Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia melalui Edukasi Wisata di Kelurahan Pakintelan, Gunung Pati, Semarang Suwarti, Suwarti; Aryaningtyas, Aurilia Triani; Wuntu, Gana; Putriningsih, Tiara Sanika Langsa; Putri, Amelia Lufitta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 11 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i11.1960

Abstract

Kelurahan Pakintelan memiliki potensi wisata lokal yang belum dikelola secara optimal akibat kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pariwisata dan literasi digital. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui edukasi wisata dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Kegiatan ini meliputi pelatihan manajemen pariwisata dan literasi digital untuk memberdayakan masyarakat dalam mengelola potensi wisata. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman pariwisata dan keterampilan digital peserta. Pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan tetapi juga meningkatkan keterampilan praktis masyarakat. Pendampingan lanjutan dan peningkatan infrastruktur digital diusulkan untuk mendukung keberlanjutan program ini. Dengan demikian, diharapkan Kelurahan Pakintelan mampu mengembangkan potensi wisatanya secara optimal dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
The Role of Micro Business Policies in Sport Tourism Development Wuntu, Gana; Marhendi, Mengku; S.Pd. M.Si, Tutik; Raihan Hakim, Muhammad
Efficient: Indonesian Journal of Development Economics Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/efficient.v8i2.23527

Abstract

This study aims to analyze the effect of micro business model policy implementation and community readiness on the development of sport tourism in Cijagamulya, Ciawigebang District, Kuningan - West Java. The method used is quantitative approach with survey technique. Data were collected through questionnaires consisting of micro business actors, local communities, and related stakeholders. Data analysis was carried out using multiple linear regression to determine the relationship between independent and dependent variables. The research results show that the implementation of the micro business model policy and community readiness have a significant influence on the development of sport tourism. And based on SWOT analysis, the development of sport tourism in Cijagamulya is included in Quadrant I (Aggressive Strategy) which shows that the development of sport tourism has a strong position to continue to be developed. The results of this study confirm that the strengthening of sports tourism development in Cijagamulya is strongly influenced by the implementation of effective micro business model policies and the readiness of the community to support this sector.
DARI INDUSTRI KE EKOSISTEM: EVOLUSI REGULASI PARIWISATA INDONESIA MENUJU KEBERLANJUTAN Wuntu, Gana; Pranoto, Pranoto
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1321

Abstract

Penelitian ini mengkaji evaluasi penerapan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan dan menganalisis urgensi penggantiannya dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025. Menggunakan pendekatan studi literasi kritis, penelitian ini mengidentifikasi gap implementasi UU 10/2009 dalam menghadapi tantangan pariwisata kontemporer seperti sustainable tourism, climate crisis, digital transformation, dan community empowerment. Hasil kajian menunjukkan bahwa UU 10/2009 mengalami keterbatasan signifikan dalam aspek tata kelola destinasi terpadu, manajemen daya dukung lingkungan, insentif ekonomi untuk pelaku usaha, dan framework pariwisata berbasis masyarakat. UU 18/2025 hadir dengan paradigma baru yang mengubah konsep "industri" menjadi "ekosistem kepariwisataan" dengan penekanan pada quality tourism, regenerative approach, dan integrasi teknologi digital. Transformasi regulasi ini sejalan dengan tren global sustainable development goals (SDGs), khususnya target 8.9, 12.b, dan 14.7 yang menempatkan pariwisata sebagai instrumen pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya penyusunan peraturan turunan yang komprehensif, penguatan kapasitas institusional di tingkat daerah, dan pengembangan sistem monitoring-evaluasi berbasis indikator keberlanjutan untuk memastikan implementasi efektif UU 18/2025.