangkan, lama waktu paparan tidak selalu meningkatkan laju korosi pada sampel dengan inhibitor. Hal ini dimungkinkan dipengaruhi oleh efek jenuh dari adsorpsi inhibitor terhadap logam itu sendiri. Sedangkan pada sampel tanpa inhibitor selalu menunjukkan peningkatan laju korosi seiring dengan bertambahnya lama waktu paparan
Pengaruh Variasi Pendinginan Terhadap Kekasaran Permukaan Hasil Proses Milling Pada Material Stainless Steel AISI 304 Jati, Unggul Satria; Prabowo, Dian; Hastuti, Hety Dwi
Infotekmesin Vol 15 No 2 (2024): Infotekmesin, Juli 2024
Publisher : P3M Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/infotekmesin.v15i2.2371

Abstract

Machining processes in current developments are required to be more environmentally friendly, the use of coolant has a big impact on the environment. So air cooling media is an alternative that can be used to reduce production costs and implement environmentally friendly machining processes. This research aims to determine the level of surface roughness on AISI 304 Stainless Steel at depth of feed and cooling medium. There are two independent variables and a dependent variable. The dependent variable is cutting speed 63 mm/min and feed speed 950 mm/min, while the independent variable is variation. cooling media (room air, dromus, and cooled air) and variations in feeding depth (0.5, 0.75 and 1 mm. The results obtained from this test show the influence of variations in cooling media and depth of feed on the surface roughness of Stainless Steel AISI 304. The tools and materials used are Stainless Steel AISI 304, milling machine, dromus, cold air cooler, thermometer, pressure gauge, and tools. surface roughness tester. Tests obtained the greatest roughness results in the cooling medium using room air which showed a roughness level of 0.974 μm with a cutting speed of 63 mm per min and a feed speed of 950 mm per min. Then the smallest level of roughness is in the cooling media using cold air, namely 0.296 μm with a cutting speed of 63 mm per min and a feed speed of 950 mm per min.